Rumah Nabi bersama Sayyidah Khadijah selama 28 tahun. Membina keluarga teladan sebagai seorang suami dan pejuang yang gigih di bawah ancaman kaum kafir Quraisy yang luar biasa permusuhannya dengan Islam. Bersama Khadijah inilah beliau dikaruniai putra-putra pemimpin paramuda di surga. Dan, dari sinilah, perjuangan Nabi bermula dengan sokongan penuh sang istri tercinta. Istri yang menyandang mukminah pertama yang mengabdikan hidup dan menyerahkan harta bendanya demi izzul Islam wa al-muslimin.[]

Inilah makam Sayyidah Khadijah al-Kubra bersama putranya tercinta, Qasim, yang menjadi asbab al-wurud hadits yang menyatakan bahwa gerhana matahari dan/atau bulan tidak terkait dengan hidup mati seseorang. Karena matahari dan bulan menjalankan fungsi dirinya bagi ‘kepentingan’ seluruh jagat raya dan bukan milik perseorangan, sehingga mengait-ngaitkannya dengan hidup mati seseorang, seolah berkabung, tidaklah logis dan tidak ilmiah. Yang wafat telah paripurna menjalankan fungsi hidupnya, seberapapun masa baktinya di dunia fana ini.[]
Inilah Mihrab Rasulullah saw, tempat beliau menunaikan shalat di rumah Sayyidah Khadijah al-Kubra. Memberikan gambaran keteladanan yang agamis bagi sebuah rumah. Tidak hanya masjid bermihrab, rumahpun memiliki ruang khusus untuk beribadah bersama keluarga, di samping bilik ruang paling rahasia, relung hati yang tak terjamah siapapun, bahkan oleh malaikat pencatat amal.
Memang, pendidikan pertama adalah di rumah. Barulah setelah itu lingkungan sekitar. Jika Nabi memiliki semboyan, bayti jannati, rumahku adalah surgaku, kita yang tak sanggup meneladani secara sempurna sosok beliau cukuplah memilih semboyan, bayti madrasati, rumah kita adalah madrasah kita.
Ruang cengkerama, ruang santai, ruang makan, garasi dll adalah hal penting, tapi ruang ibadah tak kalah penting untuk terciptanya suasana harmonis lahir batin dalam kerangka mawadah wa rohmah dengan segenap anggota keluarga. Kata orang-orang bijak di pengajian, bertasawuf bukanlah menghindari dunia, melainkan menggunakan harta benda dunia sebagai sarana meraih bahagia.[]
Pintu masuk bilik Rasulullah saw di rumah Sayyidah Khadijah. Di sinilah Nabi mengajarkan romantika bercinta dengan keluarga. Sebuah bilik yang dalam Qur’an dikategorikan sebagai aurat, terlarang dipertontonkan bahkan kepada anak kecil sekalipun.
Bercinta adalah adalah kodrat manusia, dan – Rasulullah – adalah manusia biasa. Manusia yang sangat pemalu dan sangat menjaga sopan santun dalam bercinta, sehingga beliau pesankan agar tidak bertelanjang, melainkan tetap tertutup kain selimut. Adalah suatu kelainan, mengabadikan aktifitas ‘rahasia’ hingga divideokan![]
Reruntuhan rumah Sayyidah Khadijah al-Kubra, rumah bangsawan Quraisy terkaya kala itu. Di rumah ini, diskenario dengan matang proses ta’aruf (perkenalan), khitbah (pengajuan pinangan/lamaran) hingga pernikahan Nabi saw dengan beliau.
Walaupun Sayyidah Khadijah kaya raya, tapi sangat menghargai calon suami yang diidamkan. Bahan-bahan lamaran dan kebutuhan untuk prosesi pernikahan dikirim secara diam-diam kepada keluarga Nabi yang kurang berada.[]
Tempat Siti Fathimah al-Zahra dilahirkan. Beliau dijuluki al-batul, wanita yang tidak mengeluarkan darah haid sebagaimana lazimnya kaum Hawa. Dan – mungkin – bukan satu-satunya wanita yang tidak mengalami haid. Bukan itu sebabnya utama beliau dikenang sejarah. Tetapi sosok beliau sebagai putri Nabi yang taat, cerdas dan pembela Islam.[]
Saya ketengahkan foto-foto kesejarahan ini, bukan sebagai sarana pemujaan (pengkultusan). Saya tampilkan hanya sebagai apresiasi, pengetahuan dan pengenalan terhadap warisan sejarah Islam.
Seberapa penting arti dan maknanya tergantung dari topik kajian kesejarahan yang hendak dicapai. Saya hanya tergerak untuk melukiskan kegarangan umat manusia terhadap umat lainnya yang berseberangan akidah atau pemahaman. Betapa sering kita jumpai hingga saat ini, dalih-dalih pembelaan terhadap agama yang ujung-ujungnya ternyata bermuara pada pelampiasan amarah dan perusakan-perusakan. Kata sejarah, perusakan situs-situs sejarah ini dilakukan oleh umat muslim juga, Wahabi.[]

Bilik Rasul bersama Sayyidah Khadijah

























































1 Juni 2008 at 4:14 pm
sangat indah dan mengagumkan. sebuah pemandangan yang langka. kalau saja peninggalan sejarah itu masih ada sampai sekarang? menurut anda, apa motif pemerintah arab yang tidak melindungi aset sejarah islam tersebut?
+ Yach.., Ngku ga’ baca-baca tulisan yang lain sih. Jadinya masih nanya, makanya kalo mampir yang lama gitu loh, Ngku..
2 Juli 2008 at 9:09 am
Bekerja dan terus bekerja…, jika kita tidak ingin yang lain juga akan dirusak. Dirusak oleh musuh yang nyata. Jangan pernah lupa dengan musuh yang tidak nyata…
+ Inggih, pangestune, Pak Jufri..
21 November 2008 at 8:53 pm
Saya baru belajar mencintai Rasululloh Muhammad saw. Dengan sering membaca sholawat nabi, dari mau berangkat sholat atau kegiatan positif lainnya, konon klo kita biasakan sholawat 100 kali.. Insya Alloh du’a kita dikabulkan.
+ Cintai dia dengan tulus, love without wax..
11 Januari 2009 at 2:00 am
Hilangkan bid’ah, jangan ghuluw (bersikap berlebihan) terhadap Rasulullah, ikuti sunnahnya.
Apabila kita mengaku mencintai Rasul.
Jangan sekali2 mengkultuskan kuburannya.
Nanti menjadi musyrik.
Mungkin saja kenapa pemerintah Arab tidak menjaga rumah Rasul,
karena takut dijadikan tempat2 musyrik, seperti tempat2 musyrik. Di Indonesia spt: kuburan sunan dan wali.
Para ahlul bid’ah pasti menyebarkan fitnah keji untuk pemerintahan Arab. Namun pemerintahan Arab, alhamdulillah, sangat menjaga ketauhidan ISLAM ini. Dengan salah satu caranya yaitu dilarangnya orang2 mengunjungi langsung kuburan nabi, atau situs2 bersejarah lainnya.
Cukuplah ajarannya saja yg kita amalkan.
+ Ajarannya, sepakat, itulah esensi taat pada Rasulullah. Dan diantara sunnahnya adalah, “Kuntu nahaytukum ‘an ziyarat al-qubur, ala fazuruha.. dst, juga “Allahumma ighfir liahli al-baqi’. (Kedua-duanya sunnah/hadits Nabi saw).
Tentang bid’ah baca di Kreasi-Inovasi Keagamaan.
13 Januari 2009 at 5:35 am
Saya seorang alumni ESQ Way 165 teen`s Tasikmalaya, dimana dengan mengikuti training ini saya tahu bagaimana perjuangan Rasulullah dalam menegakkan Islam kepada umatnya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada sang kekasih Allah.
+ Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa’ala alih wasallim..
18 Mei 2009 at 11:58 pm
Assalamulaikum Wr. Wb.
+ Wa’alaikum salam..
21 Mei 2009 at 5:35 am
Subhanallah..
Solawat dan salam untuk Rasulullah SAW
1 Juni 2009 at 5:11 pm
Sholawat-salam selalu tercurah padamu, ya Muhammad..
17 Juni 2009 at 9:42 pm
Subhnallah.., pemandangan yg menakjubjan..
8 Juli 2009 at 6:49 am
ingat…kita tuch suangattt-suangat kecil sekali dihadapan ALLAH,,,so kita harus selalu tunduk & taat kepada ALLAH & ga boleh sombong…
25 Agustus 2009 at 8:13 pm
subhanallah ,,
maha besar alloh .
serta shaLawat untuk sang nabi ..
26 Agustus 2009 at 6:14 pm
subhanallah…, semoga menambah kecintaan qta terhadap Rosulullah Muhammmad SAW, salam sholawat smg tercurah kepada Beliau
17 September 2009 at 6:46 am
Aq kagum sama Rasul, setelah saya baca kisah’y ternyata Rasullah orang’y romantis. Aq suka bgt, so sweee..
+ Kebetulan, saya juga lumayan romantis..
19 November 2009 at 4:30 am
Allahu akbar, sedih dan pilu, sahabat dekat rasulullah saja, bahkan mereka para khalifah yang luar biasa keimanan dan ketauhidannya, tak pernah mau merusak rumah nabi, bahkan masjid sahabat juga, dengan alasan mengkhawatirkan Akidah umat, tapi ironisnya jelas2 penguasanya saja seorang raja, pemerntahnnya jg tdk islami seperti masa khalifah apa lagi masa nabi, malah berlaga akidah umat, baiknya perbaiki dulu diri sendiri dahulu, wallahualam bíssawab
6 Desember 2009 at 6:05 am
semoga Rasul beserta keluarga dan para sahabat diberikan rahmat dan karunia Allah SWT.
7 Desember 2009 at 7:35 pm
Assalamuallaikum wr.wb semoga ALLOH snantiasa mnyadarkn orang2 yg brbuat zalim.. N semoga orang2 yg brjuang untk mnegakn syr’at islam d muka bumi ini sllu mndpt kridhoan’a alloh amiin..