Jadi Puasa, Puasa Jadi


"Cuma sekedar tidak makan-minum, anak kecil pun bisa"Jadi Puasa, Puasa Jadi
Oleh Shodiqiel Hafily
18 September 2008

Jika puasa hanya sekedar meninggalkan makan-minum dan tidur seharian, anak kecilpun bisa. Apalagi jika tiba buka puasa segala makanan disantap seperti ‘balas dendam’. Atau.. sekedar ganti waktu makan dengan sajian yang lebih merangsang nafsu makan.

Taruhlah puasa yang kita jalani sebelum baligh tidak kita hitung karena belum menjadi kewajiban-taklif. Jika kita baligh di usia 15 tahun dan usia sekarang 30 tahun berarti sudah 15 kali Ramadhan kita berlatih puasa. Dengan 15 kali pelatihan itu seyogyanya setiap tahun terjadi peningkatan mutu-kualitas. Ada harapan besar di usia 40 tahun puasa kita SUDAH JADI.

JADI PUASA

Kita maklumi bersama bahwa puasa (shiyam) adalah muradif-padanan kata imsak (menahan, mengendalikan diri). Menahan diri dari segala yang membatalkan mulai terbit fajar hingga matahari terbenam disertai niat puasa dan dengan syarat-rukun tertentu, itulah definisi puasa menurut syariat-fikih.

Pengertian ini untuk menegasikan segolongan orang yang berasumsi telah mengambil inti-hakikat puasa tanpa menjalaninya secara syariat. Juga orang diet atau dilarang makan-minum untuk menjalani proses operasi. Tanpa ketentuan yang ditetapkan syariat maka itu semua tidak bisa disebut puasa. Jika terpenuhi ketentuan syarat-rukunnya secara syariat, maka diet atau tarak makan-minum jelang operasi itu JADI PUASA dan bernilai pahala.

PUASA JADI

Asal ada niatan dan kemauan, setiap orang bisa melakukan puasa. Akan tetapi mengimplementasikan dari definisi sempit puasa secara syariat kepada makna general dalam perilaku kehidupan sehari-hari tidak mudah. Mampu mengendalikan dan menahan hawa nafsu, sifat buruk serta perilaku tercela dan menggantinya dengan hal-hal terpuji itulah itulah tujuan puasa.

Maka banyak hadits kita jumpai yang menyatakan bahwa shalat, puasa, haji dsc sia-sia jika pelakunya tidak berperilaku dan berkepribadian baik. Penghayatan dan pengamalan (praktek) dalam keseharian adalah tolok ukur bahwa seseorang itu shalatnya jadi, hajinya jadi dan puasanya JADI. Selama belum demikian maka berapa kalipun Ramadhan berulang-ulang kita jalani terlewatkan begitu saja tanpa arti.

Sebagaimana kata para ulama-hukama berdasarkan hadits, bahwa shalat yang diterima hanyalah yang dimengerti dan dihayati. Dimengerti hakikat pesannya untuk dijalani sebgai bentuk pengabdian kepada Ilahi. Itu berlaku juga bagi jenis-jenis ibadah lainnya.

Puasa yang jadi, itulah yang masuk kualifikasi di ajang Lailatul Qadar. Untuk memudahkan pengertian tentang apa itu Lailatul Qadar, dapat kita misalkan dengan perhelatan Pemilihan Putri Indonesia atau Miss Universe. Allah berkenan mentahbiskan hamba terbaiknya dengan perhelatan acara yang luar biasa meriah mulai hari berganti malam hingga terbit fajar dengan melibatkan para malaikat sebagai panitia yang sibuk luar biasa.

Bedanya dengan pemilihan Putri Indonesia atau Miss Universe, Allah tidak hanya memilih satu saja dari sekian miliar kaum muslimin. Siapapun berhak dipilih sesuai kriteria yang ditetapkan Allah. Boleh jadi pada setiap Ramadhan ada ratusan orang saleh yang terpilih. Semoga Anda termasuk di dalamnya. Best wishes.. []

Baca juga: About Lailatul Qadar dan Hidup 1000 Bulan.