7 Mazhab Cinta


7 Mazhab Cinta

(Refleksi 14 Februari)

Victor Hugo, seorang pujangga Perancis, menyatakan bahwa kebahagiaan terbesr dalam hidup adalah menjadi orang yang dicintai. Dicintai oleh siapa itu akan memberikan nilai berbeda, dicinta oleh personal, komunal, atau lintas sosial yang universal.

Ikatan cinta yang tumbuh dari keterpesonaan mata, pertalian darah-kekerabatan (kelompok sosial), secara kualitas dan kuantitas juga menentukan hierarki yang mendasar.

Cinta yang fillah dan billah adalah cinta yang hampir terbebas sama sekali dari ego-subjektifitas. Cinta fillah, memberikan cinta kasih secara tulus setulus mentari membagikan kehangatan pada siapapun, billah demi pengabdian tugas, fungsinya, dan potensi yang ada pada dirinya. Cinta hanya memberi tak harap kembali. Sekiranya seseorang terluka karena cinta, pastilah karena dia tak mendapatkan yang diingini, cinta tak pernah melukai.

Cinta itu suci, cinta adalah iluminasi asma ilahi. Kesucian cinta dibuktikan dengan tindaka-tindakan yang tidak dimurkai ilahi, tidak merusak aturan (norma-etika) pribadi yang fitri.

Cinta adalah hak segala (anak) bangsa. Cinta adalah RASA yang universal dan lintas SARA. Oleh sebab itu, penjajahan dan penjajaan cinta di muka bumi harus dihapuskan.

Tujuh Tipe Cinta

1. Narcissistic Love; mencintai seseorang yang memiliki hampir segala kemiripan dengan anda. Bagi anda, dia seolah cermin yang memantulkan bayangan diri anda.

2. Antonymical Love; karena objek rasa cinta itu begitu eksotis, begitu beda, anda terpikat dan terpesona karenanya. (Bertolak belakang dengan narcissistic love).

3. Practical Love; mencintai seseorang atas dasar keserupaan dengandiri anda dalam nilai-nilai dan tujuan hidup. Anda berharap dapat menggapainya bersama-sama.

4. Redemtive Love; anda jatuh cinta karena objek rasa cinta itu akan memberikan hal yang sama, rasa cinta yang membuat hidup anda terasa lebih berharga dan lebih bermakna.

5. Self-loathing Love; anda jatuh cinta kepada seseorang yang memperlakukan anda dengan buruk, anda merasa patut mendapatkannya. Pada level ekstrem, hubungan dapat melibatkan caci maki dan kekerasan fisik. (Kebalikan dari narcissistic love).

6. Savior-complex Love; anda mencintai seseorang dengan asumsi dapat menyelamatkan atau memperbaiki “broke” yang diderita olehnya, anda tampil seolah pahlawan. (Kebalikan escapist love).

7. Escapist Love; mencintai seseorang yang diharapkan mampu mengubah hidup anda, seseorang yang mampu membawa anda ke luar dari problematika eksistensi diri atau penderitaan psikologis. Secara harfiah bisa dibilang mampu “menyelamatkan anda”.[]