Foto Pribadi Th. 1995Medio Maret lalu, atas informasi teman sepondok, saya meluncur ke http://www.alkhoirot.com dan http://www.fatihsyuhud.com . Di sana saya dapatkan tutorial blog dan saya save complete. Belajar sambil jalan, saya buat blog WordPress ini, iBlog dan blog di Blog*Spot.
Bukan unjuk kebolehan atau explor kekayaan intelektual, hanya sebentuk partisipasi untuk menyemarakkan dunia jelajah jaringan para akademisi, ulama dan orang-orang pintar dalam budaya baca-tulis. Bergabung dengan masyarakat intelek, saya harapkan ‘kecipratan’ berkah mereka dan, mudah-mudahan, menjadi media persahabatan di dunia maya untuk saling asah dan saling asuh, lita’arofu.
Tidak seperti Anda maupun yang lain-lain, saya bahkan tidak punya gelar akademik. Sebenarnya, gelar-gelar itu penting. Pepatah Arabia menyatakan, katsrat al-ism tadullu ‘ala syarof al-musamma, banyaknya nama-nama gelar (strata-disiplin ilmu) menunjukkan kemuliaan si empunya nama. Beda dengan Bung Hatta yang menyatakan lebih baik berilmu seperti sarjana ketimbang sarjana yang kurang berilmu, hingga saat ini, saya masih tetep ingin nerusin kuliah yang dulu mandeg. Bukan untuk meraih gelar kesarjanaannya, tapi saya memang bener-bener masih ingin belajar banyak hal dan tak ingin tersandung sertifikasi di lingkungan saya.
Tentang statement ‘ramalan’ Bung Hatta yang – kini terbukti – dengan maraknya kasus pemalsuan ijazah di kalangan oknum pejabat serta banyaknya sarjana yang kurang siap, bagi saya adalah soal lain. Termasuk juga mengguritanya korupsi, mafia peradilan, pelanggaran hak cipta (pembajakan, copy-paste karya orang lain), dll oleh sejumlah kalangan dengan sederet gelar kesarjanaan dari pelbagai disiplin ilmu, menurut saya, lebih disebabkan mentalitas dan misorientasi-disfungsi ilmu, tidak memberikan pencerahan alias terselubung kabut syahwat dan impian yang membutakan. Siapa sich yang ga’ ‘ngerti dosa-dosa semacam itu?!
Oleh karena itu, saya termasuk siapapun Anda, mesti tampil dengan norma, etika dan budaya kaum intelek dengan kreatifitas-karya layaknya mereka, ilmiah dan apa adanya. Fatasyabbahu in lam takunu mitslahum, inna al-tasyabbuh bi al-kirom falah, serupakan saja dirimu jika engkau bukan kalangan mereka, karena meniru dan mengidolakan orang-orang mulia itu keberuntungan juga.
Orang dapat mengenali dan menilai yang lain diantaranya dengan tulisannya. Jadi, silakan buka-buka halaman bilik-bilik ‘rumah’ saya yang sederhana ini yang sebagian besar hanya merupakan anthology dari buku saya, Samudera Keilahian. Siapa tahu anda dapatkan setitik manfaat.[]