Shalat Lailatul Qadar
Shalat Lailatul Qadar
Oleh Shodiqiel Hafily
26 Ramadhan 1429 H
Di daerah saya, pada malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadhan, terdapat beberapa kelompok jamaah shalat Lailatul Qadar. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mencela atau menyalahkan masyarakat yang coba meningkatkan ibadahnya kepada Tuhan. Hanya saja, hingga sejauh ini, saya belum menemukan referensi tersurat/tersirat yang merujuk kepada keterangan hadits Nabi saw terkait shalat Lailatul Qadar tersebut.
Kaifiyat (tata cara) shalat Lailatul Qadar (dikutip dari posting Rini) adalah seperti ini:
- Niat sholat: ushalli sunnatan fi lailatil qodri arba’a roka’atin lillahi ta’ala.
- Bilangan rakaat: 4 tanpa tahiyat awal.
- Bacaan di setiap rakaat: Al fatihah 1X + At Takatsur 1X + Al Ikhlas 3X
Berdasar hadits Nabi saw, shalat malam yang boleh dilakukan 4 rakaat dengan sekali salam adalah shalat sunnat tasbih, karena ketentuan shalat malam – menurut madzhab Syafi’i – harusnya 2 rakaat sekali salam.
Disamping alasan terkedepan, Lailatul Qadar itu sangat samar. Jika memang yakin malam itu masuk waktu Lailatul Qadar, maka shalat dengan niat seperti kutipan di atas sah. Tapi bila tidak yakin, atau bahkan dilakukan secara ‘gambling’ dengan harapan ada yang kena (pas) waktu Lailatul Qadar, maka shalat dengan niat di atas menjadi tidak sah.
Saya sepakat dengan pendapat Gus Mus, lebih ‘aman’ jika melakukan shalat atau wirid yang sudah ada dan diajarkan Nabi saw ketimbang ‘meramu’ sendiri yang sangat berpeluang menjadi bid’ah. Bukankah sudah ada tarawih, witir, shalat sunnah muthlaq, tahajud, i’tikaf serta wirid-wirid yang ma’tsur (berdasarkan penuturan Nabi saw)?
Meningkatkan Kualitas Ibadah
Setiap individu memperoleh peningkatan kesadaran beragamanya dengan tingkat berbeda-beda dan dengan pemahaman beraneka ragam. Beberapa waktu lalu saya berjumpa seorang teman yang dikenal sangat kritis terhadap ajaran agama dan sangat anti terhadap anak-anak muda yang suka nongkrong di jalanan ga’ karuan sementara umat lain bertarawih di mushalla atau di masjid-masjid.
“Tumben ga’ ikutan tarawih?” Saya menyapa sekalian meledek.
“Saya coba belajar akan tingkatkan kualitas, nanti saja agak maleman ‘dikit dan tidak pake buru-buru.” Jawabnya nyengir kuda. Ow, begitu rupanya. Dia sendiri tidak balik bertanya kepada saya mengapa sudah di depan komputer padahal di mushalla sebelah tarawih belum usai.
Saya juga merasa tidak perlu menjelaskan bahwa barusan saya shalat tarawih bersama keluarga di rumah, 8 rakaat. Witirnya ingin saya lakukan di paroh malam, lebih tenang dan lebih fokus berkonsentrasi. Tarawih 8 rakaat saya pilih karena istri saya capek bekerja seharian, sementara saya sendiri merasa lebih ‘enjoy’ dengan 8 rakaat. Artinya bisa lebih berkonsentrasi dan tenang, tidak seperti diburu-buru atau diuber setan.
Kata Nabi, “Khayr al-a’mal adwamuha wa-in qall”, sebaik-baik amal ialah yang paling “langgeng” walau sedikit. Langgeng berarti terus menerus, bisa pula berarti seperti yang saya maksud: lebih banyak ingatnya (konsentrasi dan penghayatannya).
Memang bukan pilihan ideal, tapi sebagai sebuah proses saya anggap perlu dijalani dengan harapan kelaknya dapat beramal banyak, padat berisi (berkualitas), dan.. ikhlas. Jauh lebih penting dari itu, semoga bukan tipu daya setan yang mengarah pada bermalas-malas dengan pilihan-pilihan ringan.
Sebenarnya, pilihan ringan yang saya maksudkan juga tidak terlalu mengkhawatirkan sebagai tipu daya setan. Bukankah Nabi saw memilih yang lebih ringan bila dihadapkan pada sejumlah pilihan. Agama juga mengajarkan, la tusyaddidu fi al-din, jangan memberat-beratkan diri dalam urusan agama. Di sisi lain, Nabi saw juga mencontohkan keteladanan shalat malam berlama-lama sampai telapak kakinya membengkak demi menjadikan diri beliau sebagai ‘abdan syakuron (hamba yang paling banyak rasa syukurnya).
Kiranya itulah pilihan ideal yang mesti kita teladani. Selama berproses, kita lakukan dulu apa yang kita mampui. Semoga diberi kekuatan dan ma’unah oleh Dia yang mencintai hambaNya dengan luv without wax. Best wishes..[]
Tulisan terkait: Kreasi-Inovasi Keagamaan


























































12 September 2009 at 7:37 am
Saya rasa dengan tidak menyindir perbuatan orang lain itu lebih bijak, karna menjaga aib sesama muslim maka Allah akan menjaga aib kita. Begitulah sebaliknya. Jika kita menolong sesama muslim maka Allah akan menolong kita dan itu ilmu pasti, tapi dengan tidak mencela perbuatan orang lain. Wallahu (a’lam) bissowab.
+ Kadang, kita bicara apa adanya tapi ada orang lain tersindir. Memang, kulit yang sakit itu tersiram air tawarpun terasa perih.
30 Agustus 2010 at 5:54 am
trims…
4 Agustus 2011 at 10:25 pm
ini kayaknya curhat sambil mencaci dan menyindir yua???
klo aq pilih tarawih 20 rokaat…
lebih banyak lebih baik,shollat lailatul qodar oke…
terserah antum saja,mau ngerjain oke..gak ngerjain gak masalah,yg penting jangan mencela itu saja….
ngapain repot2…ngurusin ibadah orang lain????
heppy..heppy aja lagi…
17 Agustus 2011 at 2:16 am
apabila manusia merasa heran/ terheran-heran terhadap banyakny jumlah pemberian tuhannya (ALLAH SWT), berarti sesungguhnya dia belum mengenal tuhannya secara utuh, dan apabila merasa ibadahnya sudah banyak kpd tuhanny, berarti sesungguhnya dia belum sadar bhw dia manusia yg faqir (miskin iman/ilmu/dan ibadah). Krn sifat manusia yg faqir, bermodal sdikit berharap hasil yg bnyk lgi mlimpah, pdhal smua sdh ada takarannya. Ex other: bpk Rakusiu dan ibu Pelitia ingin membeli ssuatu yg no.1 kualitasny, tpi dg harga yg no.3 (kualitas terbaik ingin didpt dg harga termurah), begitulah kata si Mizania ttg kdua ortuny itu (Mizania adl anak prtama dri bpk Rakusiu dg ibu Pelitia).
Mudah2n qta tdk trmsuk mahluk yg spt itu (trlalu rakus-pelit-mngndlkn akal/timbngn/mizan), tpi Mudah2an slalu trmsuk umat Muhammat yg ahlussunnah wal jama’ah, kuwat iman, islam, dan ihsan biridhoillaahi, amin…
20 Agustus 2011 at 8:08 pm
klo sholat itu g jelas kan namax bid ah ya kan….
trus hukum bid’ah apa……
dosa kan….. ya gitu…..
20 Agustus 2011 at 9:05 pm
terimakasih infonya,asal jangan ngelarang saja mas,karena hanya syetan yang anti sholat..heuheuuuu
21 Agustus 2011 at 10:54 pm
Allah pasti maha mengetahui,,
trus klu ga’ dbolehin,dkit2x bi’dah ap yg ga’ bolehin itu panitia ny..
Smuany itu yg nilai hny Allah,,
bkan manusia..
Mmperbaiki iman orang laen boleh.
Asal jngan yg brlebihan…
Piece aj kali..
Makasih..
24 Agustus 2011 at 9:31 am
ga usah di buat serius, ibadah tetep ibadah yg nrima kan alloh!!!
24 Agustus 2011 at 9:07 pm
smua bidah adlah dosa,apkah kta mau mgkoreksi prntah dn larngan Allah swt.shlat yg ta ada tntunannya dosa,mski khsuk mlakukanya..
26 Agustus 2011 at 8:55 pm
hahahhah,,ane ngakak bacanya,,, ngurusin orang shalat??? Allah bro yg menilai,, semuanya tergantung niatnya,, bukan kamu yang menilai…. hahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahahahahaha
27 Agustus 2011 at 8:07 am
bnar skli,tp untk org2 bdoh sprti anda2 ini hrs ada yg britau jgn asl shlat..
27 Agustus 2011 at 8:19 pm
Emang smua bid’ah dosa ya mas?. Pngertian bid’ah itu apa y.? Klo bc hadis jgn stgh2. Ko ibadah diributin. Hrsnya naik mobil jg bid’ah krn tdk ada pada zaman nabi.
14 Desember 2011 at 11:17 pm
TENTANG LAILATIL QODR
Keistimewaan Bulan Romadhon
Romadlon
Alhamdulillah Allah
SWT memberikan
anugerah kepada
kita semua dengan
berkesempatan
bertemu dengan
Keistimewaan Bulan
bulan Romadlon,
bulan yang selalu
dirindukan Nabi
agung Muhammad
SAW dalam
sabdanya
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺭﺟﺐ
ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ
“Ya Allah
anugrahkan kepada
kami keberkahan di
bulan Rajab dan
Sya’ban, berikan
kesempatan pada
kami bertemu
dengan bulan
romadlon”
Bahkan beliau lebih
lanjut menerangkan
ﻣﻦ ﻓﺮﺡ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭ ﻣﻀﺎﻥ
ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﺪﻩ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ
“Barang siapa
yang bersuka cita
atas datangnya
bulan romadlon
maka Allah
mengharamkan
jasadnya terkena
percikan api
neraka”.
Yang menjadi
pertanyaan
mengapa Nabi
agung Muhammad
SAW selalu
merindukan bulan
romadlon bahkan
memerintah
umatnya untuk
menyambutnya
dengan suka cita?
kiranya banyak
riwayat yang
menjelaskan
keagungan bulan
romadlon
diantaranya
ﺍﻋﻄﻴﺖ ﺍﻣﺘﻰ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ
ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ
ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻰ ﺍﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ:
ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ
ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﻨﻈﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻣﻦ
ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ
ﺍﺑﺪﺍ،ﺍﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ:ﻓﺎﻥ
ﺧﻠﻮﻑ ﺍﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ
ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺍﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ،ﻭﺍﻣﺎ
ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ:ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ
ﻭﻟﻴﻠﺔ،ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ:
ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ
ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ:
ﺍﺳﺘﻌﺪﻯ ﻭﺗﺰﻳﻨﻰ
ﻟﻌﺒﺎﺩﻯ ﺍﻭﺷﻚ ﺍﻥ
ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ
ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﻰ ﺩﺍﺭﻯ
ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻰ،ﻭﺍﻣﺎ
ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ:ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ
ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﻢ
ﺟﻤﻴﻌﺎ.ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ
؟ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻫﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﻓﻘﺎﻝ ﻻ،ﺍﻟﻢ ﺗﺮ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺎﺫﺍ
ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ
ﺍﺟﻮﺭﻫﻢ
.
Umatku di beri 5
keistimewaan yang
tidak di berikan
kepada selainnya
1. Malam pertama
bulan Romadlon
Allah memberikan
rohmatNya dan
barang siapa yang
telah mendapat
rohmatNya maka
Allah SWT tidak
akan menyiksanya
selamanya
2. Di sisi Allah SWT
bau tidak sedap
orang puasa lebih
wangi dari pada
minyak misik
3. Setiap hari setiap
malam Malaikat
selalu memohonkan
ampun kepada
Umat Nabi
Muhammad SAW
4. Allah SWT
memerintahkan
kepada surga untuk
bersiap dan
memperindah
segala kenikmatan
di dalamnya
5. Malam terakhir
bulan romadlon
Allah SWT
memberikan
ampunan kepada
semua umat
Muhammad.
Kemudian salah
seorang sahabat
bertanya kepada
Nabi ”Apakah
ampunan itu
diberikan karena
seseorang
mendapat lailatul
qodar? ”Nabi
menjawab “Tidak!
Bukankah para
pekerja ketika
selesai bekerja
mereka
mendapatkan
upah? Demikianlah,
seseorang yang
telah melaksanakan
tugas puasa dengan
sempurna akan
mendapatkan upah
ampunan dari Allah
SWT.
Semoga kita semua
termasuk orang
yang selalu bersuka
cita menyambut
Romadlon,
menggunakan
sebaik-baiknya
kesempatan
bertemu bulan yang
selalu di rindukan
Nabi untuk
seterusnya
mendapakan ridlo
dan ampunanNya.
Amin
Amaliah bulan
Romadlon
1. Melakukan
puasa wajib
bagi setiap
muslim,
baligh,
berakal. Allah
SWT
berfirman
ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
Artinya : Hai orang
orang yang beriman
difardlukan atas
kamu berpuasa,
sebagaimana telah
difardlukan atas
orang-orang
sebelum kamu,
supaya kamu
bertakwa
1. Menghidupka
n malam-
malam bulan
Romadlon
dengan
memperbany
ak ibadah,
diantaranya
dengan
sholat
Tarawih,
sholat tasbih,
sholat
tahajjud,
sholat witir
sebagaimana
sabda Nabi
Muhammad
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
Artinya :
Sesungguhnya Allah
SWT mewajibkan
puasa Romadlon
dan aku
memerintahkan
untuk
menghidupkan
malam-malam
Romadlon, maka
barangsiapa yang
berpuasa dan
beribadah malam
disertai iman dan
mengharap ridlo
Allah maka
terhapuslah seluruh
dosanya seperti
halnya bayi yang
dilahirkan ibunya
1. Memperbany
ak Shodaqoh
sebagaimana
sabda Nabi
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
Artinya :
Sesungguhnya
puasa menjadi
perisai dari api
neraka dan
sesungguhnya
shodaqoh
menghapus dosa
seperti halnya air
memadamkan api,
sesungguhnya
ibadah malamnya
seorang laki-laki
juga bisa
menghapus dosa.
Berarti puasa,
shodaqoh,
beribadah malam
adalah hal-hal yang
bisa menghapus
dosa sendiri-sendiri,
maka jika tiga hal
ini berkumpul
menjadi satu, tentu
dosa seorang
hamba akan lebih
terampuni
1. Membaca Al
Qur’an
sebagaimana
sabda
Rosulullah
SAW
ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
Artinya : Ibadah
ummatku yang
paling utama adalah
membaca Al
Qur’an
Tentang Sholat
Witir, Tasbih secara
berjama’ah
Sebagaimana yang
telah kita ketahui,
bahwa sholat
sunnah ada yang
disunahkan
dilakukan dengan
cara berjama’ah
seperti Sholat
Tarawih, Sholat Idul
Fithri, Idul Adha, ada
yang disunahkan
tidak berjama’ah
[i] seperti Sholat
Tasbih dan Sholat
Witir.
Kemudian
bagaimana jika
sebagian
masyarakat kita
melakukan sholat
tasbih, sholat witir
dengan
berjama’ah??
Para ulama’ telah
membahas hal ini
secara mendalam
seperti yang telah
termaktub dalam
kitab Bughgyatul
Mustarsyidin hlm
67 :
ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
ﻣﻨﻬﺎ
Artinya :
Diperbolehkan
sholat berjamaah
pada semisal sholat
witir dan tasbih, hal
itu tidak makruh
dan juga tidak
mendapatkan
pahala, akan tetapi
jika sholat
berjamaah
dilakukan dalam
rangka mengajari
dan mendorong
masyarakat
melakukan
msholaat tersebut
maka tetap
mendapatkan
pahala, dengan
catatan jika tidak
disertai dengan hal-
hal yang dilarang
seperti menyakiti
orang lain atau
menimbulkan
pemahaman
masyarakat awam
bahwa sholat
tersebut
disyari’atkan
berjama’ah, jika
demikian maka
diharamkan serta
tidak diperbolehkan
Tentang Sholat
Lailatul Qodar
Dalam kitab
Durrotun Nasihin
hlm 272
diriwayatkan dari
Ibn Abbas dari Nabi
SAW :
ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
Artinya :
Barangsiapa sholat
di malam Lailatul
Qodar dua raka’at
dengan membaca
surat fatihah 1x, al
Ikhkas 7x pada
setiap rakaatnya,
ketika salam
membaca
ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
maka ia tidak akan
bediri dari tempat
duduknya sehingga
Allah
mengampuninya
dan mengampuni
kedua orang tuanya
dan Allah
memerintahkan
para malaikat ke
surga untuk
menanami pohon-
pohon, membangun
istana-istana,
mengalirkan
sungai-sungai,
kemudian orang
tersebut tidak akan
mati sebelum
melihat itu semua
Atas hadits ini,
masyarakat kita
bersemangat
melakukan
kegiatan sholat
pada malam Lailatul
Qodar yang
kemudian
menyebutnya
dengan sholat
Lailatul Qadar
meskipun dari
syara’ tidak ada
pemakaian istilah
tersebut.
Pada hadits
tersebut
sebenarnya secara
umum adalah suatu
perintah dari
Rosulullah untuk
ummatnya supaya
lebih giat
melakukan sholat
pada malam lailatul
qadar, akan tetapi
bagaimana mungkin
kita dapat
mengetahui malam
lailatul qadar yang
merupakan rahasia
Allah ?
Dalam kitab
Dzikroyat wa
Munasabat
karangan Syeikh
Muhammad bin Alwi
Al Maliki dijelaskan
bahwa pada
permasalahan di
atas terdapat khilaf
para ulama’.
Menurut imam Ath
Thobari, Al Mahlab
dan Ibn Araby serta
segolongan para
ulama yang lain
berpendapat bahwa
meskipun
seseorang
melakukan sholat
sunah tetapi tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar maka orang
tersebut tetap
mendapatkan
pahala sedangkan
menurut mayoritas
ulama orang
tersebut tidak
mendapatkan
pahala sebelum
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar
Lebih lanjut Al
Hafidz Ibn Hajar Al
Haitami
menjelaskan
tentang seseorang
yang sholat mencari
lailatul qadar
meskipun tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar bahkan tidak
bertepatan dengan
lailatul qadar tetap
mendapatkan
pahala yang besar
meskipun tidak
seperti pahala
orang yang
bertepatan dengan
lailatul qadar
[ii]
Kemudian, sholat
apakah yang
dilaksanakan pada
malam tersebut ?
Secara jelas dalam
kitab-kitab
mu’tabaroh tidak
ada istilah sholat
lailatul qadar
,
menurut hemat
penulis sholat
lailatul qodar hanya
sebagai istilah
semata untuk
sholat-sholat yang
difokuskan pada
malam-malam yang
kemungkinan besar
adalah malam
lailatul qadar.
Malam ini
sebagaimana sabda
Rosulullah adalah
sepuluh malam
yang akhir pada
bulan romadlon.
Dengan demikian
pada malam-malam
tersebut diisi
dengan berbagai
macam sholat
sunat, misalnya diisi
dengan sholat hajat
dalam rangka
mencari lailatul
qadar dengan niat :
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ
Sebagaimana dalam
kitab Riyadlul
Badi’ah hlm 37
ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
.
Artinya Yang
termasuk sholat
sunnah yang tidak
disuknahkan
berjamaah adalah
sholat hajat.
Adapun sholat hajat
dapat sah dilakukan
dengan sholat dua
rakaat yang
didalamnya
menyebutkan niat
untuk terkabulnya
suatu hajatnya.
Atau diisi dengan
sholat sunnah
mutlak dengan niat
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Kesimpulan : Sholat
lailatul qadar
sebenarnya tidak
ada, yang ada
adalah sholat
sunnah yang
dilakukan pada
malam-malam
dimana malam
tersebut
kemungkinan besar
bertepatan dengan
Lailatul Qadar
dengan diisi sholat
sunnah mutlak,
tasbih, hajat atau
sholat-sholat yang
disyari’atkan
lainnya
Tentang
Membangunkan
Sholat Malam di
Malam-malam
terakhir Bulan
Romadlon
ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
.
Diriwayatkan oleh
Imam Bukhori dan
Muslim dari Siti
A’isyah RA
berkata : Rosulullah
SAW ketika
memasuki sepuluh
hari terakhir
mengencangkan
sarungnya,
menghidupkan
malamnya dan
membangunkan
keluarganya.
Hal ini
mengingatkan kita
tentang betapa
mulyanya sepuluh
hari akhir bulan
Romadlon sehingga
Nabi memberi
contoh kepada kita
untuk turut serta
mengajak keluarga
dalam beribadah
pada hari-hari
tersebut, akan
tetapi dengan
ajakan yang bijak,
jangan sampai
mengganggu orang
lain.
Demikian yang
dapat kami
rangkum, semoga
bermanfaat…
Kiranya ada
kesalahan kami
mohon maaf dan
koreksi para
pembaca.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
Di rangkum oleh : H.
M. Shofi Al Mubarok
Baidlowie
Ditashhih oleh : KH.
Ahmad Mabadi
(ketua Dewan Syuro
MWC NU
Tanggungharjo)
Makalah ini pernah
dipublikasikan
ramadahan tahun
kemarin (1431 H)
dan disampaikan
saat khotbah
jum’at
(eNKa)
Brabo, 29 Juli 2011
[i] Ianatuth Tholibin
Vol I hlm 284, Darul
fikr
[ii] Dzikriyat wa
Munasabat, Syeikh
Muhammad Ibn Alwi
Al Maliki Al Makky
hlm 196
14 Desember 2011 at 11:29 pm
TENTANG SHOLAT LAILATIL QODR
Keistimewaan Bulan Romadhon
Romadlon
Alhamdulillah Allah
SWT memberikan
anugerah kepada
kita semua dengan
berkesempatan
bertemu dengan
Keistimewaan Bulan
bulan Romadlon,
bulan yang selalu
dirindukan Nabi
agung Muhammad
SAW dalam
sabdanya
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺭﺟﺐ
ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ
“Ya Allah
anugrahkan kepada
kami keberkahan di
bulan Rajab dan
Sya’ban, berikan
kesempatan pada
kami bertemu
dengan bulan
romadlon”
Bahkan beliau lebih
lanjut menerangkan
ﻣﻦ ﻓﺮﺡ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭ ﻣﻀﺎﻥ
ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﺪﻩ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ
“Barang siapa
yang bersuka cita
atas datangnya
bulan romadlon
maka Allah
mengharamkan
jasadnya terkena
percikan api
neraka”.
Yang menjadi
pertanyaan
mengapa Nabi
agung Muhammad
SAW selalu
merindukan bulan
romadlon bahkan
memerintah
umatnya untuk
menyambutnya
dengan suka cita?
kiranya banyak
riwayat yang
menjelaskan
keagungan bulan
romadlon
diantaranya
ﺍﻋﻄﻴﺖ ﺍﻣﺘﻰ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ
ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ
ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻰ ﺍﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ:
ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ
ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﻨﻈﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻣﻦ
ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ
ﺍﺑﺪﺍ،ﺍﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ:ﻓﺎﻥ
ﺧﻠﻮﻑ ﺍﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ
ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺍﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ،ﻭﺍﻣﺎ
ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ:ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ
ﻭﻟﻴﻠﺔ،ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ:
ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ
ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ:
ﺍﺳﺘﻌﺪﻯ ﻭﺗﺰﻳﻨﻰ
ﻟﻌﺒﺎﺩﻯ ﺍﻭﺷﻚ ﺍﻥ
ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ
ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﻰ ﺩﺍﺭﻯ
ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻰ،ﻭﺍﻣﺎ
ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ:ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ
ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﻢ
ﺟﻤﻴﻌﺎ.ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ
؟ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻫﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﻓﻘﺎﻝ ﻻ،ﺍﻟﻢ ﺗﺮ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺎﺫﺍ
ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ
ﺍﺟﻮﺭﻫﻢ
.
Umatku di beri 5
keistimewaan yang
tidak di berikan
kepada selainnya
1. Malam pertama
bulan Romadlon
Allah memberikan
rohmatNya dan
barang siapa yang
telah mendapat
rohmatNya maka
Allah SWT tidak
akan menyiksanya
selamanya
2. Di sisi Allah SWT
bau tidak sedap
orang puasa lebih
wangi dari pada
minyak misik
3. Setiap hari setiap
malam Malaikat
selalu memohonkan
ampun kepada
Umat Nabi
Muhammad SAW
4. Allah SWT
memerintahkan
kepada surga untuk
bersiap dan
memperindah
segala kenikmatan
di dalamnya
5. Malam terakhir
bulan romadlon
Allah SWT
memberikan
ampunan kepada
semua umat
Muhammad.
Kemudian salah
seorang sahabat
bertanya kepada
Nabi ”Apakah
ampunan itu
diberikan karena
seseorang
mendapat lailatul
qodar? ”Nabi
menjawab “Tidak!
Bukankah para
pekerja ketika
selesai bekerja
mereka
mendapatkan
upah? Demikianlah,
seseorang yang
telah melaksanakan
tugas puasa dengan
sempurna akan
mendapatkan upah
ampunan dari Allah
SWT.
Semoga kita semua
termasuk orang
yang selalu bersuka
cita menyambut
Romadlon,
menggunakan
sebaik-baiknya
kesempatan
bertemu bulan yang
selalu di rindukan
Nabi untuk
seterusnya
mendapakan ridlo
dan ampunanNya.
Amin
Amaliah bulan
Romadlon
1. Melakukan
puasa wajib
bagi setiap
muslim,
baligh,
berakal. Allah
SWT
berfirman
ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
Artinya : Hai orang
orang yang beriman
difardlukan atas
kamu berpuasa,
sebagaimana telah
difardlukan atas
orang-orang
sebelum kamu,
supaya kamu
bertakwa
1. Menghidupka
n malam-
malam bulan
Romadlon
dengan
memperbany
ak ibadah,
diantaranya
dengan
sholat
Tarawih,
sholat tasbih,
sholat
tahajjud,
sholat witir
sebagaimana
sabda Nabi
Muhammad
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
Artinya :
Sesungguhnya Allah
SWT mewajibkan
puasa Romadlon
dan aku
memerintahkan
untuk
menghidupkan
malam-malam
Romadlon, maka
barangsiapa yang
berpuasa dan
beribadah malam
disertai iman dan
mengharap ridlo
Allah maka
terhapuslah seluruh
dosanya seperti
halnya bayi yang
dilahirkan ibunya
1. Memperbany
ak Shodaqoh
sebagaimana
sabda Nabi
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
Artinya :
Sesungguhnya
puasa menjadi
perisai dari api
neraka dan
sesungguhnya
shodaqoh
menghapus dosa
seperti halnya air
memadamkan api,
sesungguhnya
ibadah malamnya
seorang laki-laki
juga bisa
menghapus dosa.
Berarti puasa,
shodaqoh,
beribadah malam
adalah hal-hal yang
bisa menghapus
dosa sendiri-sendiri,
maka jika tiga hal
ini berkumpul
menjadi satu, tentu
dosa seorang
hamba akan lebih
terampuni
1. Membaca Al
Qur’an
sebagaimana
sabda
Rosulullah
SAW
ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
Artinya : Ibadah
ummatku yang
paling utama adalah
membaca Al
Qur’an
Tentang Sholat
Witir, Tasbih secara
berjama’ah
Sebagaimana yang
telah kita ketahui,
bahwa sholat
sunnah ada yang
disunahkan
dilakukan dengan
cara berjama’ah
seperti Sholat
Tarawih, Sholat Idul
Fithri, Idul Adha, ada
yang disunahkan
tidak berjama’ah
[i] seperti Sholat
Tasbih dan Sholat
Witir.
Kemudian
bagaimana jika
sebagian
masyarakat kita
melakukan sholat
tasbih, sholat witir
dengan
berjama’ah??
Para ulama’ telah
membahas hal ini
secara mendalam
seperti yang telah
termaktub dalam
kitab Bughgyatul
Mustarsyidin hlm
67 :
ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
ﻣﻨﻬﺎ
Artinya :
Diperbolehkan
sholat berjamaah
pada semisal sholat
witir dan tasbih, hal
itu tidak makruh
dan juga tidak
mendapatkan
pahala, akan tetapi
jika sholat
berjamaah
dilakukan dalam
rangka mengajari
dan mendorong
masyarakat
melakukan
msholaat tersebut
maka tetap
mendapatkan
pahala, dengan
catatan jika tidak
disertai dengan hal-
hal yang dilarang
seperti menyakiti
orang lain atau
menimbulkan
pemahaman
masyarakat awam
bahwa sholat
tersebut
disyari’atkan
berjama’ah, jika
demikian maka
diharamkan serta
tidak diperbolehkan
Tentang Sholat
Lailatul Qodar
Dalam kitab
Durrotun Nasihin
hlm 272
diriwayatkan dari
Ibn Abbas dari Nabi
SAW :
ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
Artinya :
Barangsiapa sholat
di malam Lailatul
Qodar dua raka’at
dengan membaca
surat fatihah 1x, al
Ikhkas 7x pada
setiap rakaatnya,
ketika salam
membaca
ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
maka ia tidak akan
bediri dari tempat
duduknya sehingga
Allah
mengampuninya
dan mengampuni
kedua orang tuanya
dan Allah
memerintahkan
para malaikat ke
surga untuk
menanami pohon-
pohon, membangun
istana-istana,
mengalirkan
sungai-sungai,
kemudian orang
tersebut tidak akan
mati sebelum
melihat itu semua
Atas hadits ini,
masyarakat kita
bersemangat
melakukan
kegiatan sholat
pada malam Lailatul
Qodar yang
kemudian
menyebutnya
dengan sholat
Lailatul Qadar
meskipun dari
syara’ tidak ada
pemakaian istilah
tersebut.
Pada hadits
tersebut
sebenarnya secara
umum adalah suatu
perintah dari
Rosulullah untuk
ummatnya supaya
lebih giat
melakukan sholat
pada malam lailatul
qadar, akan tetapi
bagaimana mungkin
kita dapat
mengetahui malam
lailatul qadar yang
merupakan rahasia
Allah ?
Dalam kitab
Dzikroyat wa
Munasabat
karangan Syeikh
Muhammad bin Alwi
Al Maliki dijelaskan
bahwa pada
permasalahan di
atas terdapat khilaf
para ulama’.
Menurut imam Ath
Thobari, Al Mahlab
dan Ibn Araby serta
segolongan para
ulama yang lain
berpendapat bahwa
meskipun
seseorang
melakukan sholat
sunah tetapi tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar maka orang
tersebut tetap
mendapatkan
pahala sedangkan
menurut mayoritas
ulama orang
tersebut tidak
mendapatkan
pahala sebelum
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar
Lebih lanjut Al
Hafidz Ibn Hajar Al
Haitami
menjelaskan
tentang seseorang
yang sholat mencari
lailatul qadar
meskipun tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar bahkan tidak
bertepatan dengan
lailatul qadar tetap
mendapatkan
pahala yang besar
meskipun tidak
seperti pahala
orang yang
bertepatan dengan
lailatul qadar
[ii]
Kemudian, sholat
apakah yang
dilaksanakan pada
malam tersebut ?
Secara jelas dalam
kitab-kitab
mu’tabaroh tidak
ada istilah sholat
lailatul qadar
,
menurut hemat
penulis sholat
lailatul qodar hanya
sebagai istilah
semata untuk
sholat-sholat yang
difokuskan pada
malam-malam yang
kemungkinan besar
adalah malam
lailatul qadar.
Malam ini
sebagaimana sabda
Rosulullah adalah
sepuluh malam
yang akhir pada
bulan romadlon.
Dengan demikian
pada malam-malam
tersebut diisi
dengan berbagai
macam sholat
sunat, misalnya diisi
dengan sholat hajat
dalam rangka
mencari lailatul
qadar dengan niat :
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ
Sebagaimana dalam
kitab Riyadlul
Badi’ah hlm 37
ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
.
Artinya Yang
termasuk sholat
sunnah yang tidak
disuknahkan
berjamaah adalah
sholat hajat.
Adapun sholat hajat
dapat sah dilakukan
dengan sholat dua
rakaat yang
didalamnya
menyebutkan niat
untuk terkabulnya
suatu hajatnya.
Atau diisi dengan
sholat sunnah
mutlak dengan niat
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Kesimpulan : Sholat
lailatul qadar
sebenarnya tidak
ada, yang ada
adalah sholat
sunnah yang
dilakukan pada
malam-malam
dimana malam
tersebut
kemungkinan besar
bertepatan dengan
Lailatul Qadar
dengan diisi sholat
sunnah mutlak,
tasbih, hajat atau
sholat-sholat yang
disyari’atkan
lainnya
Tentang
Membangunkan
Sholat Malam di
Malam-malam
terakhir Bulan
Romadlon
ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
.
Diriwayatkan oleh
Imam Bukhori dan
Muslim dari Siti
A’isyah RA
berkata : Rosulullah
SAW ketika
memasuki sepuluh
hari terakhir
mengencangkan
sarungnya,
menghidupkan
malamnya dan
membangunkan
keluarganya.
Hal ini
mengingatkan kita
tentang betapa
mulyanya sepuluh
hari akhir bulan
Romadlon sehingga
Nabi memberi
contoh kepada kita
untuk turut serta
mengajak keluarga
dalam beribadah
pada hari-hari
tersebut, akan
tetapi dengan
ajakan yang bijak,
jangan sampai
mengganggu orang
lain.
Demikian yang
dapat kami
rangkum, semoga
bermanfaat…
Kiranya ada
kesalahan kami
mohon maaf dan
koreksi para
pembaca.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
Di rangkum oleh : H.
M. Shofi Al Mubarok
Baidlowie
Ditashhih oleh : KH.
Ahmad Mabadi
(ketua Dewan Syuro
MWC NU
Tanggungharjo)
Makalah ini pernah
dipublikasikan
ramadahan tahun
kemarin (1431 H)
dan disampaikan
saat khotbah
jum’at
(eNKa)
Brabo, 29 Juli 2011
[i] Ianatuth Tholibin
Vol I hlm 284, Darul
fikr
[ii] Dzikriyat wa
Munasabat, Syeikh
Muhammad Ibn Alwi
Al Maliki Al Makky
hlm 196ng
selalu di rindukan
Nabi untuk
seterusnya
mendapakan ridlo
dan ampunanNya.
Amin
Amaliah bulan
Romadlon
1. Melakukan
puasa wajib
bagi setiap
muslim,
baligh,
berakal. Allah
SWT
berfirman
ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
Artinya : Hai orang
orang yang beriman
difardlukan atas
kamu berpuasa,
sebagaimana telah
difardlukan atas
orang-orang
sebelum kamu,
supaya kamu
bertakwa
1. Menghidupka
n malam-
malam bulan
Romadlon
dengan
memperbany
ak ibadah,
diantaranya
dengan
sholat
Tarawih,
sholat tasbih,
sholat
tahajjud,
sholat witir
sebagaimana
sabda Nabi
Muhammad
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
Artinya :
Sesungguhnya Allah
SWT mewajibkan
puasa Romadlon
dan aku
memerintahkan
untuk
menghidupkan
malam-malam
Romadlon, maka
barangsiapa yang
berpuasa dan
beribadah malam
disertai iman dan
mengharap ridlo
Allah maka
terhapuslah seluruh
dosanya seperti
halnya bayi yang
dilahirkan ibunya
1. Memperbany
ak Shodaqoh
sebagaimana
sabda Nabi
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
Artinya :
Sesungguhnya
puasa menjadi
perisai dari api
neraka dan
sesungguhnya
shodaqoh
menghapus dosa
seperti halnya air
memadamkan api,
sesungguhnya
ibadah malamnya
seorang laki-laki
juga bisa
menghapus dosa.
Berarti puasa,
shodaqoh,
beribadah malam
adalah hal-hal yang
bisa menghapus
dosa sendiri-sendiri,
maka jika tiga hal
ini berkumpul
menjadi satu, tentu
dosa seorang
hamba akan lebih
terampuni
1. Membaca Al
Qur’an
sebagaimana
sabda
Rosulullah
SAW
ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
Artinya : Ibadah
ummatku yang
paling utama adalah
membaca Al
Qur’an
Tentang Sholat
Witir, Tasbih secara
berjama’ah
Sebagaimana yang
telah kita ketahui,
bahwa sholat
sunnah ada yang
disunahkan
dilakukan dengan
cara berjama’ah
seperti Sholat
Tarawih, Sholat Idul
Fithri, Idul Adha, ada
yang disunahkan
tidak berjama’ah
[i] seperti Sholat
Tasbih dan Sholat
Witir.
Kemudian
bagaimana jika
sebagian
masyarakat kita
melakukan sholat
tasbih, sholat witir
dengan
berjama’ah??
Para ulama’ telah
membahas hal ini
secara mendalam
seperti yang telah
termaktub dalam
kitab Bughgyatul
Mustarsyidin hlm
67 :
ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
ﻣﻨﻬﺎ
Artinya :
Diperbolehkan
sholat berjamaah
pada semisal sholat
witir dan tasbih, hal
itu tidak makruh
dan juga tidak
mendapatkan
pahala, akan tetapi
jika sholat
berjamaah
dilakukan dalam
rangka mengajari
dan mendorong
masyarakat
melakukan
msholaat tersebut
maka tetap
mendapatkan
pahala, dengan
catatan jika tidak
disertai dengan hal-
hal yang dilarang
seperti menyakiti
orang lain atau
menimbulkan
pemahaman
masyarakat awam
bahwa sholat
tersebut
disyari’atkan
berjama’ah, jika
demikian maka
diharamkan serta
tidak diperbolehkan
Tentang Sholat
Lailatul Qodar
Dalam kitab
Durrotun Nasihin
hlm 272
diriwayatkan dari
Ibn Abbas dari Nabi
SAW :
ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
Artinya :
Barangsiapa sholat
di malam Lailatul
Qodar dua raka’at
dengan membaca
surat fatihah 1x, al
Ikhkas 7x pada
setiap rakaatnya,
ketika salam
membaca
ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
maka ia tidak akan
bediri dari tempat
duduknya sehingga
Allah
mengampuninya
dan mengampuni
kedua orang tuanya
dan Allah
memerintahkan
para malaikat ke
surga untuk
menanami pohon-
pohon, membangun
istana-istana,
mengalirkan
sungai-sungai,
kemudian orang
tersebut tidak akan
mati sebelum
melihat itu semua
Atas hadits ini,
masyarakat kita
bersemangat
melakukan
kegiatan sholat
pada malam Lailatul
Qodar yang
kemudian
menyebutnya
dengan sholat
Lailatul Qadar
meskipun dari
syara’ tidak ada
pemakaian istilah
tersebut.
Pada hadits
tersebut
sebenarnya secara
umum adalah suatu
perintah dari
Rosulullah untuk
ummatnya supaya
lebih giat
melakukan sholat
pada malam lailatul
qadar, akan tetapi
bagaimana mungkin
kita dapat
mengetahui malam
lailatul qadar yang
merupakan rahasia
Allah ?
Dalam kitab
Dzikroyat wa
Munasabat
karangan Syeikh
Muhammad bin Alwi
Al Maliki dijelaskan
bahwa pada
permasalahan di
atas terdapat khilaf
para ulama’.
Menurut imam Ath
Thobari, Al Mahlab
dan Ibn Araby serta
segolongan para
ulama yang lain
berpendapat bahwa
meskipun
seseorang
melakukan sholat
sunah tetapi tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar maka orang
tersebut tetap
mendapatkan
pahala sedangkan
menurut mayoritas
ulama orang
tersebut tidak
mendapatkan
pahala sebelum
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar
Lebih lanjut Al
Hafidz Ibn Hajar Al
Haitami
menjelaskan
tentang seseorang
yang sholat mencari
lailatul qadar
meskipun tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar bahkan tidak
bertepatan dengan
lailatul qadar tetap
mendapatkan
pahala yang besar
meskipun tidak
seperti pahala
orang yang
bertepatan dengan
lailatul qadar
[ii]
Kemudian, sholat
apakah yang
dilaksanakan pada
malam tersebut ?
Secara jelas dalam
kitab-kitab
mu’tabaroh tidak
ada istilah sholat
lailatul qadar
,
menurut hemat
penulis sholat
lailatul qodar hanya
sebagai istilah
semata untuk
sholat-sholat yang
difokuskan pada
malam-malam yang
kemungkinan besar
adalah malam
lailatul qadar.
Malam ini
sebagaimana sabda
Rosulullah adalah
sepuluh malam
yang akhir pada
bulan romadlon.
Dengan demikian
pada malam-malam
tersebut diisi
dengan berbagai
macam sholat
sunat, misalnya diisi
dengan sholat hajat
dalam rangka
mencari lailatul
qadar dengan niat :
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ
Sebagaimana dalam
kitab Riyadlul
Badi’ah hlm 37
ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
.
Artinya Yang
termasuk sholat
sunnah yang tidak
disuknahkan
berjamaah adalah
sholat hajat.
Adapun sholat hajat
dapat sah dilakukan
dengan sholat dua
rakaat yang
didalamnya
menyebutkan niat
untuk terkabulnya
suatu hajatnya.
Atau diisi dengan
sholat sunnah
mutlak dengan niat
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Kesimpulan : Sholat
lailatul qadar
sebenarnya tidak
ada, yang ada
adalah sholat
sunnah yang
dilakukan pada
malam-malam
dimana malam
tersebut
kemungkinan besar
bertepatan dengan
Lailatul Qadar
dengan diisi sholat
sunnah mutlak,
tasbih, hajat atau
sholat-sholat yang
disyari’atkan
lainnya
Tentang
Membangunkan
Sholat Malam di
Malam-malam
terakhir Bulan
Romadlon
ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
.
Diriwayatkan oleh
Imam Bukhori dan
Muslim dari Siti
A’isyah RA
berkata : Rosulullah
SAW ketika
memasuki sepuluh
hari terakhir
mengencangkan
sarungnya,
menghidupkan
malamnya dan
membangunkan
keluarganya.
Hal ini
mengingatkan kita
tentang betapa
mulyanya sepuluh
hari akhir bulan
Romadlon sehingga
Nabi memberi
contoh kepada kita
untuk turut serta
mengajak keluarga
dalam beribadah
pada hari-hari
tersebut, akan
tetapi dengan
ajakan yang bijak,
jangan sampai
mengganggu orang
lain.
Demikian yang
dapat kami
rangkum, semoga
bermanfaat…
Kiranya ada
kesalahan kami
mohon maaf dan
koreksi para
pembaca.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
Di rangkum oleh : H.
M. Shofi Al Mubarok
Baidlowie
Ditashhih oleh : KH.
Ahmad Mabadi
(ketua Dewan Syuro
MWC NU
Tanggungharjo)
Makalah ini pernah
dipublikasikan
ramadahan tahun
kemarin (1431 H)
dan disampaikan
saat khotbah
jum’at
(eNKa)
Brabo, 29 Juli 2011
[i] Ianatuth Tholibin
Vol I hlm 284, Darul
fikr
[ii] Dzikriyat wa
Munasabat, Syeikh
Muhammad Ibn Alwi
Al Maliki Al Makky
hlm 196
14 Desember 2011 at 11:38 pm
TENTANG SHOLAT LAILATIL QODR
Keistimewaan Bulan Romadhon
Romadlon
Alhamdulillah Allah
SWT memberikan
anugerah kepada
kita semua dengan
berkesempatan
bertemu dengan
Keistimewaan Bulan
bulan Romadlon,
bulan yang selalu
dirindukan Nabi
agung Muhammad
SAW dalam
sabdanya
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺭﺟﺐ
ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ
“Ya Allah
anugrahkan kepada
kami keberkahan di
bulan Rajab dan
Sya’ban, berikan
kesempatan pada
kami bertemu
dengan bulan
romadlon”
Bahkan beliau lebih
lanjut menerangkan
ﻣﻦ ﻓﺮﺡ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭ ﻣﻀﺎﻥ
ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﺪﻩ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ
“Barang siapa
yang bersuka cita
atas datangnya
bulan romadlon
maka Allah
mengharamkan
jasadnya terkena
percikan api
neraka”.
Yang menjadi
pertanyaan
mengapa Nabi
agung Muhammad
SAW selalu
merindukan bulan
romadlon bahkan
memerintah
umatnya untuk
menyambutnya
dengan suka cita?
kiranya banyak
riwayat yang
menjelaskan
keagungan bulan
romadlon
diantaranya
ﺍﻋﻄﻴﺖ ﺍﻣﺘﻰ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ
ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ
ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻰ ﺍﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ:
ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ
ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﻨﻈﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻣﻦ
ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ
ﺍﺑﺪﺍ،ﺍﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ:ﻓﺎﻥ
ﺧﻠﻮﻑ ﺍﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ
ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺍﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ،ﻭﺍﻣﺎ
ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ:ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ
ﻭﻟﻴﻠﺔ،ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ:
ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ
ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ:
ﺍﺳﺘﻌﺪﻯ ﻭﺗﺰﻳﻨﻰ
ﻟﻌﺒﺎﺩﻯ ﺍﻭﺷﻚ ﺍﻥ
ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ
ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﻰ ﺩﺍﺭﻯ
ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻰ،ﻭﺍﻣﺎ
ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ:ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ
ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﻢ
ﺟﻤﻴﻌﺎ.ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ
؟ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻫﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﻓﻘﺎﻝ ﻻ،ﺍﻟﻢ ﺗﺮ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺎﺫﺍ
ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ
ﺍﺟﻮﺭﻫﻢ
.
Umatku di beri 5
keistimewaan yang
tidak di berikan
kepada selainnya
1. Malam pertama
bulan Romadlon
Allah memberikan
rohmatNya dan
barang siapa yang
telah mendapat
rohmatNya maka
Allah SWT tidak
akan menyiksanya
selamanya
2. Di sisi Allah SWT
bau tidak sedap
orang puasa lebih
wangi dari pada
minyak misik
3. Setiap hari setiap
malam Malaikat
selalu memohonkan
ampun kepada
Umat Nabi
Muhammad SAW
4. Allah SWT
memerintahkan
kepada surga untuk
bersiap dan
memperindah
segala kenikmatan
di dalamnya
5. Malam terakhir
bulan romadlon
Allah SWT
memberikan
ampunan kepada
semua umat
Muhammad.
Kemudian salah
seorang sahabat
bertanya kepada
Nabi ”Apakah
ampunan itu
diberikan karena
seseorang
mendapat lailatul
qodar? ”Nabi
menjawab “Tidak!
Bukankah para
pekerja ketika
selesai bekerja
mereka
mendapatkan
upah? Demikianlah,
seseorang yang
telah melaksanakan
tugas puasa dengan
sempurna akan
mendapatkan upah
ampunan dari Allah
SWT.
Semoga kita semua
termasuk orang
yang selalu bersuka
cita menyambut
Romadlon,
menggunakan
sebaik-baiknya
kesempatan
bertemu bulan yang
selalu di rindukan
Nabi untuk
seterusnya
mendapakan ridlo
dan ampunanNya.
Amin
Amaliah bulan
Romadlon
1. Melakukan
puasa wajib
bagi setiap
muslim,
baligh,
berakal. Allah
SWT
berfirman
ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
Artinya : Hai orang
orang yang beriman
difardlukan atas
kamu berpuasa,
sebagaimana telah
difardlukan atas
orang-orang
sebelum kamu,
supaya kamu
bertakwa
1. Menghidupka
n malam-
malam bulan
Romadlon
dengan
memperbany
ak ibadah,
diantaranya
dengan
sholat
Tarawih,
sholat tasbih,
sholat
tahajjud,
sholat witir
sebagaimana
sabda Nabi
Muhammad
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
Artinya :
Sesungguhnya Allah
SWT mewajibkan
puasa Romadlon
dan aku
memerintahkan
untuk
menghidupkan
malam-malam
Romadlon, maka
barangsiapa yang
berpuasa dan
beribadah malam
disertai iman dan
mengharap ridlo
Allah maka
terhapuslah seluruh
dosanya seperti
halnya bayi yang
dilahirkan ibunya
1. Memperbany
ak Shodaqoh
sebagaimana
sabda Nabi
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
Artinya :
Sesungguhnya
puasa menjadi
perisai dari api
neraka dan
sesungguhnya
shodaqoh
menghapus dosa
seperti halnya air
memadamkan api,
sesungguhnya
ibadah malamnya
seorang laki-laki
juga bisa
menghapus dosa.
Berarti puasa,
shodaqoh,
beribadah malam
adalah hal-hal yang
bisa menghapus
dosa sendiri-sendiri,
maka jika tiga hal
ini berkumpul
menjadi satu, tentu
dosa seorang
hamba akan lebih
terampuni
1. Membaca Al
Qur’an
sebagaimana
sabda
Rosulullah
SAW
ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
Artinya : Ibadah
ummatku yang
paling utama adalah
membaca Al
Qur’an
Tentang Sholat
Witir, Tasbih secara
berjama’ah
Sebagaimana yang
telah kita ketahui,
bahwa sholat
sunnah ada yang
disunahkan
dilakukan dengan
cara berjama’ah
seperti Sholat
Tarawih, Sholat Idul
Fithri, Idul Adha, ada
yang disunahkan
tidak berjama’ah
[i] seperti Sholat
Tasbih dan Sholat
Witir.
Kemudian
bagaimana jika
sebagian
masyarakat kita
melakukan sholat
tasbih, sholat witir
dengan
berjama’ah??
Para ulama’ telah
membahas hal ini
secara mendalam
seperti yang telah
termaktub dalam
kitab Bughgyatul
Mustarsyidin hlm
67 :
ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
ﻣﻨﻬﺎ
Artinya :
Diperbolehkan
sholat berjamaah
pada semisal sholat
witir dan tasbih, hal
itu tidak makruh
dan juga tidak
mendapatkan
pahala, akan tetapi
jika sholat
berjamaah
dilakukan dalam
rangka mengajari
dan mendorong
masyarakat
melakukan
msholaat tersebut
maka tetap
mendapatkan
pahala, dengan
catatan jika tidak
disertai dengan hal-
hal yang dilarang
seperti menyakiti
orang lain atau
menimbulkan
pemahaman
masyarakat awam
bahwa sholat
tersebut
disyari’atkan
berjama’ah, jika
demikian maka
diharamkan serta
tidak diperbolehkan
Tentang Sholat
Lailatul Qodar
Dalam kitab
Durrotun Nasihin
hlm 272
diriwayatkan dari
Ibn Abbas dari Nabi
SAW :
ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
Artinya :
Barangsiapa sholat
di malam Lailatul
Qodar dua raka’at
dengan membaca
surat fatihah 1x, al
Ikhkas 7x pada
setiap rakaatnya,
ketika salam
membaca
ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
maka ia tidak akan
bediri dari tempat
duduknya sehingga
Allah
mengampuninya
dan mengampuni
kedua orang tuanya
dan Allah
memerintahkan
para malaikat ke
surga untuk
menanami pohon-
pohon, membangun
istana-istana,
mengalirkan
sungai-sungai,
kemudian orang
tersebut tidak akan
mati sebelum
melihat itu semua
Atas hadits ini,
masyarakat kita
bersemangat
melakukan
kegiatan sholat
pada malam Lailatul
Qodar yang
kemudian
menyebutnya
dengan sholat
Lailatul Qadar
meskipun dari
syara’ tidak ada
pemakaian istilah
tersebut.
Pada hadits
tersebut
sebenarnya secara
umum adalah suatu
perintah dari
Rosulullah untuk
ummatnya supaya
lebih giat
melakukan sholat
pada malam lailatul
qadar, akan tetapi
bagaimana mungkin
kita dapat
mengetahui malam
lailatul qadar yang
merupakan rahasia
Allah ?
Dalam kitab
Dzikroyat wa
Munasabat
karangan Syeikh
Muhammad bin Alwi
Al Maliki dijelaskan
bahwa pada
permasalahan di
atas terdapat khilaf
para ulama’.
Menurut imam Ath
Thobari, Al Mahlab
dan Ibn Araby serta
segolongan para
ulama yang lain
berpendapat bahwa
meskipun
seseorang
melakukan sholat
sunah tetapi tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar maka orang
tersebut tetap
mendapatkan
pahala sedangkan
menurut mayoritas
ulama orang
tersebut tidak
mendapatkan
pahala sebelum
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar
Lebih lanjut Al
Hafidz Ibn Hajar Al
Haitami
menjelaskan
tentang seseorang
yang sholat mencari
lailatul qadar
meskipun tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar bahkan tidak
bertepatan dengan
lailatul qadar tetap
mendapatkan
pahala yang besar
meskipun tidak
seperti pahala
orang yang
bertepatan dengan
lailatul qadar
[ii]
Kemudian, sholat
apakah yang
dilaksanakan pada
malam tersebut ?
Secara jelas dalam
kitab-kitab
mu’tabaroh tidak
ada istilah sholat
lailatul qadar
,
menurut hemat
penulis sholat
lailatul qodar hanya
sebagai istilah
semata untuk
sholat-sholat yang
difokuskan pada
malam-malam yang
kemungkinan besar
adalah malam
lailatul qadar.
Malam ini
sebagaimana sabda
Rosulullah adalah
sepuluh malam
yang akhir pada
bulan romadlon.
Dengan demikian
pada malam-malam
tersebut diisi
dengan berbagai
macam sholat
sunat, misalnya diisi
dengan sholat hajat
dalam rangka
mencari lailatul
qadar dengan niat :
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ
Sebagaimana dalam
kitab Riyadlul
Badi’ah hlm 37
ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
.
Artinya Yang
termasuk sholat
sunnah yang tidak
disuknahkan
berjamaah adalah
sholat hajat.
Adapun sholat hajat
dapat sah dilakukan
dengan sholat dua
rakaat yang
didalamnya
menyebutkan niat
untuk terkabulnya
suatu hajatnya.
Atau diisi dengan
sholat sunnah
mutlak dengan niat
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Kesimpulan : Sholat
lailatul qadar
sebenarnya tidak
ada, yang ada
adalah sholat
sunnah yang
dilakukan pada
malam-malam
dimana malam
tersebut
kemungkinan besar
bertepatan dengan
Lailatul Qadar
dengan diisi sholat
sunnah mutlak,
tasbih, hajat atau
sholat-sholat yang
disyari’atkan
lainnya
Tentang
Membangunkan
Sholat Malam di
Malam-malam
terakhir Bulan
Romadlon
ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
.
Diriwayatkan oleh
Imam Bukhori dan
Muslim dari Siti
A’isyah RA
berkata : Rosulullah
SAW ketika
memasuki sepuluh
hari terakhir
mengencangkan
sarungnya,
menghidupkan
malamnya dan
membangunkan
keluarganya.
Hal ini
mengingatkan kita
tentang betapa
mulyanya sepuluh
hari akhir bulan
Romadlon sehingga
Nabi memberi
contoh kepada kita
untuk turut serta
mengajak keluarga
dalam beribadah
pada hari-hari
tersebut, akan
tetapi dengan
ajakan yang bijak,
jangan sampai
mengganggu orang
lain.
Demikian yang
dapat kami
rangkum, semoga
bermanfaat…
Kiranya ada
kesalahan kami
mohon maaf dan
koreksi para
pembaca.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
Di rangkum oleh : H.
M. Shofi Al Mubarok
Baidlowie
Ditashhih oleh : KH.
Ahmad Mabadi
(ketua Dewan Syuro
MWC NU
Tanggungharjo)
Makalah ini pernah
dipublikasikan
ramadahan tahun
kemarin (1431 H)
dan disampaikan
saat khotbah
jum’at
(eNKa)
Brabo, 29 Juli 2011
[i] Ianatuth Tholibin
Vol I hlm 284, Darul
fikr
[ii] Dzikriyat wa
Munasabat, Syeikh
Muhammad Ibn Alwi
Al Maliki Al Makky
hlm 196ng
selalu di rindukan
Nabi untuk
seterusnya
mendapakan ridlo
dan ampunanNya.
Amin
Amaliah bulan
Romadlon
1. Melakukan
puasa wajib
bagi setiap
muslim,
baligh,
berakal. Allah
SWT
berfirman
ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
Artinya : Hai orang
orang yang beriman
difardlukan atas
kamu berpuasa,
sebagaimana telah
difardlukan atas
orang-orang
sebelum kamu,
supaya kamu
bertakwa
1. Menghidupka
n malam-
malam bulan
Romadlon
dengan
memperbany
ak ibadah,
diantaranya
dengan
sholat
Tarawih,
sholat tasbih,
sholat
tahajjud,
sholat witir
sebagaimana
sabda Nabi
Muhammad
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
Artinya :
Sesungguhnya Allah
SWT mewajibkan
puasa Romadlon
dan aku
memerintahkan
untuk
menghidupkan
malam-malam
Romadlon, maka
barangsiapa yang
berpuasa dan
beribadah malam
disertai iman dan
mengharap ridlo
Allah maka
terhapuslah seluruh
dosanya seperti
halnya bayi yang
dilahirkan ibunya
1. Memperbany
ak Shodaqoh
sebagaimana
sabda Nabi
SAW
ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
Artinya :
Sesungguhnya
puasa menjadi
perisai dari api
neraka dan
sesungguhnya
shodaqoh
menghapus dosa
seperti halnya air
memadamkan api,
sesungguhnya
ibadah malamnya
seorang laki-laki
juga bisa
menghapus dosa.
Berarti puasa,
shodaqoh,
beribadah malam
adalah hal-hal yang
bisa menghapus
dosa sendiri-sendiri,
maka jika tiga hal
ini berkumpul
menjadi satu, tentu
dosa seorang
hamba akan lebih
terampuni
1. Membaca Al
Qur’an
sebagaimana
sabda
Rosulullah
SAW
ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
Artinya : Ibadah
ummatku yang
paling utama adalah
membaca Al
Qur’an
Tentang Sholat
Witir, Tasbih secara
berjama’ah
Sebagaimana yang
telah kita ketahui,
bahwa sholat
sunnah ada yang
disunahkan
dilakukan dengan
cara berjama’ah
seperti Sholat
Tarawih, Sholat Idul
Fithri, Idul Adha, ada
yang disunahkan
tidak berjama’ah
[i] seperti Sholat
Tasbih dan Sholat
Witir.
Kemudian
bagaimana jika
sebagian
masyarakat kita
melakukan sholat
tasbih, sholat witir
dengan
berjama’ah??
Para ulama’ telah
membahas hal ini
secara mendalam
seperti yang telah
termaktub dalam
kitab Bughgyatul
Mustarsyidin hlm
67 :
ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
ﻣﻨﻬﺎ
Artinya :
Diperbolehkan
sholat berjamaah
pada semisal sholat
witir dan tasbih, hal
itu tidak makruh
dan juga tidak
mendapatkan
pahala, akan tetapi
jika sholat
berjamaah
dilakukan dalam
rangka mengajari
dan mendorong
masyarakat
melakukan
msholaat tersebut
maka tetap
mendapatkan
pahala, dengan
catatan jika tidak
disertai dengan hal-
hal yang dilarang
seperti menyakiti
orang lain atau
menimbulkan
pemahaman
masyarakat awam
bahwa sholat
tersebut
disyari’atkan
berjama’ah, jika
demikian maka
diharamkan serta
tidak diperbolehkan
Tentang Sholat
Lailatul Qodar
Dalam kitab
Durrotun Nasihin
hlm 272
diriwayatkan dari
Ibn Abbas dari Nabi
SAW :
ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
Artinya :
Barangsiapa sholat
di malam Lailatul
Qodar dua raka’at
dengan membaca
surat fatihah 1x, al
Ikhkas 7x pada
setiap rakaatnya,
ketika salam
membaca
ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
maka ia tidak akan
bediri dari tempat
duduknya sehingga
Allah
mengampuninya
dan mengampuni
kedua orang tuanya
dan Allah
memerintahkan
para malaikat ke
surga untuk
menanami pohon-
pohon, membangun
istana-istana,
mengalirkan
sungai-sungai,
kemudian orang
tersebut tidak akan
mati sebelum
melihat itu semua
Atas hadits ini,
masyarakat kita
bersemangat
melakukan
kegiatan sholat
pada malam Lailatul
Qodar yang
kemudian
menyebutnya
dengan sholat
Lailatul Qadar
meskipun dari
syara’ tidak ada
pemakaian istilah
tersebut.
Pada hadits
tersebut
sebenarnya secara
umum adalah suatu
perintah dari
Rosulullah untuk
ummatnya supaya
lebih giat
melakukan sholat
pada malam lailatul
qadar, akan tetapi
bagaimana mungkin
kita dapat
mengetahui malam
lailatul qadar yang
merupakan rahasia
Allah ?
Dalam kitab
Dzikroyat wa
Munasabat
karangan Syeikh
Muhammad bin Alwi
Al Maliki dijelaskan
bahwa pada
permasalahan di
atas terdapat khilaf
para ulama’.
Menurut imam Ath
Thobari, Al Mahlab
dan Ibn Araby serta
segolongan para
ulama yang lain
berpendapat bahwa
meskipun
seseorang
melakukan sholat
sunah tetapi tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar maka orang
tersebut tetap
mendapatkan
pahala sedangkan
menurut mayoritas
ulama orang
tersebut tidak
mendapatkan
pahala sebelum
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar
Lebih lanjut Al
Hafidz Ibn Hajar Al
Haitami
menjelaskan
tentang seseorang
yang sholat mencari
lailatul qadar
meskipun tidak
mengetahui bahwa
malam itu adalah
malam lailatul
qadar bahkan tidak
bertepatan dengan
lailatul qadar tetap
mendapatkan
pahala yang besar
meskipun tidak
seperti pahala
orang yang
bertepatan dengan
lailatul qadar
[ii]
Kemudian, sholat
apakah yang
dilaksanakan pada
malam tersebut ?
Secara jelas dalam
kitab-kitab
mu’tabaroh tidak
ada istilah sholat
lailatul qadar
,
menurut hemat
penulis sholat
lailatul qodar hanya
sebagai istilah
semata untuk
sholat-sholat yang
difokuskan pada
malam-malam yang
kemungkinan besar
adalah malam
lailatul qadar.
Malam ini
sebagaimana sabda
Rosulullah adalah
sepuluh malam
yang akhir pada
bulan romadlon.
Dengan demikian
pada malam-malam
tersebut diisi
dengan berbagai
macam sholat
sunat, misalnya diisi
dengan sholat hajat
dalam rangka
mencari lailatul
qadar dengan niat :
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ
Sebagaimana dalam
kitab Riyadlul
Badi’ah hlm 37
ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
.
Artinya Yang
termasuk sholat
sunnah yang tidak
disuknahkan
berjamaah adalah
sholat hajat.
Adapun sholat hajat
dapat sah dilakukan
dengan sholat dua
rakaat yang
didalamnya
menyebutkan niat
untuk terkabulnya
suatu hajatnya.
Atau diisi dengan
sholat sunnah
mutlak dengan niat
ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Kesimpulan : Sholat
lailatul qadar
sebenarnya tidak
ada, yang ada
adalah sholat
sunnah yang
dilakukan pada
malam-malam
dimana malam
tersebut
kemungkinan besar
bertepatan dengan
Lailatul Qadar
dengan diisi sholat
sunnah mutlak,
tasbih, hajat atau
sholat-sholat yang
disyari’atkan
lainnya
Tentang
Membangunkan
Sholat Malam di
Malam-malam
terakhir Bulan
Romadlon
ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
.
Diriwayatkan oleh
Imam Bukhori dan
Muslim dari Siti
A’isyah RA
berkata : Rosulullah
SAW ketika
memasuki sepuluh
hari terakhir
mengencangkan
sarungnya,
menghidupkan
malamnya dan
membangunkan
keluarganya.
Hal ini
mengingatkan kita
tentang betapa
mulyanya sepuluh
hari akhir bulan
Romadlon sehingga
Nabi memberi
contoh kepada kita
untuk turut serta
mengajak keluarga
dalam beribadah
pada hari-hari
tersebut, akan
tetapi dengan
ajakan yang bijak,
jangan sampai
mengganggu orang
lain.
Demikian yang
dapat kami
rangkum, semoga
bermanfaat…
Kiranya ada
kesalahan kami
mohon maaf dan
koreksi para
pembaca.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
Di rangkum oleh : H.
M. Shofi Al Mubarok
Baidlowie
Ditashhih oleh : KH.
Ahmad Mabadi
(ketua Dewan Syuro
MWC NU
Tanggungharjo)
Makalah ini pernah
dipublikasikan
ramadahan tahun
kemarin (1431 H)
dan disampaikan
saat khotbah
jum’at
(eNKa)
Brabo, 29 Juli 2011
[i] Ianatuth Tholibin
Vol I hlm 284, Darul
fikr
[ii] Dzikriyat wa
Munasabat, Syeikh
Muhammad Ibn Alwi
Al Maliki Al Makky
hlm 196
3 Agustus 2012 at 1:45 pm
semoga kita bisa meningkatkan ibadah dimalam Lailatul Qadar ini