SENTUHAN HATI

Sentuhan Hati
Oleh Shodiqiel Hafily
Medio Maret 2008
Hati dapat sekeras karang Keangkuhan dapat sekuat baja Tapi, batu dan baja pun Hancur dan lebur Oleh terjangan alun bertubi Kedalaman dan ketawaran bahari Lembut menerobos tiap pori Kalem tapi pasti
Touch Me There.. You’re always there, in my dreams, and I’m wonderfully weak, savoring each of your moist kisses. My desire only heightens as your lips press against every inch of my flesh… except for that one spot, which I won’t tell you about now. And I only ask that you’ll touch me there later.
“Touch Me There,” written and designed by Bobette Bryan, 2003 (Eufimisme Sastra Inggris). Kebanyakan orang melihat dan membaca karya seni hanya sebatas permukaan, yakni makna-visual lahiriahnya. Akibatnya, makna-pesan utama di baliknya menjadi kabur. Tak terkecuali pada karya-karya fenomenal yang telah lama beredar seperti Layla-Majnun bagi kebanyakan konsumen-pembaca tak lebih hanya drama cinta yang tragis.

Nudge-nya Basuki Abdullah, atau “PERCEPTION” inipun bagi kebanyakan orang – mungkin tak lebih – hanya image porno.
Tapi, memang begitulah, kata orang bijak di Hikam, karya seni itu ibarat busana. Sebagian orang suka tampil modis lahir-batin seperti Abu Yazid al-Basthomy, sebagian bersahaja sekali lahiriahnya untuk menutupi keagungan batinnya seperti Uwais al-Qarany bahkan sebagian yang lain tampil “gila” sebagai Bahlul yang disuguhkan di Ayat-ayat Cinta. Makanya, untuk menyelamatkan banyak orang dari prasangka negative, Cak Nun bilang, “Don’t ever take me for granted.”[]


























































28 November 2008 at 10:28 pm
Di Indonesia tuh belum ada standard berpakaian yang benar secara umum, yang saya ketahui baru standard orang muslimah tuh dianjurkan makai jilbab, sedangkan sedang muslimah yang belum sadar masalah aurat ttp saja berpakaian sekenanya. Tapi ukuran berpakaian sopan selain jilbab tuh saya lihat belum ada acuannya. Sehingga para perempuan tuh banyak berlomba lomba dengan mode2 yg cenderung lebih terbuka. Meski anak seorang muslim sekalipun. Menurut saya perlulah diterapkan peraturan berpakaian yang sopan selain jilbab.. . Lihat saja tuh olahraga bola volly pantai.. anehnya yang laki tuh pakaiannya lebih tertutup, dengan lutut tertutup celana namun justru yang perempuan cenderung suka celana tinggi2 dari lutut, juga agak terbuka, bukan itu saja di pesta pun sering terlihat pakaian perempuan menampakkan (maaf) dada agak terbuka.. . rupanya ternyata bagi prempuan tuh mungkin suatu kebanggaan.
+ Seolah santapan siap saji ya.. Emm.. . Atau memang disajikan[?]
19 Agustus 2011 at 6:04 am
Jangan urusin soal pakaian wanita,…tapi hentikan saja poligamai & memperalat rahim wanita dg memperbanyak anak….
19 Agustus 2011 at 6:06 am
Jangan urusin soal pakaian wanita,…tapi hentikan saja poligami & memperalat rahim wanita dg memperbanyak anak….