Tagged: Haji Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • My Paradise 8:59 pm on 8 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: Haji, Madinah, Makkah, Umrah   

    Predikat Haji Mabrur 

    Dari tahun ke tahun, Makkah terus bersolekPredikat Haji Mabrur
    Oleh Shodiqiel Hafily
    11 Dz Hijjah 1429 H

    Haji yang merupakan rukun Islam ke-5 itu secara harfiah berarti “menuju” yakni menuju Bayt Allah di Makkah Al-Mukarramah. Term fikih mendefinisikannya sebagai serangkaian ibadah (manasik) tertentu yang dilakukan di tanah suci Makkah yang dimulai dengan ihram dan ditutup dengan tahallul dengan syarat rukun tertentu.
    (More …)

    Iklan
     
    • fuadi lkirom 8:14 pm on 9 Desember 2008 Permalink

      Suatu hari ada seseorang yang sudah menunaikan ibadah haji. Ketika dia mendatangi sebuah musyawarah, ada seseorang disodori buku tamu, kebetulan sekalian dia diminta menuliskan namanya. Tatkala seseorang itu menuliskan nama dia yang sebenarnya, setelah di tulis, tiba tiba saja orang itu mendapat komplain sama dia, setelah orang itu tahu permasalahannya ternyata masalah nama dia gak rela dengan nama sesungguhnya, dia pinginnya dengan nama yang sudah memakai gelar “HA” di depan nama dia.. .

      + Soal nama-nama (gelar), saya tulis sederhana di About Me.

      Suka

    • miftah 1:20 am on 4 Januari 2009 Permalink

      Setuju Pak Sodik. Ukuran mabrur itu bukanlah dilihat dari gelar “H” atau “Hj”nya . Atau diukur dari seberapa banyak orang memanggilnya ‘Abah’, ‘Umik’,Wak Kaji atau Bukaji. Tapi ukurlah mabrur itu dari ihlasnya beramal serta kebermaknaan dalam hidup. Sekali-kali jadilah seperti gula, walaupun tidak pernah disebut-sebut misalnya: teh gula manis, kopi gula manis, kue bikang gula, atau sebutan gula-gula lainnya. Orang hanya menyebut teh manis, kopi manis, kue bikang, toh gula diam saja. dan sebutan-sebutan itu menurut gula tidaklah penting. Yang penting kebermanfaatannya.
      Aduh aku kaget Pak Sodik, pean kok wis mahir bikin blog. aku wuruk’ono. Aku minta info alamat email atawa no hpne pean. biar bisa komunikasi intens. Ingat ‘proyektor’, pasti ingat saya.Trims.

      + Wah, ada kunjungan spesial nih, teman seajang sepemondokan. Para pembaca harap baca komentar Pak Mifta sebagai lanjutan posting juga, perumpamaan yang pas dan tepat.
      Kalau ingat ‘proyektor’ ingat juga ‘sak sedotan, Kang‘. Monggo belajar bareng-bareng, kapan/di mana ada kecocokan waktu dan tempat. Syukron ala husn ihtimamikum..

      Suka

  • My Paradise 9:08 am on 17 May 2008 Permalink | Balas
    Tags: Haji, Ilmu Hakikat, Kasyaf, Mukasyafah,   

    Kecerdasan Nurani 

    Menyelami Dasar LahutanKecerdasan Nurani
    (Tajally – Kasyaf)
    Oleh Shodiqiel Hafily
    30 Desember 2007

    Para pakar (saintis) telah memetakan banyak kecerdasan sebagai suatu kecakapan atau kemampuan dengan segala kategorinya; IQ, ESQ, MQ.

    Qur’an banyak menyinggung masyarakat dengan pernyataan khas: ulu al-albab (ahli bidang inti-metafisik), ulu al-abshar (ahli bidang ayat kawniyat), qawm yafqahun (ahli olah hati), qawm ya’qilun (ahli olah logika), qawm yatafakkarun (ahli perenungan) dll. Semua itu menjadi petunjuk bahwa dalam memahami ayat-ayat Allah, manusia menangkap isi pesan dengan pranala yang berbeda-beda, sesuai tingkat kemampuan dan latar belakang sosio-kulturalnya.

    (More …)

     
    • fuadi lkirom 10:57 pm on 5 Desember 2008 Permalink

      wah kolom ini sangat asyik membacanya, banyak pengetahuan didapat dari bacaan ini…

      + Moga bermanfaat..

      Suka

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal