SENTUHAN HATI


Hadiah Ketulusan Cinta

Sentuhan Hati
Oleh Shodiqiel Hafily
Medio Maret 2008

Hati dapat sekeras karang Keangkuhan dapat sekuat baja Tapi, batu dan baja pun Hancur dan lebur Oleh terjangan alun bertubi Kedalaman dan ketawaran bahari Lembut menerobos tiap pori Kalem tapi pasti

Touch Me There.. You’re always there, in my dreams, and I’m wonderfully weak, savoring each of your moist kisses. My desire only heightens as your lips press against every inch of my flesh… except for that one spot, which I won’t tell you about now. And I only ask that you’ll touch me there later.

Touch Me There,” written and designed by Bobette Bryan, 2003 (Eufimisme Sastra Inggris). Kebanyakan orang melihat dan membaca karya seni hanya sebatas permukaan, yakni makna-visual lahiriahnya. Akibatnya, makna-pesan utama di baliknya menjadi kabur. Tak terkecuali pada karya-karya fenomenal yang telah lama beredar seperti Layla-Majnun bagi kebanyakan konsumen-pembaca tak lebih hanya drama cinta yang tragis.

Jangan butakan perasa AndaArt of ArtNudge-nya Basuki Abdullah, atau “PERCEPTION” inipun bagi kebanyakan orang – mungkin tak lebih – hanya image porno.

Tapi, memang begitulah, kata orang bijak di Hikam, karya seni itu ibarat busana. Sebagian orang suka tampil modis lahir-batin seperti Abu Yazid al-Basthomy, sebagian bersahaja sekali lahiriahnya untuk menutupi keagungan batinnya seperti Uwais al-Qarany bahkan sebagian yang lain tampil “gila” sebagai Bahlul yang disuguhkan di Ayat-ayat Cinta. Makanya, untuk menyelamatkan banyak orang dari prasangka negative, Cak Nun bilang, “Don’t ever take me for granted.”[]