Shalat Lailatul Qadar


Shalat Lailatul Qadar
Oleh Shodiqiel Hafily
26 Ramadhan 1429 H

Di daerah saya, pada malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadhan, terdapat beberapa kelompok jamaah shalat Lailatul Qadar. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mencela atau menyalahkan masyarakat yang coba meningkatkan ibadahnya kepada Tuhan. Hanya saja, hingga sejauh ini, saya belum menemukan referensi tersurat/tersirat yang merujuk kepada keterangan hadits Nabi saw terkait shalat Lailatul Qadar tersebut.

Kaifiyat (tata cara) shalat Lailatul Qadar (dikutip dari posting Rini) adalah seperti ini:

  • Niat sholat: ushalli sunnatan fi lailatil qodri arba’a roka’atin lillahi ta’ala.
  • Bilangan rakaat: 4 tanpa tahiyat awal.
  • Bacaan di setiap rakaat: Al fatihah 1X + At Takatsur 1X + Al Ikhlas 3X

Berdasar hadits Nabi saw, shalat malam yang boleh dilakukan 4 rakaat dengan sekali salam adalah shalat sunnat tasbih, karena ketentuan shalat malam – menurut madzhab Syafi’i – harusnya 2 rakaat sekali salam.

Disamping alasan terkedepan, Lailatul Qadar itu sangat samar. Jika memang yakin malam itu masuk waktu Lailatul Qadar, maka shalat dengan niat seperti kutipan di atas sah. Tapi bila tidak yakin, atau bahkan dilakukan secara ‘gambling’ dengan harapan ada yang kena (pas) waktu Lailatul Qadar, maka shalat dengan niat di atas menjadi tidak sah.

Saya sepakat dengan pendapat Gus Mus, lebih ‘aman’ jika melakukan shalat atau wirid yang sudah ada dan diajarkan Nabi saw ketimbang ‘meramu’ sendiri yang sangat berpeluang menjadi bid’ah. Bukankah sudah ada tarawih, witir, shalat sunnah muthlaq, tahajud, i’tikaf serta wirid-wirid yang ma’tsur (berdasarkan penuturan Nabi saw)?

Meningkatkan Kualitas Ibadah

Setiap individu memperoleh peningkatan kesadaran beragamanya dengan tingkat berbeda-beda dan dengan pemahaman beraneka ragam. Beberapa waktu lalu saya berjumpa seorang teman yang dikenal sangat kritis terhadap ajaran agama dan sangat anti terhadap anak-anak muda yang suka nongkrong di jalanan ga’ karuan sementara umat lain bertarawih di mushalla atau di masjid-masjid.

Tumben ga’ ikutan tarawih?” Saya menyapa sekalian meledek.

“Saya coba belajar akan tingkatkan kualitas, nanti saja agak maleman ‘dikit dan tidak pake buru-buru.” Jawabnya nyengir kuda. Ow, begitu rupanya. Dia sendiri tidak balik bertanya kepada saya mengapa sudah di depan komputer padahal di mushalla sebelah tarawih belum usai.

Saya juga merasa tidak perlu menjelaskan bahwa barusan saya shalat tarawih bersama keluarga di rumah, 8 rakaat. Witirnya ingin saya lakukan di paroh malam, lebih tenang dan lebih fokus berkonsentrasi. Tarawih 8 rakaat saya pilih karena istri saya capek bekerja seharian, sementara saya sendiri merasa lebih ‘enjoy’ dengan 8 rakaat. Artinya bisa lebih berkonsentrasi dan tenang, tidak seperti diburu-buru atau diuber setan.

Kata Nabi, “Khayr al-a’mal adwamuha wa-in qall”, sebaik-baik amal ialah yang paling “langgeng” walau sedikit. Langgeng berarti terus menerus, bisa pula berarti seperti yang saya maksud: lebih banyak ingatnya (konsentrasi dan penghayatannya).

Memang bukan pilihan ideal, tapi sebagai sebuah proses saya anggap perlu dijalani dengan harapan kelaknya dapat beramal banyak, padat berisi (berkualitas), dan.. ikhlas. Jauh lebih penting dari itu, semoga bukan tipu daya setan yang mengarah pada bermalas-malas dengan pilihan-pilihan ringan.

Sebenarnya, pilihan ringan yang saya maksudkan juga tidak terlalu mengkhawatirkan sebagai tipu daya setan. Bukankah Nabi saw memilih yang lebih ringan bila dihadapkan pada sejumlah pilihan. Agama juga mengajarkan, la tusyaddidu fi al-din, jangan memberat-beratkan diri dalam urusan agama. Di sisi lain, Nabi saw juga mencontohkan keteladanan shalat malam berlama-lama sampai telapak kakinya membengkak demi menjadikan diri beliau sebagai ‘abdan syakuron (hamba yang paling banyak rasa syukurnya).

Kiranya itulah pilihan ideal yang mesti kita teladani. Selama berproses, kita lakukan dulu apa yang kita mampui. Semoga diberi kekuatan dan ma’unah oleh Dia yang mencintai hambaNya dengan luv without wax. Best wishes..[]

Tulisan terkait: Kreasi-Inovasi Keagamaan

About these ads

  1. Zainal

    Saya rasa dengan tidak menyindir perbuatan orang lain itu lebih bijak, karna menjaga aib sesama muslim maka Allah akan menjaga aib kita. Begitulah sebaliknya. Jika kita menolong sesama muslim maka Allah akan menolong kita dan itu ilmu pasti, tapi dengan tidak mencela perbuatan orang lain. Wallahu (a’lam) bissowab.

    + Kadang, kita bicara apa adanya tapi ada orang lain tersindir. Memang, kulit yang sakit itu tersiram air tawarpun terasa perih.

  2. penanti rahmat allah

    trims…

  3. ini kayaknya curhat sambil mencaci dan menyindir yua???
    klo aq pilih tarawih 20 rokaat…
    lebih banyak lebih baik,shollat lailatul qodar oke…
    terserah antum saja,mau ngerjain oke..gak ngerjain gak masalah,yg penting jangan mencela itu saja….
    ngapain repot2…ngurusin ibadah orang lain????
    heppy..heppy aja lagi…

  4. baidhowy ahmad

    apabila manusia merasa heran/ terheran-heran terhadap banyakny jumlah pemberian tuhannya (ALLAH SWT), berarti sesungguhnya dia belum mengenal tuhannya secara utuh, dan apabila merasa ibadahnya sudah banyak kpd tuhanny, berarti sesungguhnya dia belum sadar bhw dia manusia yg faqir (miskin iman/ilmu/dan ibadah). Krn sifat manusia yg faqir, bermodal sdikit berharap hasil yg bnyk lgi mlimpah, pdhal smua sdh ada takarannya. Ex other: bpk Rakusiu dan ibu Pelitia ingin membeli ssuatu yg no.1 kualitasny, tpi dg harga yg no.3 (kualitas terbaik ingin didpt dg harga termurah), begitulah kata si Mizania ttg kdua ortuny itu (Mizania adl anak prtama dri bpk Rakusiu dg ibu Pelitia).
    Mudah2n qta tdk trmsuk mahluk yg spt itu (trlalu rakus-pelit-mngndlkn akal/timbngn/mizan), tpi Mudah2an slalu trmsuk umat Muhammat yg ahlussunnah wal jama’ah, kuwat iman, islam, dan ihsan biridhoillaahi, amin…

  5. yahya

    klo sholat itu g jelas kan namax bid ah ya kan….
    trus hukum bid’ah apa……
    dosa kan….. ya gitu…..

  6. syuhud

    terimakasih infonya,asal jangan ngelarang saja mas,karena hanya syetan yang anti sholat..heuheuuuu

  7. Dani F

    Allah pasti maha mengetahui,,
    trus klu ga’ dbolehin,dkit2x bi’dah ap yg ga’ bolehin itu panitia ny..
    Smuany itu yg nilai hny Allah,,
    bkan manusia..
    Mmperbaiki iman orang laen boleh.
    Asal jngan yg brlebihan…
    Piece aj kali..
    Makasih..

  8. ga usah di buat serius, ibadah tetep ibadah yg nrima kan alloh!!!

  9. awam

    smua bidah adlah dosa,apkah kta mau mgkoreksi prntah dn larngan Allah swt.shlat yg ta ada tntunannya dosa,mski khsuk mlakukanya..

  10. hahahhah,,ane ngakak bacanya,,, ngurusin orang shalat??? Allah bro yg menilai,, semuanya tergantung niatnya,, bukan kamu yang menilai…. hahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahahahahaha

  11. awam

    bnar skli,tp untk org2 bdoh sprti anda2 ini hrs ada yg britau jgn asl shlat..

  12. Bayu

    Emang smua bid’ah dosa ya mas?. Pngertian bid’ah itu apa y.? Klo bc hadis jgn stgh2. Ko ibadah diributin. Hrsnya naik mobil jg bid’ah krn tdk ada pada zaman nabi.

  13. فتح الرحمن

    TENTANG LAILATIL QODR

    Keistimewaan Bulan Romadhon

    Romadlon
    Alhamdulillah Allah
    SWT memberikan
    anugerah kepada
    kita semua dengan
    berkesempatan
    bertemu dengan
    Keistimewaan Bulan
    bulan Romadlon,
    bulan yang selalu
    dirindukan Nabi
    agung Muhammad
    SAW dalam
    sabdanya
    ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺭﺟﺐ
    ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ
    “Ya Allah
    anugrahkan kepada
    kami keberkahan di
    bulan Rajab dan
    Sya’ban, berikan
    kesempatan pada
    kami bertemu
    dengan bulan
    romadlon”
    Bahkan beliau lebih
    lanjut menerangkan
    ﻣﻦ ﻓﺮﺡ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭ ﻣﻀﺎﻥ
    ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﺪﻩ ﻋﻠﻰ
    ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ
    “Barang siapa
    yang bersuka cita
    atas datangnya
    bulan romadlon
    maka Allah
    mengharamkan
    jasadnya terkena
    percikan api
    neraka”.
    Yang menjadi
    pertanyaan
    mengapa Nabi
    agung Muhammad
    SAW selalu
    merindukan bulan
    romadlon bahkan
    memerintah
    umatnya untuk
    menyambutnya
    dengan suka cita?
    kiranya banyak
    riwayat yang
    menjelaskan
    keagungan bulan
    romadlon
    diantaranya
    ﺍﻋﻄﻴﺖ ﺍﻣﺘﻰ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ
    ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ
    ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻰ ﺍﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ:
    ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ
    ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﻨﻈﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻣﻦ
    ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ
    ﺍﺑﺪﺍ،ﺍﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ:ﻓﺎﻥ
    ﺧﻠﻮﻑ ﺍﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ
    ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺍﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ،ﻭﺍﻣﺎ
    ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ:ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
    ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ
    ﻭﻟﻴﻠﺔ،ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ:
    ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ
    ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ:
    ﺍﺳﺘﻌﺪﻯ ﻭﺗﺰﻳﻨﻰ
    ﻟﻌﺒﺎﺩﻯ ﺍﻭﺷﻚ ﺍﻥ
    ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ
    ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﻰ ﺩﺍﺭﻯ
    ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻰ،ﻭﺍﻣﺎ
    ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ:ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ
    ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﻢ
    ﺟﻤﻴﻌﺎ.ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ
    ؟ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻫﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﻓﻘﺎﻝ ﻻ،ﺍﻟﻢ ﺗﺮ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺎﺫﺍ
    ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ
    ﺍﺟﻮﺭﻫﻢ
    .
    Umatku di beri 5
    keistimewaan yang
    tidak di berikan
    kepada selainnya
    1. Malam pertama
    bulan Romadlon
    Allah memberikan
    rohmatNya dan
    barang siapa yang
    telah mendapat
    rohmatNya maka
    Allah SWT tidak
    akan menyiksanya
    selamanya
    2. Di sisi Allah SWT
    bau tidak sedap
    orang puasa lebih
    wangi dari pada
    minyak misik
    3. Setiap hari setiap
    malam Malaikat
    selalu memohonkan
    ampun kepada
    Umat Nabi
    Muhammad SAW
    4. Allah SWT
    memerintahkan
    kepada surga untuk
    bersiap dan
    memperindah
    segala kenikmatan
    di dalamnya
    5. Malam terakhir
    bulan romadlon
    Allah SWT
    memberikan
    ampunan kepada
    semua umat
    Muhammad.
    Kemudian salah
    seorang sahabat
    bertanya kepada
    Nabi ”Apakah
    ampunan itu
    diberikan karena
    seseorang
    mendapat lailatul
    qodar? ”Nabi
    menjawab “Tidak!
    Bukankah para
    pekerja ketika
    selesai bekerja
    mereka
    mendapatkan
    upah? Demikianlah,
    seseorang yang
    telah melaksanakan
    tugas puasa dengan
    sempurna akan
    mendapatkan upah
    ampunan dari Allah
    SWT.
    Semoga kita semua
    termasuk orang
    yang selalu bersuka
    cita menyambut
    Romadlon,
    menggunakan
    sebaik-baiknya
    kesempatan
    bertemu bulan yang
    selalu di rindukan
    Nabi untuk
    seterusnya
    mendapakan ridlo
    dan ampunanNya.
    Amin
    Amaliah bulan
    Romadlon
    1. Melakukan
    puasa wajib
    bagi setiap
    muslim,
    baligh,
    berakal. Allah
    SWT
    berfirman
    ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
    ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
    Artinya : Hai orang
    orang yang beriman
    difardlukan atas
    kamu berpuasa,
    sebagaimana telah
    difardlukan atas
    orang-orang
    sebelum kamu,
    supaya kamu
    bertakwa
    1. Menghidupka
    n malam-
    malam bulan
    Romadlon
    dengan
    memperbany
    ak ibadah,
    diantaranya
    dengan
    sholat
    Tarawih,
    sholat tasbih,
    sholat
    tahajjud,
    sholat witir
    sebagaimana
    sabda Nabi
    Muhammad
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
    ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
    ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
    ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
    ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
    Artinya :
    Sesungguhnya Allah
    SWT mewajibkan
    puasa Romadlon
    dan aku
    memerintahkan
    untuk
    menghidupkan
    malam-malam
    Romadlon, maka
    barangsiapa yang
    berpuasa dan
    beribadah malam
    disertai iman dan
    mengharap ridlo
    Allah maka
    terhapuslah seluruh
    dosanya seperti
    halnya bayi yang
    dilahirkan ibunya
    1. Memperbany
    ak Shodaqoh
    sebagaimana
    sabda Nabi
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
    ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
    ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
    ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
    ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
    ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
    ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
    ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
    ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
    ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
    ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
    ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
    Artinya :
    Sesungguhnya
    puasa menjadi
    perisai dari api
    neraka dan
    sesungguhnya
    shodaqoh
    menghapus dosa
    seperti halnya air
    memadamkan api,
    sesungguhnya
    ibadah malamnya
    seorang laki-laki
    juga bisa
    menghapus dosa.
    Berarti puasa,
    shodaqoh,
    beribadah malam
    adalah hal-hal yang
    bisa menghapus
    dosa sendiri-sendiri,
    maka jika tiga hal
    ini berkumpul
    menjadi satu, tentu
    dosa seorang
    hamba akan lebih
    terampuni
    1. Membaca Al
    Qur’an
    sebagaimana
    sabda
    Rosulullah
    SAW
    ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
    ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
    Artinya : Ibadah
    ummatku yang
    paling utama adalah
    membaca Al
    Qur’an
    Tentang Sholat
    Witir, Tasbih secara
    berjama’ah
    Sebagaimana yang
    telah kita ketahui,
    bahwa sholat
    sunnah ada yang
    disunahkan
    dilakukan dengan
    cara berjama’ah
    seperti Sholat
    Tarawih, Sholat Idul
    Fithri, Idul Adha, ada
    yang disunahkan
    tidak berjama’ah
    [i] seperti Sholat
    Tasbih dan Sholat
    Witir.
    Kemudian
    bagaimana jika
    sebagian
    masyarakat kita
    melakukan sholat
    tasbih, sholat witir
    dengan
    berjama’ah??
    Para ulama’ telah
    membahas hal ini
    secara mendalam
    seperti yang telah
    termaktub dalam
    kitab Bughgyatul
    Mustarsyidin hlm
    67 :
    ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
    ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
    ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
    ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
    ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
    ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
    ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
    ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
    ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
    ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
    ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
    ﻣﻨﻬﺎ
    Artinya :
    Diperbolehkan
    sholat berjamaah
    pada semisal sholat
    witir dan tasbih, hal
    itu tidak makruh
    dan juga tidak
    mendapatkan
    pahala, akan tetapi
    jika sholat
    berjamaah
    dilakukan dalam
    rangka mengajari
    dan mendorong
    masyarakat
    melakukan
    msholaat tersebut
    maka tetap
    mendapatkan
    pahala, dengan
    catatan jika tidak
    disertai dengan hal-
    hal yang dilarang
    seperti menyakiti
    orang lain atau
    menimbulkan
    pemahaman
    masyarakat awam
    bahwa sholat
    tersebut
    disyari’atkan
    berjama’ah, jika
    demikian maka
    diharamkan serta
    tidak diperbolehkan
    Tentang Sholat
    Lailatul Qodar
    Dalam kitab
    Durrotun Nasihin
    hlm 272
    diriwayatkan dari
    Ibn Abbas dari Nabi
    SAW :
    ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
    ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
    ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
    ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
    ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
    ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
    ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
    ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
    ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
    ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
    ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
    Artinya :
    Barangsiapa sholat
    di malam Lailatul
    Qodar dua raka’at
    dengan membaca
    surat fatihah 1x, al
    Ikhkas 7x pada
    setiap rakaatnya,
    ketika salam
    membaca
    ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
    maka ia tidak akan
    bediri dari tempat
    duduknya sehingga
    Allah
    mengampuninya
    dan mengampuni
    kedua orang tuanya
    dan Allah
    memerintahkan
    para malaikat ke
    surga untuk
    menanami pohon-
    pohon, membangun
    istana-istana,
    mengalirkan
    sungai-sungai,
    kemudian orang
    tersebut tidak akan
    mati sebelum
    melihat itu semua
    Atas hadits ini,
    masyarakat kita
    bersemangat
    melakukan
    kegiatan sholat
    pada malam Lailatul
    Qodar yang
    kemudian
    menyebutnya
    dengan sholat
    Lailatul Qadar
    meskipun dari
    syara’ tidak ada
    pemakaian istilah
    tersebut.
    Pada hadits
    tersebut
    sebenarnya secara
    umum adalah suatu
    perintah dari
    Rosulullah untuk
    ummatnya supaya
    lebih giat
    melakukan sholat
    pada malam lailatul
    qadar, akan tetapi
    bagaimana mungkin
    kita dapat
    mengetahui malam
    lailatul qadar yang
    merupakan rahasia
    Allah ?
    Dalam kitab
    Dzikroyat wa
    Munasabat
    karangan Syeikh
    Muhammad bin Alwi
    Al Maliki dijelaskan
    bahwa pada
    permasalahan di
    atas terdapat khilaf
    para ulama’.
    Menurut imam Ath
    Thobari, Al Mahlab
    dan Ibn Araby serta
    segolongan para
    ulama yang lain
    berpendapat bahwa
    meskipun
    seseorang
    melakukan sholat
    sunah tetapi tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar maka orang
    tersebut tetap
    mendapatkan
    pahala sedangkan
    menurut mayoritas
    ulama orang
    tersebut tidak
    mendapatkan
    pahala sebelum
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar
    Lebih lanjut Al
    Hafidz Ibn Hajar Al
    Haitami
    menjelaskan
    tentang seseorang
    yang sholat mencari
    lailatul qadar
    meskipun tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar bahkan tidak
    bertepatan dengan
    lailatul qadar tetap
    mendapatkan
    pahala yang besar
    meskipun tidak
    seperti pahala
    orang yang
    bertepatan dengan
    lailatul qadar
    [ii]
    Kemudian, sholat
    apakah yang
    dilaksanakan pada
    malam tersebut ?
    Secara jelas dalam
    kitab-kitab
    mu’tabaroh tidak
    ada istilah sholat
    lailatul qadar
    ,
    menurut hemat
    penulis sholat
    lailatul qodar hanya
    sebagai istilah
    semata untuk
    sholat-sholat yang
    difokuskan pada
    malam-malam yang
    kemungkinan besar
    adalah malam
    lailatul qadar.
    Malam ini
    sebagaimana sabda
    Rosulullah adalah
    sepuluh malam
    yang akhir pada
    bulan romadlon.
    Dengan demikian
    pada malam-malam
    tersebut diisi
    dengan berbagai
    macam sholat
    sunat, misalnya diisi
    dengan sholat hajat
    dalam rangka
    mencari lailatul
    qadar dengan niat :
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
    ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Sebagaimana dalam
    kitab Riyadlul
    Badi’ah hlm 37
    ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
    ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
    ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
    .
    Artinya Yang
    termasuk sholat
    sunnah yang tidak
    disuknahkan
    berjamaah adalah
    sholat hajat.
    Adapun sholat hajat
    dapat sah dilakukan
    dengan sholat dua
    rakaat yang
    didalamnya
    menyebutkan niat
    untuk terkabulnya
    suatu hajatnya.
    Atau diisi dengan
    sholat sunnah
    mutlak dengan niat
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Kesimpulan : Sholat
    lailatul qadar
    sebenarnya tidak
    ada, yang ada
    adalah sholat
    sunnah yang
    dilakukan pada
    malam-malam
    dimana malam
    tersebut
    kemungkinan besar
    bertepatan dengan
    Lailatul Qadar
    dengan diisi sholat
    sunnah mutlak,
    tasbih, hajat atau
    sholat-sholat yang
    disyari’atkan
    lainnya
    Tentang
    Membangunkan
    Sholat Malam di
    Malam-malam
    terakhir Bulan
    Romadlon
    ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
    ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
    ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
    ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
    ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
    .
    Diriwayatkan oleh
    Imam Bukhori dan
    Muslim dari Siti
    A’isyah RA
    berkata : Rosulullah
    SAW ketika
    memasuki sepuluh
    hari terakhir
    mengencangkan
    sarungnya,
    menghidupkan
    malamnya dan
    membangunkan
    keluarganya.
    Hal ini
    mengingatkan kita
    tentang betapa
    mulyanya sepuluh
    hari akhir bulan
    Romadlon sehingga
    Nabi memberi
    contoh kepada kita
    untuk turut serta
    mengajak keluarga
    dalam beribadah
    pada hari-hari
    tersebut, akan
    tetapi dengan
    ajakan yang bijak,
    jangan sampai
    mengganggu orang
    lain.
    Demikian yang
    dapat kami
    rangkum, semoga
    bermanfaat…
    Kiranya ada
    kesalahan kami
    mohon maaf dan
    koreksi para
    pembaca.
    ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
    Di rangkum oleh : H.
    M. Shofi Al Mubarok
    Baidlowie
    Ditashhih oleh : KH.
    Ahmad Mabadi
    (ketua Dewan Syuro
    MWC NU
    Tanggungharjo)
    Makalah ini pernah
    dipublikasikan
    ramadahan tahun
    kemarin (1431 H)
    dan disampaikan
    saat khotbah
    jum’at
    (eNKa)
    Brabo, 29 Juli 2011
    [i] Ianatuth Tholibin
    Vol I hlm 284, Darul
    fikr
    [ii] Dzikriyat wa
    Munasabat, Syeikh
    Muhammad Ibn Alwi
    Al Maliki Al Makky
    hlm 196

  14. فتح الرحمن

    TENTANG SHOLAT LAILATIL QODR

    Keistimewaan Bulan Romadhon

    Romadlon
    Alhamdulillah Allah
    SWT memberikan
    anugerah kepada
    kita semua dengan
    berkesempatan
    bertemu dengan
    Keistimewaan Bulan
    bulan Romadlon,
    bulan yang selalu
    dirindukan Nabi
    agung Muhammad
    SAW dalam
    sabdanya
    ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺭﺟﺐ
    ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ
    “Ya Allah
    anugrahkan kepada
    kami keberkahan di
    bulan Rajab dan
    Sya’ban, berikan
    kesempatan pada
    kami bertemu
    dengan bulan
    romadlon”
    Bahkan beliau lebih
    lanjut menerangkan
    ﻣﻦ ﻓﺮﺡ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭ ﻣﻀﺎﻥ
    ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﺪﻩ ﻋﻠﻰ
    ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ
    “Barang siapa
    yang bersuka cita
    atas datangnya
    bulan romadlon
    maka Allah
    mengharamkan
    jasadnya terkena
    percikan api
    neraka”.
    Yang menjadi
    pertanyaan
    mengapa Nabi
    agung Muhammad
    SAW selalu
    merindukan bulan
    romadlon bahkan
    memerintah
    umatnya untuk
    menyambutnya
    dengan suka cita?
    kiranya banyak
    riwayat yang
    menjelaskan
    keagungan bulan
    romadlon
    diantaranya
    ﺍﻋﻄﻴﺖ ﺍﻣﺘﻰ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ
    ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ
    ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻰ ﺍﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ:
    ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ
    ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﻨﻈﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻣﻦ
    ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ
    ﺍﺑﺪﺍ،ﺍﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ:ﻓﺎﻥ
    ﺧﻠﻮﻑ ﺍﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ
    ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺍﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ،ﻭﺍﻣﺎ
    ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ:ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
    ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ
    ﻭﻟﻴﻠﺔ،ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ:
    ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ
    ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ:
    ﺍﺳﺘﻌﺪﻯ ﻭﺗﺰﻳﻨﻰ
    ﻟﻌﺒﺎﺩﻯ ﺍﻭﺷﻚ ﺍﻥ
    ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ
    ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﻰ ﺩﺍﺭﻯ
    ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻰ،ﻭﺍﻣﺎ
    ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ:ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ
    ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﻢ
    ﺟﻤﻴﻌﺎ.ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ
    ؟ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻫﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﻓﻘﺎﻝ ﻻ،ﺍﻟﻢ ﺗﺮ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺎﺫﺍ
    ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ
    ﺍﺟﻮﺭﻫﻢ
    .
    Umatku di beri 5
    keistimewaan yang
    tidak di berikan
    kepada selainnya
    1. Malam pertama
    bulan Romadlon
    Allah memberikan
    rohmatNya dan
    barang siapa yang
    telah mendapat
    rohmatNya maka
    Allah SWT tidak
    akan menyiksanya
    selamanya
    2. Di sisi Allah SWT
    bau tidak sedap
    orang puasa lebih
    wangi dari pada
    minyak misik
    3. Setiap hari setiap
    malam Malaikat
    selalu memohonkan
    ampun kepada
    Umat Nabi
    Muhammad SAW
    4. Allah SWT
    memerintahkan
    kepada surga untuk
    bersiap dan
    memperindah
    segala kenikmatan
    di dalamnya
    5. Malam terakhir
    bulan romadlon
    Allah SWT
    memberikan
    ampunan kepada
    semua umat
    Muhammad.
    Kemudian salah
    seorang sahabat
    bertanya kepada
    Nabi ”Apakah
    ampunan itu
    diberikan karena
    seseorang
    mendapat lailatul
    qodar? ”Nabi
    menjawab “Tidak!
    Bukankah para
    pekerja ketika
    selesai bekerja
    mereka
    mendapatkan
    upah? Demikianlah,
    seseorang yang
    telah melaksanakan
    tugas puasa dengan
    sempurna akan
    mendapatkan upah
    ampunan dari Allah
    SWT.
    Semoga kita semua
    termasuk orang
    yang selalu bersuka
    cita menyambut
    Romadlon,
    menggunakan
    sebaik-baiknya
    kesempatan
    bertemu bulan yang
    selalu di rindukan
    Nabi untuk
    seterusnya
    mendapakan ridlo
    dan ampunanNya.
    Amin
    Amaliah bulan
    Romadlon
    1. Melakukan
    puasa wajib
    bagi setiap
    muslim,
    baligh,
    berakal. Allah
    SWT
    berfirman
    ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
    ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
    Artinya : Hai orang
    orang yang beriman
    difardlukan atas
    kamu berpuasa,
    sebagaimana telah
    difardlukan atas
    orang-orang
    sebelum kamu,
    supaya kamu
    bertakwa
    1. Menghidupka
    n malam-
    malam bulan
    Romadlon
    dengan
    memperbany
    ak ibadah,
    diantaranya
    dengan
    sholat
    Tarawih,
    sholat tasbih,
    sholat
    tahajjud,
    sholat witir
    sebagaimana
    sabda Nabi
    Muhammad
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
    ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
    ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
    ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
    ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
    Artinya :
    Sesungguhnya Allah
    SWT mewajibkan
    puasa Romadlon
    dan aku
    memerintahkan
    untuk
    menghidupkan
    malam-malam
    Romadlon, maka
    barangsiapa yang
    berpuasa dan
    beribadah malam
    disertai iman dan
    mengharap ridlo
    Allah maka
    terhapuslah seluruh
    dosanya seperti
    halnya bayi yang
    dilahirkan ibunya
    1. Memperbany
    ak Shodaqoh
    sebagaimana
    sabda Nabi
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
    ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
    ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
    ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
    ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
    ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
    ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
    ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
    ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
    ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
    ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
    ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
    Artinya :
    Sesungguhnya
    puasa menjadi
    perisai dari api
    neraka dan
    sesungguhnya
    shodaqoh
    menghapus dosa
    seperti halnya air
    memadamkan api,
    sesungguhnya
    ibadah malamnya
    seorang laki-laki
    juga bisa
    menghapus dosa.
    Berarti puasa,
    shodaqoh,
    beribadah malam
    adalah hal-hal yang
    bisa menghapus
    dosa sendiri-sendiri,
    maka jika tiga hal
    ini berkumpul
    menjadi satu, tentu
    dosa seorang
    hamba akan lebih
    terampuni
    1. Membaca Al
    Qur’an
    sebagaimana
    sabda
    Rosulullah
    SAW
    ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
    ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
    Artinya : Ibadah
    ummatku yang
    paling utama adalah
    membaca Al
    Qur’an
    Tentang Sholat
    Witir, Tasbih secara
    berjama’ah
    Sebagaimana yang
    telah kita ketahui,
    bahwa sholat
    sunnah ada yang
    disunahkan
    dilakukan dengan
    cara berjama’ah
    seperti Sholat
    Tarawih, Sholat Idul
    Fithri, Idul Adha, ada
    yang disunahkan
    tidak berjama’ah
    [i] seperti Sholat
    Tasbih dan Sholat
    Witir.
    Kemudian
    bagaimana jika
    sebagian
    masyarakat kita
    melakukan sholat
    tasbih, sholat witir
    dengan
    berjama’ah??
    Para ulama’ telah
    membahas hal ini
    secara mendalam
    seperti yang telah
    termaktub dalam
    kitab Bughgyatul
    Mustarsyidin hlm
    67 :
    ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
    ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
    ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
    ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
    ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
    ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
    ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
    ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
    ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
    ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
    ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
    ﻣﻨﻬﺎ
    Artinya :
    Diperbolehkan
    sholat berjamaah
    pada semisal sholat
    witir dan tasbih, hal
    itu tidak makruh
    dan juga tidak
    mendapatkan
    pahala, akan tetapi
    jika sholat
    berjamaah
    dilakukan dalam
    rangka mengajari
    dan mendorong
    masyarakat
    melakukan
    msholaat tersebut
    maka tetap
    mendapatkan
    pahala, dengan
    catatan jika tidak
    disertai dengan hal-
    hal yang dilarang
    seperti menyakiti
    orang lain atau
    menimbulkan
    pemahaman
    masyarakat awam
    bahwa sholat
    tersebut
    disyari’atkan
    berjama’ah, jika
    demikian maka
    diharamkan serta
    tidak diperbolehkan
    Tentang Sholat
    Lailatul Qodar
    Dalam kitab
    Durrotun Nasihin
    hlm 272
    diriwayatkan dari
    Ibn Abbas dari Nabi
    SAW :
    ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
    ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
    ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
    ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
    ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
    ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
    ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
    ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
    ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
    ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
    ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
    Artinya :
    Barangsiapa sholat
    di malam Lailatul
    Qodar dua raka’at
    dengan membaca
    surat fatihah 1x, al
    Ikhkas 7x pada
    setiap rakaatnya,
    ketika salam
    membaca
    ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
    maka ia tidak akan
    bediri dari tempat
    duduknya sehingga
    Allah
    mengampuninya
    dan mengampuni
    kedua orang tuanya
    dan Allah
    memerintahkan
    para malaikat ke
    surga untuk
    menanami pohon-
    pohon, membangun
    istana-istana,
    mengalirkan
    sungai-sungai,
    kemudian orang
    tersebut tidak akan
    mati sebelum
    melihat itu semua
    Atas hadits ini,
    masyarakat kita
    bersemangat
    melakukan
    kegiatan sholat
    pada malam Lailatul
    Qodar yang
    kemudian
    menyebutnya
    dengan sholat
    Lailatul Qadar
    meskipun dari
    syara’ tidak ada
    pemakaian istilah
    tersebut.
    Pada hadits
    tersebut
    sebenarnya secara
    umum adalah suatu
    perintah dari
    Rosulullah untuk
    ummatnya supaya
    lebih giat
    melakukan sholat
    pada malam lailatul
    qadar, akan tetapi
    bagaimana mungkin
    kita dapat
    mengetahui malam
    lailatul qadar yang
    merupakan rahasia
    Allah ?
    Dalam kitab
    Dzikroyat wa
    Munasabat
    karangan Syeikh
    Muhammad bin Alwi
    Al Maliki dijelaskan
    bahwa pada
    permasalahan di
    atas terdapat khilaf
    para ulama’.
    Menurut imam Ath
    Thobari, Al Mahlab
    dan Ibn Araby serta
    segolongan para
    ulama yang lain
    berpendapat bahwa
    meskipun
    seseorang
    melakukan sholat
    sunah tetapi tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar maka orang
    tersebut tetap
    mendapatkan
    pahala sedangkan
    menurut mayoritas
    ulama orang
    tersebut tidak
    mendapatkan
    pahala sebelum
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar
    Lebih lanjut Al
    Hafidz Ibn Hajar Al
    Haitami
    menjelaskan
    tentang seseorang
    yang sholat mencari
    lailatul qadar
    meskipun tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar bahkan tidak
    bertepatan dengan
    lailatul qadar tetap
    mendapatkan
    pahala yang besar
    meskipun tidak
    seperti pahala
    orang yang
    bertepatan dengan
    lailatul qadar
    [ii]
    Kemudian, sholat
    apakah yang
    dilaksanakan pada
    malam tersebut ?
    Secara jelas dalam
    kitab-kitab
    mu’tabaroh tidak
    ada istilah sholat
    lailatul qadar
    ,
    menurut hemat
    penulis sholat
    lailatul qodar hanya
    sebagai istilah
    semata untuk
    sholat-sholat yang
    difokuskan pada
    malam-malam yang
    kemungkinan besar
    adalah malam
    lailatul qadar.
    Malam ini
    sebagaimana sabda
    Rosulullah adalah
    sepuluh malam
    yang akhir pada
    bulan romadlon.
    Dengan demikian
    pada malam-malam
    tersebut diisi
    dengan berbagai
    macam sholat
    sunat, misalnya diisi
    dengan sholat hajat
    dalam rangka
    mencari lailatul
    qadar dengan niat :
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
    ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Sebagaimana dalam
    kitab Riyadlul
    Badi’ah hlm 37
    ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
    ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
    ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
    .
    Artinya Yang
    termasuk sholat
    sunnah yang tidak
    disuknahkan
    berjamaah adalah
    sholat hajat.
    Adapun sholat hajat
    dapat sah dilakukan
    dengan sholat dua
    rakaat yang
    didalamnya
    menyebutkan niat
    untuk terkabulnya
    suatu hajatnya.
    Atau diisi dengan
    sholat sunnah
    mutlak dengan niat
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Kesimpulan : Sholat
    lailatul qadar
    sebenarnya tidak
    ada, yang ada
    adalah sholat
    sunnah yang
    dilakukan pada
    malam-malam
    dimana malam
    tersebut
    kemungkinan besar
    bertepatan dengan
    Lailatul Qadar
    dengan diisi sholat
    sunnah mutlak,
    tasbih, hajat atau
    sholat-sholat yang
    disyari’atkan
    lainnya
    Tentang
    Membangunkan
    Sholat Malam di
    Malam-malam
    terakhir Bulan
    Romadlon
    ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
    ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
    ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
    ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
    ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
    .
    Diriwayatkan oleh
    Imam Bukhori dan
    Muslim dari Siti
    A’isyah RA
    berkata : Rosulullah
    SAW ketika
    memasuki sepuluh
    hari terakhir
    mengencangkan
    sarungnya,
    menghidupkan
    malamnya dan
    membangunkan
    keluarganya.
    Hal ini
    mengingatkan kita
    tentang betapa
    mulyanya sepuluh
    hari akhir bulan
    Romadlon sehingga
    Nabi memberi
    contoh kepada kita
    untuk turut serta
    mengajak keluarga
    dalam beribadah
    pada hari-hari
    tersebut, akan
    tetapi dengan
    ajakan yang bijak,
    jangan sampai
    mengganggu orang
    lain.
    Demikian yang
    dapat kami
    rangkum, semoga
    bermanfaat…
    Kiranya ada
    kesalahan kami
    mohon maaf dan
    koreksi para
    pembaca.
    ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
    Di rangkum oleh : H.
    M. Shofi Al Mubarok
    Baidlowie
    Ditashhih oleh : KH.
    Ahmad Mabadi
    (ketua Dewan Syuro
    MWC NU
    Tanggungharjo)
    Makalah ini pernah
    dipublikasikan
    ramadahan tahun
    kemarin (1431 H)
    dan disampaikan
    saat khotbah
    jum’at
    (eNKa)
    Brabo, 29 Juli 2011
    [i] Ianatuth Tholibin
    Vol I hlm 284, Darul
    fikr
    [ii] Dzikriyat wa
    Munasabat, Syeikh
    Muhammad Ibn Alwi
    Al Maliki Al Makky
    hlm 196ng
    selalu di rindukan
    Nabi untuk
    seterusnya
    mendapakan ridlo
    dan ampunanNya.
    Amin
    Amaliah bulan
    Romadlon
    1. Melakukan
    puasa wajib
    bagi setiap
    muslim,
    baligh,
    berakal. Allah
    SWT
    berfirman
    ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
    ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
    Artinya : Hai orang
    orang yang beriman
    difardlukan atas
    kamu berpuasa,
    sebagaimana telah
    difardlukan atas
    orang-orang
    sebelum kamu,
    supaya kamu
    bertakwa
    1. Menghidupka
    n malam-
    malam bulan
    Romadlon
    dengan
    memperbany
    ak ibadah,
    diantaranya
    dengan
    sholat
    Tarawih,
    sholat tasbih,
    sholat
    tahajjud,
    sholat witir
    sebagaimana
    sabda Nabi
    Muhammad
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
    ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
    ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
    ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
    ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
    Artinya :
    Sesungguhnya Allah
    SWT mewajibkan
    puasa Romadlon
    dan aku
    memerintahkan
    untuk
    menghidupkan
    malam-malam
    Romadlon, maka
    barangsiapa yang
    berpuasa dan
    beribadah malam
    disertai iman dan
    mengharap ridlo
    Allah maka
    terhapuslah seluruh
    dosanya seperti
    halnya bayi yang
    dilahirkan ibunya
    1. Memperbany
    ak Shodaqoh
    sebagaimana
    sabda Nabi
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
    ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
    ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
    ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
    ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
    ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
    ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
    ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
    ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
    ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
    ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
    ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
    Artinya :
    Sesungguhnya
    puasa menjadi
    perisai dari api
    neraka dan
    sesungguhnya
    shodaqoh
    menghapus dosa
    seperti halnya air
    memadamkan api,
    sesungguhnya
    ibadah malamnya
    seorang laki-laki
    juga bisa
    menghapus dosa.
    Berarti puasa,
    shodaqoh,
    beribadah malam
    adalah hal-hal yang
    bisa menghapus
    dosa sendiri-sendiri,
    maka jika tiga hal
    ini berkumpul
    menjadi satu, tentu
    dosa seorang
    hamba akan lebih
    terampuni
    1. Membaca Al
    Qur’an
    sebagaimana
    sabda
    Rosulullah
    SAW
    ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
    ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
    Artinya : Ibadah
    ummatku yang
    paling utama adalah
    membaca Al
    Qur’an
    Tentang Sholat
    Witir, Tasbih secara
    berjama’ah
    Sebagaimana yang
    telah kita ketahui,
    bahwa sholat
    sunnah ada yang
    disunahkan
    dilakukan dengan
    cara berjama’ah
    seperti Sholat
    Tarawih, Sholat Idul
    Fithri, Idul Adha, ada
    yang disunahkan
    tidak berjama’ah
    [i] seperti Sholat
    Tasbih dan Sholat
    Witir.
    Kemudian
    bagaimana jika
    sebagian
    masyarakat kita
    melakukan sholat
    tasbih, sholat witir
    dengan
    berjama’ah??
    Para ulama’ telah
    membahas hal ini
    secara mendalam
    seperti yang telah
    termaktub dalam
    kitab Bughgyatul
    Mustarsyidin hlm
    67 :
    ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
    ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
    ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
    ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
    ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
    ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
    ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
    ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
    ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
    ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
    ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
    ﻣﻨﻬﺎ
    Artinya :
    Diperbolehkan
    sholat berjamaah
    pada semisal sholat
    witir dan tasbih, hal
    itu tidak makruh
    dan juga tidak
    mendapatkan
    pahala, akan tetapi
    jika sholat
    berjamaah
    dilakukan dalam
    rangka mengajari
    dan mendorong
    masyarakat
    melakukan
    msholaat tersebut
    maka tetap
    mendapatkan
    pahala, dengan
    catatan jika tidak
    disertai dengan hal-
    hal yang dilarang
    seperti menyakiti
    orang lain atau
    menimbulkan
    pemahaman
    masyarakat awam
    bahwa sholat
    tersebut
    disyari’atkan
    berjama’ah, jika
    demikian maka
    diharamkan serta
    tidak diperbolehkan
    Tentang Sholat
    Lailatul Qodar
    Dalam kitab
    Durrotun Nasihin
    hlm 272
    diriwayatkan dari
    Ibn Abbas dari Nabi
    SAW :
    ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
    ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
    ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
    ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
    ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
    ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
    ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
    ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
    ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
    ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
    ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
    Artinya :
    Barangsiapa sholat
    di malam Lailatul
    Qodar dua raka’at
    dengan membaca
    surat fatihah 1x, al
    Ikhkas 7x pada
    setiap rakaatnya,
    ketika salam
    membaca
    ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
    maka ia tidak akan
    bediri dari tempat
    duduknya sehingga
    Allah
    mengampuninya
    dan mengampuni
    kedua orang tuanya
    dan Allah
    memerintahkan
    para malaikat ke
    surga untuk
    menanami pohon-
    pohon, membangun
    istana-istana,
    mengalirkan
    sungai-sungai,
    kemudian orang
    tersebut tidak akan
    mati sebelum
    melihat itu semua
    Atas hadits ini,
    masyarakat kita
    bersemangat
    melakukan
    kegiatan sholat
    pada malam Lailatul
    Qodar yang
    kemudian
    menyebutnya
    dengan sholat
    Lailatul Qadar
    meskipun dari
    syara’ tidak ada
    pemakaian istilah
    tersebut.
    Pada hadits
    tersebut
    sebenarnya secara
    umum adalah suatu
    perintah dari
    Rosulullah untuk
    ummatnya supaya
    lebih giat
    melakukan sholat
    pada malam lailatul
    qadar, akan tetapi
    bagaimana mungkin
    kita dapat
    mengetahui malam
    lailatul qadar yang
    merupakan rahasia
    Allah ?
    Dalam kitab
    Dzikroyat wa
    Munasabat
    karangan Syeikh
    Muhammad bin Alwi
    Al Maliki dijelaskan
    bahwa pada
    permasalahan di
    atas terdapat khilaf
    para ulama’.
    Menurut imam Ath
    Thobari, Al Mahlab
    dan Ibn Araby serta
    segolongan para
    ulama yang lain
    berpendapat bahwa
    meskipun
    seseorang
    melakukan sholat
    sunah tetapi tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar maka orang
    tersebut tetap
    mendapatkan
    pahala sedangkan
    menurut mayoritas
    ulama orang
    tersebut tidak
    mendapatkan
    pahala sebelum
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar
    Lebih lanjut Al
    Hafidz Ibn Hajar Al
    Haitami
    menjelaskan
    tentang seseorang
    yang sholat mencari
    lailatul qadar
    meskipun tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar bahkan tidak
    bertepatan dengan
    lailatul qadar tetap
    mendapatkan
    pahala yang besar
    meskipun tidak
    seperti pahala
    orang yang
    bertepatan dengan
    lailatul qadar
    [ii]
    Kemudian, sholat
    apakah yang
    dilaksanakan pada
    malam tersebut ?
    Secara jelas dalam
    kitab-kitab
    mu’tabaroh tidak
    ada istilah sholat
    lailatul qadar
    ,
    menurut hemat
    penulis sholat
    lailatul qodar hanya
    sebagai istilah
    semata untuk
    sholat-sholat yang
    difokuskan pada
    malam-malam yang
    kemungkinan besar
    adalah malam
    lailatul qadar.
    Malam ini
    sebagaimana sabda
    Rosulullah adalah
    sepuluh malam
    yang akhir pada
    bulan romadlon.
    Dengan demikian
    pada malam-malam
    tersebut diisi
    dengan berbagai
    macam sholat
    sunat, misalnya diisi
    dengan sholat hajat
    dalam rangka
    mencari lailatul
    qadar dengan niat :
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
    ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Sebagaimana dalam
    kitab Riyadlul
    Badi’ah hlm 37
    ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
    ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
    ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
    .
    Artinya Yang
    termasuk sholat
    sunnah yang tidak
    disuknahkan
    berjamaah adalah
    sholat hajat.
    Adapun sholat hajat
    dapat sah dilakukan
    dengan sholat dua
    rakaat yang
    didalamnya
    menyebutkan niat
    untuk terkabulnya
    suatu hajatnya.
    Atau diisi dengan
    sholat sunnah
    mutlak dengan niat
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Kesimpulan : Sholat
    lailatul qadar
    sebenarnya tidak
    ada, yang ada
    adalah sholat
    sunnah yang
    dilakukan pada
    malam-malam
    dimana malam
    tersebut
    kemungkinan besar
    bertepatan dengan
    Lailatul Qadar
    dengan diisi sholat
    sunnah mutlak,
    tasbih, hajat atau
    sholat-sholat yang
    disyari’atkan
    lainnya
    Tentang
    Membangunkan
    Sholat Malam di
    Malam-malam
    terakhir Bulan
    Romadlon
    ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
    ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
    ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
    ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
    ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
    .
    Diriwayatkan oleh
    Imam Bukhori dan
    Muslim dari Siti
    A’isyah RA
    berkata : Rosulullah
    SAW ketika
    memasuki sepuluh
    hari terakhir
    mengencangkan
    sarungnya,
    menghidupkan
    malamnya dan
    membangunkan
    keluarganya.
    Hal ini
    mengingatkan kita
    tentang betapa
    mulyanya sepuluh
    hari akhir bulan
    Romadlon sehingga
    Nabi memberi
    contoh kepada kita
    untuk turut serta
    mengajak keluarga
    dalam beribadah
    pada hari-hari
    tersebut, akan
    tetapi dengan
    ajakan yang bijak,
    jangan sampai
    mengganggu orang
    lain.
    Demikian yang
    dapat kami
    rangkum, semoga
    bermanfaat…
    Kiranya ada
    kesalahan kami
    mohon maaf dan
    koreksi para
    pembaca.
    ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
    Di rangkum oleh : H.
    M. Shofi Al Mubarok
    Baidlowie
    Ditashhih oleh : KH.
    Ahmad Mabadi
    (ketua Dewan Syuro
    MWC NU
    Tanggungharjo)
    Makalah ini pernah
    dipublikasikan
    ramadahan tahun
    kemarin (1431 H)
    dan disampaikan
    saat khotbah
    jum’at
    (eNKa)
    Brabo, 29 Juli 2011
    [i] Ianatuth Tholibin
    Vol I hlm 284, Darul
    fikr
    [ii] Dzikriyat wa
    Munasabat, Syeikh
    Muhammad Ibn Alwi
    Al Maliki Al Makky
    hlm 196

  15. عافي بدر التمام

    TENTANG SHOLAT LAILATIL QODR

    Keistimewaan Bulan Romadhon

    Romadlon
    Alhamdulillah Allah
    SWT memberikan
    anugerah kepada
    kita semua dengan
    berkesempatan
    bertemu dengan
    Keistimewaan Bulan
    bulan Romadlon,
    bulan yang selalu
    dirindukan Nabi
    agung Muhammad
    SAW dalam
    sabdanya
    ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺭﺟﺐ
    ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ
    “Ya Allah
    anugrahkan kepada
    kami keberkahan di
    bulan Rajab dan
    Sya’ban, berikan
    kesempatan pada
    kami bertemu
    dengan bulan
    romadlon”
    Bahkan beliau lebih
    lanjut menerangkan
    ﻣﻦ ﻓﺮﺡ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭ ﻣﻀﺎﻥ
    ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﺪﻩ ﻋﻠﻰ
    ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ
    “Barang siapa
    yang bersuka cita
    atas datangnya
    bulan romadlon
    maka Allah
    mengharamkan
    jasadnya terkena
    percikan api
    neraka”.
    Yang menjadi
    pertanyaan
    mengapa Nabi
    agung Muhammad
    SAW selalu
    merindukan bulan
    romadlon bahkan
    memerintah
    umatnya untuk
    menyambutnya
    dengan suka cita?
    kiranya banyak
    riwayat yang
    menjelaskan
    keagungan bulan
    romadlon
    diantaranya
    ﺍﻋﻄﻴﺖ ﺍﻣﺘﻰ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ
    ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ
    ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻰ ﺍﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ:
    ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ
    ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﻨﻈﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻣﻦ
    ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ
    ﺍﺑﺪﺍ،ﺍﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ:ﻓﺎﻥ
    ﺧﻠﻮﻑ ﺍﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ
    ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺍﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ،ﻭﺍﻣﺎ
    ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ:ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
    ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ
    ﻭﻟﻴﻠﺔ،ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ:
    ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ
    ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ:
    ﺍﺳﺘﻌﺪﻯ ﻭﺗﺰﻳﻨﻰ
    ﻟﻌﺒﺎﺩﻯ ﺍﻭﺷﻚ ﺍﻥ
    ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ
    ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﻰ ﺩﺍﺭﻯ
    ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻰ،ﻭﺍﻣﺎ
    ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ:ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ
    ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﻢ
    ﺟﻤﻴﻌﺎ.ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ
    ؟ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻫﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﻓﻘﺎﻝ ﻻ،ﺍﻟﻢ ﺗﺮ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺎﺫﺍ
    ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ
    ﺍﺟﻮﺭﻫﻢ
    .
    Umatku di beri 5
    keistimewaan yang
    tidak di berikan
    kepada selainnya
    1. Malam pertama
    bulan Romadlon
    Allah memberikan
    rohmatNya dan
    barang siapa yang
    telah mendapat
    rohmatNya maka
    Allah SWT tidak
    akan menyiksanya
    selamanya
    2. Di sisi Allah SWT
    bau tidak sedap
    orang puasa lebih
    wangi dari pada
    minyak misik
    3. Setiap hari setiap
    malam Malaikat
    selalu memohonkan
    ampun kepada
    Umat Nabi
    Muhammad SAW
    4. Allah SWT
    memerintahkan
    kepada surga untuk
    bersiap dan
    memperindah
    segala kenikmatan
    di dalamnya
    5. Malam terakhir
    bulan romadlon
    Allah SWT
    memberikan
    ampunan kepada
    semua umat
    Muhammad.
    Kemudian salah
    seorang sahabat
    bertanya kepada
    Nabi ”Apakah
    ampunan itu
    diberikan karena
    seseorang
    mendapat lailatul
    qodar? ”Nabi
    menjawab “Tidak!
    Bukankah para
    pekerja ketika
    selesai bekerja
    mereka
    mendapatkan
    upah? Demikianlah,
    seseorang yang
    telah melaksanakan
    tugas puasa dengan
    sempurna akan
    mendapatkan upah
    ampunan dari Allah
    SWT.
    Semoga kita semua
    termasuk orang
    yang selalu bersuka
    cita menyambut
    Romadlon,
    menggunakan
    sebaik-baiknya
    kesempatan
    bertemu bulan yang
    selalu di rindukan
    Nabi untuk
    seterusnya
    mendapakan ridlo
    dan ampunanNya.
    Amin
    Amaliah bulan
    Romadlon
    1. Melakukan
    puasa wajib
    bagi setiap
    muslim,
    baligh,
    berakal. Allah
    SWT
    berfirman
    ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
    ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
    Artinya : Hai orang
    orang yang beriman
    difardlukan atas
    kamu berpuasa,
    sebagaimana telah
    difardlukan atas
    orang-orang
    sebelum kamu,
    supaya kamu
    bertakwa
    1. Menghidupka
    n malam-
    malam bulan
    Romadlon
    dengan
    memperbany
    ak ibadah,
    diantaranya
    dengan
    sholat
    Tarawih,
    sholat tasbih,
    sholat
    tahajjud,
    sholat witir
    sebagaimana
    sabda Nabi
    Muhammad
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
    ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
    ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
    ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
    ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
    Artinya :
    Sesungguhnya Allah
    SWT mewajibkan
    puasa Romadlon
    dan aku
    memerintahkan
    untuk
    menghidupkan
    malam-malam
    Romadlon, maka
    barangsiapa yang
    berpuasa dan
    beribadah malam
    disertai iman dan
    mengharap ridlo
    Allah maka
    terhapuslah seluruh
    dosanya seperti
    halnya bayi yang
    dilahirkan ibunya
    1. Memperbany
    ak Shodaqoh
    sebagaimana
    sabda Nabi
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
    ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
    ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
    ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
    ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
    ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
    ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
    ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
    ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
    ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
    ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
    ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
    Artinya :
    Sesungguhnya
    puasa menjadi
    perisai dari api
    neraka dan
    sesungguhnya
    shodaqoh
    menghapus dosa
    seperti halnya air
    memadamkan api,
    sesungguhnya
    ibadah malamnya
    seorang laki-laki
    juga bisa
    menghapus dosa.
    Berarti puasa,
    shodaqoh,
    beribadah malam
    adalah hal-hal yang
    bisa menghapus
    dosa sendiri-sendiri,
    maka jika tiga hal
    ini berkumpul
    menjadi satu, tentu
    dosa seorang
    hamba akan lebih
    terampuni
    1. Membaca Al
    Qur’an
    sebagaimana
    sabda
    Rosulullah
    SAW
    ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
    ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
    Artinya : Ibadah
    ummatku yang
    paling utama adalah
    membaca Al
    Qur’an
    Tentang Sholat
    Witir, Tasbih secara
    berjama’ah
    Sebagaimana yang
    telah kita ketahui,
    bahwa sholat
    sunnah ada yang
    disunahkan
    dilakukan dengan
    cara berjama’ah
    seperti Sholat
    Tarawih, Sholat Idul
    Fithri, Idul Adha, ada
    yang disunahkan
    tidak berjama’ah
    [i] seperti Sholat
    Tasbih dan Sholat
    Witir.
    Kemudian
    bagaimana jika
    sebagian
    masyarakat kita
    melakukan sholat
    tasbih, sholat witir
    dengan
    berjama’ah??
    Para ulama’ telah
    membahas hal ini
    secara mendalam
    seperti yang telah
    termaktub dalam
    kitab Bughgyatul
    Mustarsyidin hlm
    67 :
    ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
    ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
    ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
    ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
    ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
    ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
    ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
    ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
    ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
    ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
    ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
    ﻣﻨﻬﺎ
    Artinya :
    Diperbolehkan
    sholat berjamaah
    pada semisal sholat
    witir dan tasbih, hal
    itu tidak makruh
    dan juga tidak
    mendapatkan
    pahala, akan tetapi
    jika sholat
    berjamaah
    dilakukan dalam
    rangka mengajari
    dan mendorong
    masyarakat
    melakukan
    msholaat tersebut
    maka tetap
    mendapatkan
    pahala, dengan
    catatan jika tidak
    disertai dengan hal-
    hal yang dilarang
    seperti menyakiti
    orang lain atau
    menimbulkan
    pemahaman
    masyarakat awam
    bahwa sholat
    tersebut
    disyari’atkan
    berjama’ah, jika
    demikian maka
    diharamkan serta
    tidak diperbolehkan
    Tentang Sholat
    Lailatul Qodar
    Dalam kitab
    Durrotun Nasihin
    hlm 272
    diriwayatkan dari
    Ibn Abbas dari Nabi
    SAW :
    ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
    ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
    ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
    ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
    ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
    ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
    ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
    ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
    ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
    ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
    ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
    Artinya :
    Barangsiapa sholat
    di malam Lailatul
    Qodar dua raka’at
    dengan membaca
    surat fatihah 1x, al
    Ikhkas 7x pada
    setiap rakaatnya,
    ketika salam
    membaca
    ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
    maka ia tidak akan
    bediri dari tempat
    duduknya sehingga
    Allah
    mengampuninya
    dan mengampuni
    kedua orang tuanya
    dan Allah
    memerintahkan
    para malaikat ke
    surga untuk
    menanami pohon-
    pohon, membangun
    istana-istana,
    mengalirkan
    sungai-sungai,
    kemudian orang
    tersebut tidak akan
    mati sebelum
    melihat itu semua
    Atas hadits ini,
    masyarakat kita
    bersemangat
    melakukan
    kegiatan sholat
    pada malam Lailatul
    Qodar yang
    kemudian
    menyebutnya
    dengan sholat
    Lailatul Qadar
    meskipun dari
    syara’ tidak ada
    pemakaian istilah
    tersebut.
    Pada hadits
    tersebut
    sebenarnya secara
    umum adalah suatu
    perintah dari
    Rosulullah untuk
    ummatnya supaya
    lebih giat
    melakukan sholat
    pada malam lailatul
    qadar, akan tetapi
    bagaimana mungkin
    kita dapat
    mengetahui malam
    lailatul qadar yang
    merupakan rahasia
    Allah ?
    Dalam kitab
    Dzikroyat wa
    Munasabat
    karangan Syeikh
    Muhammad bin Alwi
    Al Maliki dijelaskan
    bahwa pada
    permasalahan di
    atas terdapat khilaf
    para ulama’.
    Menurut imam Ath
    Thobari, Al Mahlab
    dan Ibn Araby serta
    segolongan para
    ulama yang lain
    berpendapat bahwa
    meskipun
    seseorang
    melakukan sholat
    sunah tetapi tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar maka orang
    tersebut tetap
    mendapatkan
    pahala sedangkan
    menurut mayoritas
    ulama orang
    tersebut tidak
    mendapatkan
    pahala sebelum
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar
    Lebih lanjut Al
    Hafidz Ibn Hajar Al
    Haitami
    menjelaskan
    tentang seseorang
    yang sholat mencari
    lailatul qadar
    meskipun tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar bahkan tidak
    bertepatan dengan
    lailatul qadar tetap
    mendapatkan
    pahala yang besar
    meskipun tidak
    seperti pahala
    orang yang
    bertepatan dengan
    lailatul qadar
    [ii]
    Kemudian, sholat
    apakah yang
    dilaksanakan pada
    malam tersebut ?
    Secara jelas dalam
    kitab-kitab
    mu’tabaroh tidak
    ada istilah sholat
    lailatul qadar
    ,
    menurut hemat
    penulis sholat
    lailatul qodar hanya
    sebagai istilah
    semata untuk
    sholat-sholat yang
    difokuskan pada
    malam-malam yang
    kemungkinan besar
    adalah malam
    lailatul qadar.
    Malam ini
    sebagaimana sabda
    Rosulullah adalah
    sepuluh malam
    yang akhir pada
    bulan romadlon.
    Dengan demikian
    pada malam-malam
    tersebut diisi
    dengan berbagai
    macam sholat
    sunat, misalnya diisi
    dengan sholat hajat
    dalam rangka
    mencari lailatul
    qadar dengan niat :
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
    ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Sebagaimana dalam
    kitab Riyadlul
    Badi’ah hlm 37
    ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
    ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
    ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
    .
    Artinya Yang
    termasuk sholat
    sunnah yang tidak
    disuknahkan
    berjamaah adalah
    sholat hajat.
    Adapun sholat hajat
    dapat sah dilakukan
    dengan sholat dua
    rakaat yang
    didalamnya
    menyebutkan niat
    untuk terkabulnya
    suatu hajatnya.
    Atau diisi dengan
    sholat sunnah
    mutlak dengan niat
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Kesimpulan : Sholat
    lailatul qadar
    sebenarnya tidak
    ada, yang ada
    adalah sholat
    sunnah yang
    dilakukan pada
    malam-malam
    dimana malam
    tersebut
    kemungkinan besar
    bertepatan dengan
    Lailatul Qadar
    dengan diisi sholat
    sunnah mutlak,
    tasbih, hajat atau
    sholat-sholat yang
    disyari’atkan
    lainnya
    Tentang
    Membangunkan
    Sholat Malam di
    Malam-malam
    terakhir Bulan
    Romadlon
    ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
    ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
    ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
    ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
    ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
    .
    Diriwayatkan oleh
    Imam Bukhori dan
    Muslim dari Siti
    A’isyah RA
    berkata : Rosulullah
    SAW ketika
    memasuki sepuluh
    hari terakhir
    mengencangkan
    sarungnya,
    menghidupkan
    malamnya dan
    membangunkan
    keluarganya.
    Hal ini
    mengingatkan kita
    tentang betapa
    mulyanya sepuluh
    hari akhir bulan
    Romadlon sehingga
    Nabi memberi
    contoh kepada kita
    untuk turut serta
    mengajak keluarga
    dalam beribadah
    pada hari-hari
    tersebut, akan
    tetapi dengan
    ajakan yang bijak,
    jangan sampai
    mengganggu orang
    lain.
    Demikian yang
    dapat kami
    rangkum, semoga
    bermanfaat…
    Kiranya ada
    kesalahan kami
    mohon maaf dan
    koreksi para
    pembaca.
    ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
    Di rangkum oleh : H.
    M. Shofi Al Mubarok
    Baidlowie
    Ditashhih oleh : KH.
    Ahmad Mabadi
    (ketua Dewan Syuro
    MWC NU
    Tanggungharjo)
    Makalah ini pernah
    dipublikasikan
    ramadahan tahun
    kemarin (1431 H)
    dan disampaikan
    saat khotbah
    jum’at
    (eNKa)
    Brabo, 29 Juli 2011
    [i] Ianatuth Tholibin
    Vol I hlm 284, Darul
    fikr
    [ii] Dzikriyat wa
    Munasabat, Syeikh
    Muhammad Ibn Alwi
    Al Maliki Al Makky
    hlm 196ng
    selalu di rindukan
    Nabi untuk
    seterusnya
    mendapakan ridlo
    dan ampunanNya.
    Amin
    Amaliah bulan
    Romadlon
    1. Melakukan
    puasa wajib
    bagi setiap
    muslim,
    baligh,
    berakal. Allah
    SWT
    berfirman
    ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
    ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
    ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
    Artinya : Hai orang
    orang yang beriman
    difardlukan atas
    kamu berpuasa,
    sebagaimana telah
    difardlukan atas
    orang-orang
    sebelum kamu,
    supaya kamu
    bertakwa
    1. Menghidupka
    n malam-
    malam bulan
    Romadlon
    dengan
    memperbany
    ak ibadah,
    diantaranya
    dengan
    sholat
    Tarawih,
    sholat tasbih,
    sholat
    tahajjud,
    sholat witir
    sebagaimana
    sabda Nabi
    Muhammad
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
    ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
    ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
    ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
    ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
    Artinya :
    Sesungguhnya Allah
    SWT mewajibkan
    puasa Romadlon
    dan aku
    memerintahkan
    untuk
    menghidupkan
    malam-malam
    Romadlon, maka
    barangsiapa yang
    berpuasa dan
    beribadah malam
    disertai iman dan
    mengharap ridlo
    Allah maka
    terhapuslah seluruh
    dosanya seperti
    halnya bayi yang
    dilahirkan ibunya
    1. Memperbany
    ak Shodaqoh
    sebagaimana
    sabda Nabi
    SAW
    ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
    ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
    ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
    ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
    ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
    ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
    ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
    ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
    ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
    ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
    ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
    ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
    Artinya :
    Sesungguhnya
    puasa menjadi
    perisai dari api
    neraka dan
    sesungguhnya
    shodaqoh
    menghapus dosa
    seperti halnya air
    memadamkan api,
    sesungguhnya
    ibadah malamnya
    seorang laki-laki
    juga bisa
    menghapus dosa.
    Berarti puasa,
    shodaqoh,
    beribadah malam
    adalah hal-hal yang
    bisa menghapus
    dosa sendiri-sendiri,
    maka jika tiga hal
    ini berkumpul
    menjadi satu, tentu
    dosa seorang
    hamba akan lebih
    terampuni
    1. Membaca Al
    Qur’an
    sebagaimana
    sabda
    Rosulullah
    SAW
    ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
    ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
    Artinya : Ibadah
    ummatku yang
    paling utama adalah
    membaca Al
    Qur’an
    Tentang Sholat
    Witir, Tasbih secara
    berjama’ah
    Sebagaimana yang
    telah kita ketahui,
    bahwa sholat
    sunnah ada yang
    disunahkan
    dilakukan dengan
    cara berjama’ah
    seperti Sholat
    Tarawih, Sholat Idul
    Fithri, Idul Adha, ada
    yang disunahkan
    tidak berjama’ah
    [i] seperti Sholat
    Tasbih dan Sholat
    Witir.
    Kemudian
    bagaimana jika
    sebagian
    masyarakat kita
    melakukan sholat
    tasbih, sholat witir
    dengan
    berjama’ah??
    Para ulama’ telah
    membahas hal ini
    secara mendalam
    seperti yang telah
    termaktub dalam
    kitab Bughgyatul
    Mustarsyidin hlm
    67 :
    ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
    ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
    ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
    ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
    ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
    ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
    ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
    ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
    ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
    ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
    ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
    ﻣﻨﻬﺎ
    Artinya :
    Diperbolehkan
    sholat berjamaah
    pada semisal sholat
    witir dan tasbih, hal
    itu tidak makruh
    dan juga tidak
    mendapatkan
    pahala, akan tetapi
    jika sholat
    berjamaah
    dilakukan dalam
    rangka mengajari
    dan mendorong
    masyarakat
    melakukan
    msholaat tersebut
    maka tetap
    mendapatkan
    pahala, dengan
    catatan jika tidak
    disertai dengan hal-
    hal yang dilarang
    seperti menyakiti
    orang lain atau
    menimbulkan
    pemahaman
    masyarakat awam
    bahwa sholat
    tersebut
    disyari’atkan
    berjama’ah, jika
    demikian maka
    diharamkan serta
    tidak diperbolehkan
    Tentang Sholat
    Lailatul Qodar
    Dalam kitab
    Durrotun Nasihin
    hlm 272
    diriwayatkan dari
    Ibn Abbas dari Nabi
    SAW :
    ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
    ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
    ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
    ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
    ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
    ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
    ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
    ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
    ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
    ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
    ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
    ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
    ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
    Artinya :
    Barangsiapa sholat
    di malam Lailatul
    Qodar dua raka’at
    dengan membaca
    surat fatihah 1x, al
    Ikhkas 7x pada
    setiap rakaatnya,
    ketika salam
    membaca
    ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
    maka ia tidak akan
    bediri dari tempat
    duduknya sehingga
    Allah
    mengampuninya
    dan mengampuni
    kedua orang tuanya
    dan Allah
    memerintahkan
    para malaikat ke
    surga untuk
    menanami pohon-
    pohon, membangun
    istana-istana,
    mengalirkan
    sungai-sungai,
    kemudian orang
    tersebut tidak akan
    mati sebelum
    melihat itu semua
    Atas hadits ini,
    masyarakat kita
    bersemangat
    melakukan
    kegiatan sholat
    pada malam Lailatul
    Qodar yang
    kemudian
    menyebutnya
    dengan sholat
    Lailatul Qadar
    meskipun dari
    syara’ tidak ada
    pemakaian istilah
    tersebut.
    Pada hadits
    tersebut
    sebenarnya secara
    umum adalah suatu
    perintah dari
    Rosulullah untuk
    ummatnya supaya
    lebih giat
    melakukan sholat
    pada malam lailatul
    qadar, akan tetapi
    bagaimana mungkin
    kita dapat
    mengetahui malam
    lailatul qadar yang
    merupakan rahasia
    Allah ?
    Dalam kitab
    Dzikroyat wa
    Munasabat
    karangan Syeikh
    Muhammad bin Alwi
    Al Maliki dijelaskan
    bahwa pada
    permasalahan di
    atas terdapat khilaf
    para ulama’.
    Menurut imam Ath
    Thobari, Al Mahlab
    dan Ibn Araby serta
    segolongan para
    ulama yang lain
    berpendapat bahwa
    meskipun
    seseorang
    melakukan sholat
    sunah tetapi tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar maka orang
    tersebut tetap
    mendapatkan
    pahala sedangkan
    menurut mayoritas
    ulama orang
    tersebut tidak
    mendapatkan
    pahala sebelum
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar
    Lebih lanjut Al
    Hafidz Ibn Hajar Al
    Haitami
    menjelaskan
    tentang seseorang
    yang sholat mencari
    lailatul qadar
    meskipun tidak
    mengetahui bahwa
    malam itu adalah
    malam lailatul
    qadar bahkan tidak
    bertepatan dengan
    lailatul qadar tetap
    mendapatkan
    pahala yang besar
    meskipun tidak
    seperti pahala
    orang yang
    bertepatan dengan
    lailatul qadar
    [ii]
    Kemudian, sholat
    apakah yang
    dilaksanakan pada
    malam tersebut ?
    Secara jelas dalam
    kitab-kitab
    mu’tabaroh tidak
    ada istilah sholat
    lailatul qadar
    ,
    menurut hemat
    penulis sholat
    lailatul qodar hanya
    sebagai istilah
    semata untuk
    sholat-sholat yang
    difokuskan pada
    malam-malam yang
    kemungkinan besar
    adalah malam
    lailatul qadar.
    Malam ini
    sebagaimana sabda
    Rosulullah adalah
    sepuluh malam
    yang akhir pada
    bulan romadlon.
    Dengan demikian
    pada malam-malam
    tersebut diisi
    dengan berbagai
    macam sholat
    sunat, misalnya diisi
    dengan sholat hajat
    dalam rangka
    mencari lailatul
    qadar dengan niat :
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
    ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
    ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Sebagaimana dalam
    kitab Riyadlul
    Badi’ah hlm 37
    ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
    ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
    ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
    .
    Artinya Yang
    termasuk sholat
    sunnah yang tidak
    disuknahkan
    berjamaah adalah
    sholat hajat.
    Adapun sholat hajat
    dapat sah dilakukan
    dengan sholat dua
    rakaat yang
    didalamnya
    menyebutkan niat
    untuk terkabulnya
    suatu hajatnya.
    Atau diisi dengan
    sholat sunnah
    mutlak dengan niat
    ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
    ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
    Kesimpulan : Sholat
    lailatul qadar
    sebenarnya tidak
    ada, yang ada
    adalah sholat
    sunnah yang
    dilakukan pada
    malam-malam
    dimana malam
    tersebut
    kemungkinan besar
    bertepatan dengan
    Lailatul Qadar
    dengan diisi sholat
    sunnah mutlak,
    tasbih, hajat atau
    sholat-sholat yang
    disyari’atkan
    lainnya
    Tentang
    Membangunkan
    Sholat Malam di
    Malam-malam
    terakhir Bulan
    Romadlon
    ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
    ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
    ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
    ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
    ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
    .
    Diriwayatkan oleh
    Imam Bukhori dan
    Muslim dari Siti
    A’isyah RA
    berkata : Rosulullah
    SAW ketika
    memasuki sepuluh
    hari terakhir
    mengencangkan
    sarungnya,
    menghidupkan
    malamnya dan
    membangunkan
    keluarganya.
    Hal ini
    mengingatkan kita
    tentang betapa
    mulyanya sepuluh
    hari akhir bulan
    Romadlon sehingga
    Nabi memberi
    contoh kepada kita
    untuk turut serta
    mengajak keluarga
    dalam beribadah
    pada hari-hari
    tersebut, akan
    tetapi dengan
    ajakan yang bijak,
    jangan sampai
    mengganggu orang
    lain.
    Demikian yang
    dapat kami
    rangkum, semoga
    bermanfaat…
    Kiranya ada
    kesalahan kami
    mohon maaf dan
    koreksi para
    pembaca.
    ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
    Di rangkum oleh : H.
    M. Shofi Al Mubarok
    Baidlowie
    Ditashhih oleh : KH.
    Ahmad Mabadi
    (ketua Dewan Syuro
    MWC NU
    Tanggungharjo)
    Makalah ini pernah
    dipublikasikan
    ramadahan tahun
    kemarin (1431 H)
    dan disampaikan
    saat khotbah
    jum’at
    (eNKa)
    Brabo, 29 Juli 2011
    [i] Ianatuth Tholibin
    Vol I hlm 284, Darul
    fikr
    [ii] Dzikriyat wa
    Munasabat, Syeikh
    Muhammad Ibn Alwi
    Al Maliki Al Makky
    hlm 196

  16. semoga kita bisa meningkatkan ibadah dimalam Lailatul Qadar ini




Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.