Tagged: Lailatul Qadar Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • My Paradise 9:14 am on 25 September 2008 Permalink | Balas
    Tags: , Lailatul Qadar, Shalat Lailatul Qadar   

    Shalat Lailatul Qadar 

    Shalat Lailatul Qadar
    Oleh Shodiqiel Hafily
    26 Ramadhan 1429 H

    Di daerah saya, pada malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadhan, terdapat beberapa kelompok jamaah shalat Lailatul Qadar. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mencela atau menyalahkan masyarakat yang coba meningkatkan ibadahnya kepada Tuhan. Hanya saja, hingga sejauh ini, saya belum menemukan referensi tersurat/tersirat yang merujuk kepada keterangan hadits Nabi saw terkait shalat Lailatul Qadar tersebut.

    (More …)

    Iklan
     
    • Zainal 7:37 am on 12 September 2009 Permalink

      Saya rasa dengan tidak menyindir perbuatan orang lain itu lebih bijak, karna menjaga aib sesama muslim maka Allah akan menjaga aib kita. Begitulah sebaliknya. Jika kita menolong sesama muslim maka Allah akan menolong kita dan itu ilmu pasti, tapi dengan tidak mencela perbuatan orang lain. Wallahu (a’lam) bissowab.

      + Kadang, kita bicara apa adanya tapi ada orang lain tersindir. Memang, kulit yang sakit itu tersiram air tawarpun terasa perih.

      Suka

    • penanti rahmat allah 5:54 am on 30 Agustus 2010 Permalink

      trims…

      Suka

    • muna al anshori 10:25 pm on 4 Agustus 2011 Permalink

      ini kayaknya curhat sambil mencaci dan menyindir yua???
      klo aq pilih tarawih 20 rokaat…
      lebih banyak lebih baik,shollat lailatul qodar oke…
      terserah antum saja,mau ngerjain oke..gak ngerjain gak masalah,yg penting jangan mencela itu saja….
      ngapain repot2…ngurusin ibadah orang lain????
      heppy..heppy aja lagi…

      Suka

    • baidhowy ahmad 2:16 am on 17 Agustus 2011 Permalink

      apabila manusia merasa heran/ terheran-heran terhadap banyakny jumlah pemberian tuhannya (ALLAH SWT), berarti sesungguhnya dia belum mengenal tuhannya secara utuh, dan apabila merasa ibadahnya sudah banyak kpd tuhanny, berarti sesungguhnya dia belum sadar bhw dia manusia yg faqir (miskin iman/ilmu/dan ibadah). Krn sifat manusia yg faqir, bermodal sdikit berharap hasil yg bnyk lgi mlimpah, pdhal smua sdh ada takarannya. Ex other: bpk Rakusiu dan ibu Pelitia ingin membeli ssuatu yg no.1 kualitasny, tpi dg harga yg no.3 (kualitas terbaik ingin didpt dg harga termurah), begitulah kata si Mizania ttg kdua ortuny itu (Mizania adl anak prtama dri bpk Rakusiu dg ibu Pelitia).
      Mudah2n qta tdk trmsuk mahluk yg spt itu (trlalu rakus-pelit-mngndlkn akal/timbngn/mizan), tpi Mudah2an slalu trmsuk umat Muhammat yg ahlussunnah wal jama’ah, kuwat iman, islam, dan ihsan biridhoillaahi, amin…

      Suka

    • yahya 8:08 pm on 20 Agustus 2011 Permalink

      klo sholat itu g jelas kan namax bid ah ya kan….
      trus hukum bid’ah apa……
      dosa kan….. ya gitu…..

      Suka

    • syuhud 9:05 pm on 20 Agustus 2011 Permalink

      terimakasih infonya,asal jangan ngelarang saja mas,karena hanya syetan yang anti sholat..heuheuuuu

      Suka

    • Dani F 10:54 pm on 21 Agustus 2011 Permalink

      Allah pasti maha mengetahui,,
      trus klu ga’ dbolehin,dkit2x bi’dah ap yg ga’ bolehin itu panitia ny..
      Smuany itu yg nilai hny Allah,,
      bkan manusia..
      Mmperbaiki iman orang laen boleh.
      Asal jngan yg brlebihan…
      Piece aj kali..
      Makasih..

      Suka

    • Rohmani Cah Ci-led 9:31 am on 24 Agustus 2011 Permalink

      ga usah di buat serius, ibadah tetep ibadah yg nrima kan alloh!!!

      Suka

    • awam 9:07 pm on 24 Agustus 2011 Permalink

      smua bidah adlah dosa,apkah kta mau mgkoreksi prntah dn larngan Allah swt.shlat yg ta ada tntunannya dosa,mski khsuk mlakukanya..

      Suka

    • ast767 8:55 pm on 26 Agustus 2011 Permalink

      hahahhah,,ane ngakak bacanya,,, ngurusin orang shalat??? Allah bro yg menilai,, semuanya tergantung niatnya,, bukan kamu yang menilai…. hahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahahahahaha

      Suka

    • awam 8:07 am on 27 Agustus 2011 Permalink

      bnar skli,tp untk org2 bdoh sprti anda2 ini hrs ada yg britau jgn asl shlat..

      Suka

    • Bayu 8:19 pm on 27 Agustus 2011 Permalink

      Emang smua bid’ah dosa ya mas?. Pngertian bid’ah itu apa y.? Klo bc hadis jgn stgh2. Ko ibadah diributin. Hrsnya naik mobil jg bid’ah krn tdk ada pada zaman nabi.

      Suka

    • عافي بدر التمام 11:38 pm on 14 Desember 2011 Permalink

      TENTANG SHOLAT LAILATIL QODR

      Keistimewaan Bulan Romadhon

      Romadlon
      Alhamdulillah Allah
      SWT memberikan
      anugerah kepada
      kita semua dengan
      berkesempatan
      bertemu dengan
      Keistimewaan Bulan
      bulan Romadlon,
      bulan yang selalu
      dirindukan Nabi
      agung Muhammad
      SAW dalam
      sabdanya
      ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺭﺟﺐ
      ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ
      “Ya Allah
      anugrahkan kepada
      kami keberkahan di
      bulan Rajab dan
      Sya’ban, berikan
      kesempatan pada
      kami bertemu
      dengan bulan
      romadlon”
      Bahkan beliau lebih
      lanjut menerangkan
      ﻣﻦ ﻓﺮﺡ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭ ﻣﻀﺎﻥ
      ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﺪﻩ ﻋﻠﻰ
      ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ
      “Barang siapa
      yang bersuka cita
      atas datangnya
      bulan romadlon
      maka Allah
      mengharamkan
      jasadnya terkena
      percikan api
      neraka”.
      Yang menjadi
      pertanyaan
      mengapa Nabi
      agung Muhammad
      SAW selalu
      merindukan bulan
      romadlon bahkan
      memerintah
      umatnya untuk
      menyambutnya
      dengan suka cita?
      kiranya banyak
      riwayat yang
      menjelaskan
      keagungan bulan
      romadlon
      diantaranya
      ﺍﻋﻄﻴﺖ ﺍﻣﺘﻰ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ
      ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ
      ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻰ ﺍﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ:
      ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ
      ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﻨﻈﺮ
      ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻣﻦ
      ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ
      ﺍﺑﺪﺍ،ﺍﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ:ﻓﺎﻥ
      ﺧﻠﻮﻑ ﺍﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ
      ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺍﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ
      ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ،ﻭﺍﻣﺎ
      ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ:ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
      ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ
      ﻭﻟﻴﻠﺔ،ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ:
      ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ
      ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ:
      ﺍﺳﺘﻌﺪﻯ ﻭﺗﺰﻳﻨﻰ
      ﻟﻌﺒﺎﺩﻯ ﺍﻭﺷﻚ ﺍﻥ
      ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ
      ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﻰ ﺩﺍﺭﻯ
      ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻰ،ﻭﺍﻣﺎ
      ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ:ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ
      ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﻢ
      ﺟﻤﻴﻌﺎ.ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ
      ؟ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻫﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
      ﻓﻘﺎﻝ ﻻ،ﺍﻟﻢ ﺗﺮ ﺍﻟﻰ
      ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺎﺫﺍ
      ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ
      ﺍﺟﻮﺭﻫﻢ
      .
      Umatku di beri 5
      keistimewaan yang
      tidak di berikan
      kepada selainnya
      1. Malam pertama
      bulan Romadlon
      Allah memberikan
      rohmatNya dan
      barang siapa yang
      telah mendapat
      rohmatNya maka
      Allah SWT tidak
      akan menyiksanya
      selamanya
      2. Di sisi Allah SWT
      bau tidak sedap
      orang puasa lebih
      wangi dari pada
      minyak misik
      3. Setiap hari setiap
      malam Malaikat
      selalu memohonkan
      ampun kepada
      Umat Nabi
      Muhammad SAW
      4. Allah SWT
      memerintahkan
      kepada surga untuk
      bersiap dan
      memperindah
      segala kenikmatan
      di dalamnya
      5. Malam terakhir
      bulan romadlon
      Allah SWT
      memberikan
      ampunan kepada
      semua umat
      Muhammad.
      Kemudian salah
      seorang sahabat
      bertanya kepada
      Nabi ”Apakah
      ampunan itu
      diberikan karena
      seseorang
      mendapat lailatul
      qodar? ”Nabi
      menjawab “Tidak!
      Bukankah para
      pekerja ketika
      selesai bekerja
      mereka
      mendapatkan
      upah? Demikianlah,
      seseorang yang
      telah melaksanakan
      tugas puasa dengan
      sempurna akan
      mendapatkan upah
      ampunan dari Allah
      SWT.
      Semoga kita semua
      termasuk orang
      yang selalu bersuka
      cita menyambut
      Romadlon,
      menggunakan
      sebaik-baiknya
      kesempatan
      bertemu bulan yang
      selalu di rindukan
      Nabi untuk
      seterusnya
      mendapakan ridlo
      dan ampunanNya.
      Amin
      Amaliah bulan
      Romadlon
      1. Melakukan
      puasa wajib
      bagi setiap
      muslim,
      baligh,
      berakal. Allah
      SWT
      berfirman
      ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
      ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
      ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
      ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
      Artinya : Hai orang
      orang yang beriman
      difardlukan atas
      kamu berpuasa,
      sebagaimana telah
      difardlukan atas
      orang-orang
      sebelum kamu,
      supaya kamu
      bertakwa
      1. Menghidupka
      n malam-
      malam bulan
      Romadlon
      dengan
      memperbany
      ak ibadah,
      diantaranya
      dengan
      sholat
      Tarawih,
      sholat tasbih,
      sholat
      tahajjud,
      sholat witir
      sebagaimana
      sabda Nabi
      Muhammad
      SAW
      ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
      ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
      ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
      ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
      ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
      Artinya :
      Sesungguhnya Allah
      SWT mewajibkan
      puasa Romadlon
      dan aku
      memerintahkan
      untuk
      menghidupkan
      malam-malam
      Romadlon, maka
      barangsiapa yang
      berpuasa dan
      beribadah malam
      disertai iman dan
      mengharap ridlo
      Allah maka
      terhapuslah seluruh
      dosanya seperti
      halnya bayi yang
      dilahirkan ibunya
      1. Memperbany
      ak Shodaqoh
      sebagaimana
      sabda Nabi
      SAW
      ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
      ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
      ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
      ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
      ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
      ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
      ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
      ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
      ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
      ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
      ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
      ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
      Artinya :
      Sesungguhnya
      puasa menjadi
      perisai dari api
      neraka dan
      sesungguhnya
      shodaqoh
      menghapus dosa
      seperti halnya air
      memadamkan api,
      sesungguhnya
      ibadah malamnya
      seorang laki-laki
      juga bisa
      menghapus dosa.
      Berarti puasa,
      shodaqoh,
      beribadah malam
      adalah hal-hal yang
      bisa menghapus
      dosa sendiri-sendiri,
      maka jika tiga hal
      ini berkumpul
      menjadi satu, tentu
      dosa seorang
      hamba akan lebih
      terampuni
      1. Membaca Al
      Qur’an
      sebagaimana
      sabda
      Rosulullah
      SAW
      ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
      ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
      Artinya : Ibadah
      ummatku yang
      paling utama adalah
      membaca Al
      Qur’an
      Tentang Sholat
      Witir, Tasbih secara
      berjama’ah
      Sebagaimana yang
      telah kita ketahui,
      bahwa sholat
      sunnah ada yang
      disunahkan
      dilakukan dengan
      cara berjama’ah
      seperti Sholat
      Tarawih, Sholat Idul
      Fithri, Idul Adha, ada
      yang disunahkan
      tidak berjama’ah
      [i] seperti Sholat
      Tasbih dan Sholat
      Witir.
      Kemudian
      bagaimana jika
      sebagian
      masyarakat kita
      melakukan sholat
      tasbih, sholat witir
      dengan
      berjama’ah??
      Para ulama’ telah
      membahas hal ini
      secara mendalam
      seperti yang telah
      termaktub dalam
      kitab Bughgyatul
      Mustarsyidin hlm
      67 :
      ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
      ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
      ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
      ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
      ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
      ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
      ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
      ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
      ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
      ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
      ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
      ﻣﻨﻬﺎ
      Artinya :
      Diperbolehkan
      sholat berjamaah
      pada semisal sholat
      witir dan tasbih, hal
      itu tidak makruh
      dan juga tidak
      mendapatkan
      pahala, akan tetapi
      jika sholat
      berjamaah
      dilakukan dalam
      rangka mengajari
      dan mendorong
      masyarakat
      melakukan
      msholaat tersebut
      maka tetap
      mendapatkan
      pahala, dengan
      catatan jika tidak
      disertai dengan hal-
      hal yang dilarang
      seperti menyakiti
      orang lain atau
      menimbulkan
      pemahaman
      masyarakat awam
      bahwa sholat
      tersebut
      disyari’atkan
      berjama’ah, jika
      demikian maka
      diharamkan serta
      tidak diperbolehkan
      Tentang Sholat
      Lailatul Qodar
      Dalam kitab
      Durrotun Nasihin
      hlm 272
      diriwayatkan dari
      Ibn Abbas dari Nabi
      SAW :
      ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
      ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
      ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
      ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
      ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
      ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
      ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
      ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
      ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
      ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
      ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
      ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
      ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
      ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
      ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
      Artinya :
      Barangsiapa sholat
      di malam Lailatul
      Qodar dua raka’at
      dengan membaca
      surat fatihah 1x, al
      Ikhkas 7x pada
      setiap rakaatnya,
      ketika salam
      membaca
      ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
      ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
      maka ia tidak akan
      bediri dari tempat
      duduknya sehingga
      Allah
      mengampuninya
      dan mengampuni
      kedua orang tuanya
      dan Allah
      memerintahkan
      para malaikat ke
      surga untuk
      menanami pohon-
      pohon, membangun
      istana-istana,
      mengalirkan
      sungai-sungai,
      kemudian orang
      tersebut tidak akan
      mati sebelum
      melihat itu semua
      Atas hadits ini,
      masyarakat kita
      bersemangat
      melakukan
      kegiatan sholat
      pada malam Lailatul
      Qodar yang
      kemudian
      menyebutnya
      dengan sholat
      Lailatul Qadar
      meskipun dari
      syara’ tidak ada
      pemakaian istilah
      tersebut.
      Pada hadits
      tersebut
      sebenarnya secara
      umum adalah suatu
      perintah dari
      Rosulullah untuk
      ummatnya supaya
      lebih giat
      melakukan sholat
      pada malam lailatul
      qadar, akan tetapi
      bagaimana mungkin
      kita dapat
      mengetahui malam
      lailatul qadar yang
      merupakan rahasia
      Allah ?
      Dalam kitab
      Dzikroyat wa
      Munasabat
      karangan Syeikh
      Muhammad bin Alwi
      Al Maliki dijelaskan
      bahwa pada
      permasalahan di
      atas terdapat khilaf
      para ulama’.
      Menurut imam Ath
      Thobari, Al Mahlab
      dan Ibn Araby serta
      segolongan para
      ulama yang lain
      berpendapat bahwa
      meskipun
      seseorang
      melakukan sholat
      sunah tetapi tidak
      mengetahui bahwa
      malam itu adalah
      malam lailatul
      qadar maka orang
      tersebut tetap
      mendapatkan
      pahala sedangkan
      menurut mayoritas
      ulama orang
      tersebut tidak
      mendapatkan
      pahala sebelum
      mengetahui bahwa
      malam itu adalah
      malam lailatul
      qadar
      Lebih lanjut Al
      Hafidz Ibn Hajar Al
      Haitami
      menjelaskan
      tentang seseorang
      yang sholat mencari
      lailatul qadar
      meskipun tidak
      mengetahui bahwa
      malam itu adalah
      malam lailatul
      qadar bahkan tidak
      bertepatan dengan
      lailatul qadar tetap
      mendapatkan
      pahala yang besar
      meskipun tidak
      seperti pahala
      orang yang
      bertepatan dengan
      lailatul qadar
      [ii]
      Kemudian, sholat
      apakah yang
      dilaksanakan pada
      malam tersebut ?
      Secara jelas dalam
      kitab-kitab
      mu’tabaroh tidak
      ada istilah sholat
      lailatul qadar
      ,
      menurut hemat
      penulis sholat
      lailatul qodar hanya
      sebagai istilah
      semata untuk
      sholat-sholat yang
      difokuskan pada
      malam-malam yang
      kemungkinan besar
      adalah malam
      lailatul qadar.
      Malam ini
      sebagaimana sabda
      Rosulullah adalah
      sepuluh malam
      yang akhir pada
      bulan romadlon.
      Dengan demikian
      pada malam-malam
      tersebut diisi
      dengan berbagai
      macam sholat
      sunat, misalnya diisi
      dengan sholat hajat
      dalam rangka
      mencari lailatul
      qadar dengan niat :
      ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
      ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
      ﺗﻌﺎﻟﻰ
      Sebagaimana dalam
      kitab Riyadlul
      Badi’ah hlm 37
      ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
      ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
      ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
      .
      Artinya Yang
      termasuk sholat
      sunnah yang tidak
      disuknahkan
      berjamaah adalah
      sholat hajat.
      Adapun sholat hajat
      dapat sah dilakukan
      dengan sholat dua
      rakaat yang
      didalamnya
      menyebutkan niat
      untuk terkabulnya
      suatu hajatnya.
      Atau diisi dengan
      sholat sunnah
      mutlak dengan niat
      ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
      ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
      Kesimpulan : Sholat
      lailatul qadar
      sebenarnya tidak
      ada, yang ada
      adalah sholat
      sunnah yang
      dilakukan pada
      malam-malam
      dimana malam
      tersebut
      kemungkinan besar
      bertepatan dengan
      Lailatul Qadar
      dengan diisi sholat
      sunnah mutlak,
      tasbih, hajat atau
      sholat-sholat yang
      disyari’atkan
      lainnya
      Tentang
      Membangunkan
      Sholat Malam di
      Malam-malam
      terakhir Bulan
      Romadlon
      ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
      ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
      ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
      ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
      ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
      ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
      ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
      .
      Diriwayatkan oleh
      Imam Bukhori dan
      Muslim dari Siti
      A’isyah RA
      berkata : Rosulullah
      SAW ketika
      memasuki sepuluh
      hari terakhir
      mengencangkan
      sarungnya,
      menghidupkan
      malamnya dan
      membangunkan
      keluarganya.
      Hal ini
      mengingatkan kita
      tentang betapa
      mulyanya sepuluh
      hari akhir bulan
      Romadlon sehingga
      Nabi memberi
      contoh kepada kita
      untuk turut serta
      mengajak keluarga
      dalam beribadah
      pada hari-hari
      tersebut, akan
      tetapi dengan
      ajakan yang bijak,
      jangan sampai
      mengganggu orang
      lain.
      Demikian yang
      dapat kami
      rangkum, semoga
      bermanfaat…
      Kiranya ada
      kesalahan kami
      mohon maaf dan
      koreksi para
      pembaca.
      ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
      Di rangkum oleh : H.
      M. Shofi Al Mubarok
      Baidlowie
      Ditashhih oleh : KH.
      Ahmad Mabadi
      (ketua Dewan Syuro
      MWC NU
      Tanggungharjo)
      Makalah ini pernah
      dipublikasikan
      ramadahan tahun
      kemarin (1431 H)
      dan disampaikan
      saat khotbah
      jum’at
      (eNKa)
      Brabo, 29 Juli 2011
      [i] Ianatuth Tholibin
      Vol I hlm 284, Darul
      fikr
      [ii] Dzikriyat wa
      Munasabat, Syeikh
      Muhammad Ibn Alwi
      Al Maliki Al Makky
      hlm 196ng
      selalu di rindukan
      Nabi untuk
      seterusnya
      mendapakan ridlo
      dan ampunanNya.
      Amin
      Amaliah bulan
      Romadlon
      1. Melakukan
      puasa wajib
      bagi setiap
      muslim,
      baligh,
      berakal. Allah
      SWT
      berfirman
      ﻳﺎﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻛﺘﺐ
      ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻤﺎ ﻛﺘﺐ
      ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ
      ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ
      Artinya : Hai orang
      orang yang beriman
      difardlukan atas
      kamu berpuasa,
      sebagaimana telah
      difardlukan atas
      orang-orang
      sebelum kamu,
      supaya kamu
      bertakwa
      1. Menghidupka
      n malam-
      malam bulan
      Romadlon
      dengan
      memperbany
      ak ibadah,
      diantaranya
      dengan
      sholat
      Tarawih,
      sholat tasbih,
      sholat
      tahajjud,
      sholat witir
      sebagaimana
      sabda Nabi
      Muhammad
      SAW
      ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺮﺽ
      ﺻﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ،ﻭﺳﻨﻨﺖ
      ﻗﻴﺎﻣﻪ ﻓﻤﻦ ﺻﺎﻣﻪ ﻭﻗﺎﻣﻪ
      ﺍﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
      ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻛﻴﻮﻡ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﺍﻣﻪ
      Artinya :
      Sesungguhnya Allah
      SWT mewajibkan
      puasa Romadlon
      dan aku
      memerintahkan
      untuk
      menghidupkan
      malam-malam
      Romadlon, maka
      barangsiapa yang
      berpuasa dan
      beribadah malam
      disertai iman dan
      mengharap ridlo
      Allah maka
      terhapuslah seluruh
      dosanya seperti
      halnya bayi yang
      dilahirkan ibunya
      1. Memperbany
      ak Shodaqoh
      sebagaimana
      sabda Nabi
      SAW
      ﺍﻥ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
      ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺗﻄﻔﺊ
      ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﻤﺎﺀ
      ﺍﻟﻨﺎﺭ،ﻭﺍﻥ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ
      ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻛﺬﻟﻚ
      ﻳﻄﻔﺊ ﺍﻟﺨﻄﻴﺌﺔ ﻓﺎﻟﺼﻴﺎﻡ
      ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻛﻞ
      ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻜﻔﺮ
      ﺍﺳﺘﻘﻼﻻ،ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﺖ
      ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﺍﻟﺜﻼﺙ
      ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﺑﻠﻎ ﻓﻰ
      ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ
      Artinya :
      Sesungguhnya
      puasa menjadi
      perisai dari api
      neraka dan
      sesungguhnya
      shodaqoh
      menghapus dosa
      seperti halnya air
      memadamkan api,
      sesungguhnya
      ibadah malamnya
      seorang laki-laki
      juga bisa
      menghapus dosa.
      Berarti puasa,
      shodaqoh,
      beribadah malam
      adalah hal-hal yang
      bisa menghapus
      dosa sendiri-sendiri,
      maka jika tiga hal
      ini berkumpul
      menjadi satu, tentu
      dosa seorang
      hamba akan lebih
      terampuni
      1. Membaca Al
      Qur’an
      sebagaimana
      sabda
      Rosulullah
      SAW
      ﺍﻓﻀﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻣﺘﻰ ﺗﻼﻭﺓ
      ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
      Artinya : Ibadah
      ummatku yang
      paling utama adalah
      membaca Al
      Qur’an
      Tentang Sholat
      Witir, Tasbih secara
      berjama’ah
      Sebagaimana yang
      telah kita ketahui,
      bahwa sholat
      sunnah ada yang
      disunahkan
      dilakukan dengan
      cara berjama’ah
      seperti Sholat
      Tarawih, Sholat Idul
      Fithri, Idul Adha, ada
      yang disunahkan
      tidak berjama’ah
      [i] seperti Sholat
      Tasbih dan Sholat
      Witir.
      Kemudian
      bagaimana jika
      sebagian
      masyarakat kita
      melakukan sholat
      tasbih, sholat witir
      dengan
      berjama’ah??
      Para ulama’ telah
      membahas hal ini
      secara mendalam
      seperti yang telah
      termaktub dalam
      kitab Bughgyatul
      Mustarsyidin hlm
      67 :
      ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺏ ﻙ)ﺗﺒﺎﺡ
      ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻰ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﺗﺮ
      ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻓﻰ
      ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻧﻌﻢ ﺍﻥ
      ﻗﺼﺪ ﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ
      ﻭﺗﺤﺮﻳﻀﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ
      ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ
      ﺑﺬﻟﻚ ﻣﺤﺬﻭﺭ ﻛﻨﺤﻮ ﺍﻳﺬﺍﺀ
      ﺍﻭ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ
      ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻻ
      ﻓﻼ ﺛﻮﺍﺏ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻳﻤﻨﻊ
      ﻣﻨﻬﺎ
      Artinya :
      Diperbolehkan
      sholat berjamaah
      pada semisal sholat
      witir dan tasbih, hal
      itu tidak makruh
      dan juga tidak
      mendapatkan
      pahala, akan tetapi
      jika sholat
      berjamaah
      dilakukan dalam
      rangka mengajari
      dan mendorong
      masyarakat
      melakukan
      msholaat tersebut
      maka tetap
      mendapatkan
      pahala, dengan
      catatan jika tidak
      disertai dengan hal-
      hal yang dilarang
      seperti menyakiti
      orang lain atau
      menimbulkan
      pemahaman
      masyarakat awam
      bahwa sholat
      tersebut
      disyari’atkan
      berjama’ah, jika
      demikian maka
      diharamkan serta
      tidak diperbolehkan
      Tentang Sholat
      Lailatul Qodar
      Dalam kitab
      Durrotun Nasihin
      hlm 272
      diriwayatkan dari
      Ibn Abbas dari Nabi
      SAW :
      ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ
      ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻰ ﻛﻞ
      ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﺮﺓ
      ﻭﺍﻻﺧﻼﺹ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ
      ﻓﺎﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ
      ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ
      ﻣﺮﺓ،ﻓﻼ ﻳﻘﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻣﻪ
      ﺣﺘﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ
      ﻭﻷﺑﻮﻳﻪ،ﻭﻳﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ
      ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻰ
      ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ
      ﺍﻻﺷﺠﺎﺭ ﻭﻳﺒﻨﻮﻥ ﺍﻟﻘﺼﻮﺭ
      ﻭﻳﺠﺮﻭﻥ ﺍﻻﻧﻬﺎﺭ،ﻭﻻ
      ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ
      ﻳﺮﻯ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ
      Artinya :
      Barangsiapa sholat
      di malam Lailatul
      Qodar dua raka’at
      dengan membaca
      surat fatihah 1x, al
      Ikhkas 7x pada
      setiap rakaatnya,
      ketika salam
      membaca
      ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ
      ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ70 x,
      maka ia tidak akan
      bediri dari tempat
      duduknya sehingga
      Allah
      mengampuninya
      dan mengampuni
      kedua orang tuanya
      dan Allah
      memerintahkan
      para malaikat ke
      surga untuk
      menanami pohon-
      pohon, membangun
      istana-istana,
      mengalirkan
      sungai-sungai,
      kemudian orang
      tersebut tidak akan
      mati sebelum
      melihat itu semua
      Atas hadits ini,
      masyarakat kita
      bersemangat
      melakukan
      kegiatan sholat
      pada malam Lailatul
      Qodar yang
      kemudian
      menyebutnya
      dengan sholat
      Lailatul Qadar
      meskipun dari
      syara’ tidak ada
      pemakaian istilah
      tersebut.
      Pada hadits
      tersebut
      sebenarnya secara
      umum adalah suatu
      perintah dari
      Rosulullah untuk
      ummatnya supaya
      lebih giat
      melakukan sholat
      pada malam lailatul
      qadar, akan tetapi
      bagaimana mungkin
      kita dapat
      mengetahui malam
      lailatul qadar yang
      merupakan rahasia
      Allah ?
      Dalam kitab
      Dzikroyat wa
      Munasabat
      karangan Syeikh
      Muhammad bin Alwi
      Al Maliki dijelaskan
      bahwa pada
      permasalahan di
      atas terdapat khilaf
      para ulama’.
      Menurut imam Ath
      Thobari, Al Mahlab
      dan Ibn Araby serta
      segolongan para
      ulama yang lain
      berpendapat bahwa
      meskipun
      seseorang
      melakukan sholat
      sunah tetapi tidak
      mengetahui bahwa
      malam itu adalah
      malam lailatul
      qadar maka orang
      tersebut tetap
      mendapatkan
      pahala sedangkan
      menurut mayoritas
      ulama orang
      tersebut tidak
      mendapatkan
      pahala sebelum
      mengetahui bahwa
      malam itu adalah
      malam lailatul
      qadar
      Lebih lanjut Al
      Hafidz Ibn Hajar Al
      Haitami
      menjelaskan
      tentang seseorang
      yang sholat mencari
      lailatul qadar
      meskipun tidak
      mengetahui bahwa
      malam itu adalah
      malam lailatul
      qadar bahkan tidak
      bertepatan dengan
      lailatul qadar tetap
      mendapatkan
      pahala yang besar
      meskipun tidak
      seperti pahala
      orang yang
      bertepatan dengan
      lailatul qadar
      [ii]
      Kemudian, sholat
      apakah yang
      dilaksanakan pada
      malam tersebut ?
      Secara jelas dalam
      kitab-kitab
      mu’tabaroh tidak
      ada istilah sholat
      lailatul qadar
      ,
      menurut hemat
      penulis sholat
      lailatul qodar hanya
      sebagai istilah
      semata untuk
      sholat-sholat yang
      difokuskan pada
      malam-malam yang
      kemungkinan besar
      adalah malam
      lailatul qadar.
      Malam ini
      sebagaimana sabda
      Rosulullah adalah
      sepuluh malam
      yang akhir pada
      bulan romadlon.
      Dengan demikian
      pada malam-malam
      tersebut diisi
      dengan berbagai
      macam sholat
      sunat, misalnya diisi
      dengan sholat hajat
      dalam rangka
      mencari lailatul
      qadar dengan niat :
      ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻟﻄﻠﺐ ﻟﻴﻠﺔ
      ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ
      ﺗﻌﺎﻟﻰ
      Sebagaimana dalam
      kitab Riyadlul
      Badi’ah hlm 37
      ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
      ﻭﺗﺤﺼﻞ ﺑﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﻨﻮﻯ
      ﺑﻬﻤﺎ ﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺘﻪ
      .
      Artinya Yang
      termasuk sholat
      sunnah yang tidak
      disuknahkan
      berjamaah adalah
      sholat hajat.
      Adapun sholat hajat
      dapat sah dilakukan
      dengan sholat dua
      rakaat yang
      didalamnya
      menyebutkan niat
      untuk terkabulnya
      suatu hajatnya.
      Atau diisi dengan
      sholat sunnah
      mutlak dengan niat
      ﺍﺻﻠﻰ ﺳﻨﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ
      ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
      Kesimpulan : Sholat
      lailatul qadar
      sebenarnya tidak
      ada, yang ada
      adalah sholat
      sunnah yang
      dilakukan pada
      malam-malam
      dimana malam
      tersebut
      kemungkinan besar
      bertepatan dengan
      Lailatul Qadar
      dengan diisi sholat
      sunnah mutlak,
      tasbih, hajat atau
      sholat-sholat yang
      disyari’atkan
      lainnya
      Tentang
      Membangunkan
      Sholat Malam di
      Malam-malam
      terakhir Bulan
      Romadlon
      ﺍﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
      ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ–ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ
      ﻋﻨﻬﺎ–ﻗﺎﻟﺖ:ﻛﺎﻥ
      ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
      ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
      ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺷﺪ ﻣﺌﺰﺭﻩ ﻭﺃﺣﻴﻰ
      ﻟﻴﻠﻪ ﻭﺍﻳﻘﻆ ﺍﻫﻠﻪ
      .
      Diriwayatkan oleh
      Imam Bukhori dan
      Muslim dari Siti
      A’isyah RA
      berkata : Rosulullah
      SAW ketika
      memasuki sepuluh
      hari terakhir
      mengencangkan
      sarungnya,
      menghidupkan
      malamnya dan
      membangunkan
      keluarganya.
      Hal ini
      mengingatkan kita
      tentang betapa
      mulyanya sepuluh
      hari akhir bulan
      Romadlon sehingga
      Nabi memberi
      contoh kepada kita
      untuk turut serta
      mengajak keluarga
      dalam beribadah
      pada hari-hari
      tersebut, akan
      tetapi dengan
      ajakan yang bijak,
      jangan sampai
      mengganggu orang
      lain.
      Demikian yang
      dapat kami
      rangkum, semoga
      bermanfaat…
      Kiranya ada
      kesalahan kami
      mohon maaf dan
      koreksi para
      pembaca.
      ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
      Di rangkum oleh : H.
      M. Shofi Al Mubarok
      Baidlowie
      Ditashhih oleh : KH.
      Ahmad Mabadi
      (ketua Dewan Syuro
      MWC NU
      Tanggungharjo)
      Makalah ini pernah
      dipublikasikan
      ramadahan tahun
      kemarin (1431 H)
      dan disampaikan
      saat khotbah
      jum’at
      (eNKa)
      Brabo, 29 Juli 2011
      [i] Ianatuth Tholibin
      Vol I hlm 284, Darul
      fikr
      [ii] Dzikriyat wa
      Munasabat, Syeikh
      Muhammad Ibn Alwi
      Al Maliki Al Makky
      hlm 196

      Suka

    • Ikhwan 1:45 pm on 3 Agustus 2012 Permalink

      semoga kita bisa meningkatkan ibadah dimalam Lailatul Qadar ini

      Suka

  • My Paradise 5:13 am on 18 September 2008 Permalink | Balas
    Tags: Hidup 1000 Bulan, Lailatul Qadar, Sidratul Muntaha   

    Hidup 1000 Bulan 

    Hidup 1000 Bulan
    Oleh Shodiqiel Hafily
    18 September 2008

    Saya tidak mendapati cara apapun yang terbaik untuk meraih dan menyongsong Lailatul Qadar selain dengan meneladani sunnah Rasulullah yang menjadi panutan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Setidaknya hal itu merupakan cara pokok dan utama yang mesti kita lakukan.
    (More …)

     
    • Zainie 12:58 am on 19 September 2008 Permalink

      KOREKSI: ..banyak hal yang ajaib di tulisan diatas. Lah kalo hal yang ajaib, ya jangan dimasukkan ke sains, ke alam ghaib aja.

      1. Dimanakah keberadaan planet Muntaha itu? Jika jawabannya ada di alam ghaib, maka nggak usah bawa2 sains di sini dech.

      2. Disebutkan waktu 1000 bulan adalah waktu triple conjuction antara Jupiter dan Saturnus terhadap bumi.

      Ini penipuan atau pembodohan publik? 1000 bulan adalah 83 tahun lebih dikit. Triple conjuction antara Jupter, Saturnus dengan bumi hanya terjadi SEKALI dalam 800 tahun.

      3. Disebutkan bahwa Muntaha selalu kembali saat Ramadhan, artinya revolusi planet Muntaha adalah lebih cepat dari revolusi bumi. Mudahnya planet itu berada antara bumi dengan Venus, dan cenderung sangat dekat dengan bumi, dilihat dari periode revolusinya.

      Tapi disebutkan Muntaha sangat besar, lebih besar dari Jupiter dan Saturnus. Anehnya tak ada yang pernah lihat nih planet.. Alam ghaib atau alam mimpi?

      4. Dengan massa yang raksasa seperti itu, 415 kali massa bumi serta jarak yang sangat dekat dengan bumi, analisanya kalau bumi nggak tertarik dan hancur ‘nabrak Muntaha ya bumi jadi satelitnya Muntaha.

      Bukannya daerahnya jadi subur, Mas. Sudah kiamat dari dulu kalo bener. Untung nggak bener ya..

      Tapi saya berterimakasih juga, sudah membuat otakku bekerja dan nggak telan mentah2 kutipan nggak jelas ini.

      + Terima kasih KOREKSI Anda semoga tidak luput dari pembaca agar tidak terjadi pembodohan publik. Dan semoga, ke depan, orang tidak memposting hal-hal yang dipaksakan jadi ilmiah malah jadi tidak benar.

      Suka

    • pakarfisika 9:25 pm on 19 September 2008 Permalink

      Saya sangat sepakat dengan Mas Zaeini. Hati2lah dalam mengadopsi sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya.

      Bicara Islam itu dasarnya Al-Qur’an, lalu Hadits, lalu Ijmak lalu Qiyas, dan BUKAN yang lain.

      Bicara Sains, di era digital ini kita tinggal link kan, sumbernya sudah.

      Pro Mas Shodiq, thanks atas warningnya, moga kita mau tabayun… 🙂

      Suka

    • fantasticdreams5 9:21 pm on 21 September 2008 Permalink

      Muntaha? Planet mana tuch ? Tapi itu kayaknya penafsiran yang terlalu. Hati2 kalo salah tafsir malah jadi sesat…

      + Dari kisah Mi’raj Nabi Muhammad saw.

      Suka

    • Abuya 3:14 am on 5 September 2009 Permalink

      Definasi Muntaha sebagai sebuah planet adalah terlalu sempit dan cetek sekali. Muntaha adalah suatu tempat tertinggi yang terletak di langit yang ketujuh, di mana adalah termasuk dalam perkara-perkara ghaib yang kita sukar untuk menjelaskannya. Jika setakat 415 kali massa bumi, tidak boleh jelaskan yang di Muntaha itu terletaknya surga dan neraka. Allah SWT menyatakan yang luas surga itu seluas langit dan bumi. Wallahu’alam.

      Suka

    • Abuya 1:10 am on 6 September 2009 Permalink

      Saya ada terbaca huraian tentang alam-alam yang sangat detail sekali, disokong oleh ayat-ayat Al-Quran, Hadis dan juga astronomi. Saya rasakan huraian yang dijelaskan adalah sangat bertepatan. Sila baca :

      http://tamansufi.tripod.com/alam.html

      Suka

    • yanto 6:03 am on 17 Oktober 2009 Permalink

      kalau sama’ = langit
      maka samawat = langit – langit.
      samawat persamaannya bumi.
      disana ada daabahnya juga.

      masak planet planet yg nb langit langitnya bumi dianggurkan

      Suka

  • My Paradise 12:18 pm on 17 September 2008 Permalink | Balas
    Tags: Lailatul Qadar, Puasa Ramadhan   

    About Laylat Al-Qadar 

    Tentang Lailat Al-Qadar
    Oleh Shodiqiel Hafily
    18 September 2008

    “Tahukah kamu, apa itu Laylat Al-Qadar?” Begitulah Al-Qur’an menggelitik kita untuk menyibak makna Lailatul Qadar. Kemudian, Al-Qur’an membiarkan tanpa penjelasan lebih rinci seolah memberikan peluang lebar kepada kita untk mencari tahu sendiri dengan pernyataan, “(Pokoknya) Lailatul Qadar itu lebih baik dari 1000 bulan.”
    (More …)

     
    • faisol 6:41 pm on 17 September 2008 Permalink

      Mau nanya.. .

      1. Apakah semua orang yg sdg beribadah ketika para malaikat turun PASTI MENDAPAT LAILATUL QADAR? Ataukah Lailatul Qadar berkunjung spt tamu, jd tdk semuanya dpt walaupun sdg beribadah?

      2. Malaikat turun di negara mana? Misal di Indonesia malam hari & ternyata terjadi Lailatul Qadar, apakah umat Islam di Eropa yg sedang ibadah puasa (krn siang hari) PASTI DAPAT KEUTAMAAN LAILATUL QADAR (krn sedang ibadah ketika malaikat turun?)

      3. Bgmn kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar terjadi di tahun2 sebelumnya. Misal thn 1428H lailatul qadar terjadi pd malam 25, thn 1427 H pd malam 27 dst.. .

      Terima kasih saya haturkan. Semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin.. .

      Salam,
      Achmad Faisol
      http://achmadfaisol.blogspot.com

      Suka

    • egra 9:43 am on 3 September 2009 Permalink

      insyaallah lailatul qodar tahun ini 17 ramadhan

      Suka

    • Dheever 10:27 pm on 8 September 2009 Permalink

      Semoga saja kita mendapatkan malam lailatur qadar itu. Amin Ya Rabbal Alamin..

      + Amin..

      Suka

    • afzan 5:26 am on 30 Agustus 2010 Permalink

      1. Apakah semua orang yg sdg beribadah ketika para malaikat turun PASTI MENDAPAT LAILATUL QADAR? Ataukah Lailatul Qadar berkunjung spt tamu, jd tdk semuanya dpt walaupun sdg beribadah?

      BELUM TENTU, KARENA GA SEMUA ORANG YANG BERIBADAH PADA MALAM LAILATUL QODAR IKHLAS. UKURAN IKHLAS ADALAH NIAT. KALAU NIATNYA KARENA DAN UNTUK MENCINTAI ALLAH, MENCINTAI MAKHLUKNYA, MEMPERBAIKI DIRI INSYA ALLAH DIANGGAP IKHLAS. KALAU NIATNYA SELAIN ITU DIRAGUKAN KEIKHLASANNYA (TERMASUK NIAT MENCARI PAHALA DAN KEUTAMAAN 1000 BULAN, KARENA BUKAN ALLAH NIATNYA TAPI PAHALA)

      2. Malaikat turun di negara mana? Misal di Indonesia malam hari & ternyata terjadi Lailatul Qadar, apakah umat Islam di Eropa yg sedang ibadah puasa (krn siang hari) PASTI DAPAT KEUTAMAAN LAILATUL QADAR (krn sedang ibadah ketika malaikat turun?)

      YANG NAMANYA LAILATUL QODAR ADALAH MALAM HARI, BUKAN SIANG HARI. KEUTAMAANNYA JELAS TERJADI PADA MALAM HARI. DIMENSI ALAM MALAKUT DAN ALAM MANUSIA BEDA. DALAM DIMENSI ALAM MANUSIA ADA SIANG ADA MALAM, DALAM DIMENSI ALAM MALAKUT BELUM TENTU ADA HAL ITU.

      3. Bgmn kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar terjadi di tahun2 sebelumnya. Misal thn 1428H lailatul qadar terjadi pd malam 25, thn 1427 H pd malam 27 dst.. .

      IBADAH DALAM ISLAM TIDAK MENGENAL SPEKULASI, GAMBLING DAN MENDUGA-DUGA. SEGALA KEUTAMAAN SUDAH DIJELASKAN DAN PASTI. TERMASUK KEUTAMAAN 1/3 MALAM, KEUTAMAAN HARI JUMAT, KEUTAMAAN RAMADHAN DAN WAKTU KAPAN TERJADINYA LAILATUL QODR.

      Kapan Lailatul Qodr?

      Malam lailatul qodr itu saat turunnya Al Quran pada bulan Ramadhan, yang hal ini dikuatkan oleh firman Allah :
      1. Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an (Al Baqarah : 185)
      2. Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada Lailatul Qadr (Al Qadr : 1)
      3. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan (Ad Dukhan:3).

      Riwayat para imam hadits, dari Abu Qatadah Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasalaam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Beliau menjawab, “Pada hari inilah aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu (yang pertama) kepadaku.” dalam lafazh lain disebutkan, “Itulah hari aku dilahirkan dan pada hari itu pula aku diutus sebagai rasul atau turun kepadaku wahyu,” Lihat shahi muslim 1/268; Ahmad 5/299; Al Baihaqy 4/286-300; Al Hakim 2/602.

      Hazrat Aisha Radiallah Anha menyatakan bahwa Rasul Allah saw berkata, “Lihat Lailat-ul-Qadr di malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (Bukhari) (HR Bukhari)

      Hari senin dari bulan Ramadhan pada tahun itu berdasarkan penelitian ilmiah? jatuh pada tanggal 7, 14,21 dan 28. Pertama kali diturunkannya adalah surat Al-Alaq, ketika Rasulullah SAW berada di gua Hira, yaitu sebuah gua di Jabal Nur, yang terletak kira-kira tiga mil dari kota Mekah. Ini terjadi pada malam Senin, tahun ke 41 dari usia Rasulullah 13 tahun sebelum hijriyah.

      Jadi jika kita membandingkan antara firman Allah, hadits nabi dan penelitian ilmiah yaitu malam lailatul qodr itu saat turunnya alquran pada bulan ramadhan pada hari senin pada malam ganjil maka jelas pilihannya diantara tanggal 7, 14, 21, dan 28 yaitu jatuh pada malam tanggal 21

      Adapun hadits yang menyatakan seperti ini :

      Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).

      Juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia berkata), “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR Muslim 1174).

      hadits itu menunjukkan eskalasi peningkatan ibadah rasulullah saw yang memang seharusnya demikian ibadah seorang yang bertaqwa semakin meningkat yang momentum titik tolaknya pada tanggal 21. Jadi tidak ada kemalasan ketika bukan malam ganjil dan tidak ada spekulasi / gambling di malam-malam ganjil. Sebagaimana sabda rasulullah saw

      Hazrat Aisha Radiallah Anha menyatakan bahwa sebanyak Rasul Allah saw berusaha (Ibadat) di Asyrah terakhir (sepuluh hari) dari Ramadhan, tidak mencoba dalam salah satu dari Asyrah. “(Muslim)

      Terima kasih saya haturkan. Semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin.. .

      Salam,
      Achmad Faisol
      http://achmadfaisol.blogspot.com

      Suka

    • afzan 5:28 am on 30 Agustus 2010 Permalink

      1. Apakah semua orang yg sdg beribadah ketika para malaikat turun PASTI MENDAPAT LAILATUL QADAR? Ataukah Lailatul Qadar berkunjung spt tamu, jd tdk semuanya dpt walaupun sdg beribadah?

      BELUM TENTU, KARENA GA SEMUA ORANG YANG BERIBADAH PADA MALAM LAILATUL QODAR IKHLAS. UKURAN IKHLAS ADALAH NIAT. KALAU NIATNYA KARENA DAN UNTUK MENCINTAI ALLAH, MENCINTAI MAKHLUKNYA, MEMPERBAIKI DIRI INSYA ALLAH DIANGGAP IKHLAS. KALAU NIATNYA SELAIN ITU DIRAGUKAN KEIKHLASANNYA (TERMASUK NIAT MENCARI PAHALA DAN KEUTAMAAN 1000 BULAN, KARENA BUKAN ALLAH NIATNYA TAPI PAHALA)

      2. Malaikat turun di negara mana? Misal di Indonesia malam hari & ternyata terjadi Lailatul Qadar, apakah umat Islam di Eropa yg sedang ibadah puasa (krn siang hari) PASTI DAPAT KEUTAMAAN LAILATUL QADAR (krn sedang ibadah ketika malaikat turun?)

      YANG NAMANYA LAILATUL QODAR ADALAH MALAM HARI, BUKAN SIANG HARI. KEUTAMAANNYA JELAS TERJADI PADA MALAM HARI. DIMENSI ALAM MALAKUT DAN ALAM MANUSIA BEDA. DALAM DIMENSI ALAM MANUSIA ADA SIANG ADA MALAM, DALAM DIMENSI ALAM MALAKUT BELUM TENTU ADA HAL ITU.

      3. Bgmn kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar terjadi di tahun2 sebelumnya. Misal thn 1428H lailatul qadar terjadi pd malam 25, thn 1427 H pd malam 27 dst.. .

      IBADAH DALAM ISLAM TIDAK MENGENAL SPEKULASI, GAMBLING DAN MENDUGA-DUGA. SEGALA KEUTAMAAN SUDAH DIJELASKAN DAN PASTI. TERMASUK KEUTAMAAN 1/3 MALAM, KEUTAMAAN HARI JUMAT, KEUTAMAAN RAMADHAN DAN WAKTU KAPAN TERJADINYA LAILATUL QODR.

      Kapan Lailatul Qodr?

      Malam lailatul qodr itu saat turunnya Al Quran pada bulan Ramadhan, yang hal ini dikuatkan oleh firman Allah :
      1. Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an (Al Baqarah : 185)
      2. Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada Lailatul Qadr (Al Qadr : 1)
      3. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan (Ad Dukhan:3).

      Riwayat para imam hadits, dari Abu Qatadah Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasalaam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Beliau menjawab, “Pada hari inilah aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu (yang pertama) kepadaku.” dalam lafazh lain disebutkan, “Itulah hari aku dilahirkan dan pada hari itu pula aku diutus sebagai rasul atau turun kepadaku wahyu,” Lihat shahi muslim 1/268; Ahmad 5/299; Al Baihaqy 4/286-300; Al Hakim 2/602.

      Hazrat Aisha Radiallah Anha menyatakan bahwa Rasul Allah saw berkata, “Lihat Lailat-ul-Qadr di malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (Bukhari) (HR Bukhari)

      Hari senin dari bulan Ramadhan pada tahun itu berdasarkan penelitian ilmiah? jatuh pada tanggal 7, 14,21 dan 28. Pertama kali diturunkannya adalah surat Al-Alaq, ketika Rasulullah SAW berada di gua Hira, yaitu sebuah gua di Jabal Nur, yang terletak kira-kira tiga mil dari kota Mekah. Ini terjadi pada malam Senin, tahun ke 41 dari usia Rasulullah 13 tahun sebelum hijriyah.

      Jadi jika kita membandingkan antara firman Allah, hadits nabi dan penelitian ilmiah yaitu malam lailatul qodr itu saat turunnya alquran pada bulan ramadhan pada hari senin pada malam ganjil maka jelas pilihannya diantara tanggal 7, 14, 21, dan 28 yaitu jatuh pada malam tanggal 21

      Adapun hadits yang menyatakan seperti ini :

      Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).

      Juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia berkata), “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR Muslim 1174).

      hadits itu menunjukkan eskalasi peningkatan ibadah rasulullah saw yang memang seharusnya demikian ibadah seorang yang bertaqwa semakin meningkat yang momentum titik tolaknya pada tanggal 21. Jadi tidak ada kemalasan ketika bukan malam ganjil dan tidak ada spekulasi / gambling di malam-malam ganjil. Sebagaimana sabda rasulullah saw

      Hazrat Aisha Radiallah Anha menyatakan bahwa sebanyak Rasul Allah saw berusaha (Ibadat) di Asyrah terakhir (sepuluh hari) dari Ramadhan, tidak mencoba dalam salah satu dari Asyrah. “(Muslim)

      Terima kasih saya haturkan. Semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin.. .

      Salam,
      http://afzanpublishing.wordpress.com
      http://achmadfaisol.blogspot.com

      Suka

    • afzan 5:28 am on 30 Agustus 2010 Permalink

      1. Apakah semua orang yg sdg beribadah ketika para malaikat turun PASTI MENDAPAT LAILATUL QADAR? Ataukah Lailatul Qadar berkunjung spt tamu, jd tdk semuanya dpt walaupun sdg beribadah?

      BELUM TENTU, KARENA GA SEMUA ORANG YANG BERIBADAH PADA MALAM LAILATUL QODAR IKHLAS. UKURAN IKHLAS ADALAH NIAT. KALAU NIATNYA KARENA DAN UNTUK MENCINTAI ALLAH, MENCINTAI MAKHLUKNYA, MEMPERBAIKI DIRI INSYA ALLAH DIANGGAP IKHLAS. KALAU NIATNYA SELAIN ITU DIRAGUKAN KEIKHLASANNYA (TERMASUK NIAT MENCARI PAHALA DAN KEUTAMAAN 1000 BULAN, KARENA BUKAN ALLAH NIATNYA TAPI PAHALA)

      2. Malaikat turun di negara mana? Misal di Indonesia malam hari & ternyata terjadi Lailatul Qadar, apakah umat Islam di Eropa yg sedang ibadah puasa (krn siang hari) PASTI DAPAT KEUTAMAAN LAILATUL QADAR (krn sedang ibadah ketika malaikat turun?)

      YANG NAMANYA LAILATUL QODAR ADALAH MALAM HARI, BUKAN SIANG HARI. KEUTAMAANNYA JELAS TERJADI PADA MALAM HARI. DIMENSI ALAM MALAKUT DAN ALAM MANUSIA BEDA. DALAM DIMENSI ALAM MANUSIA ADA SIANG ADA MALAM, DALAM DIMENSI ALAM MALAKUT BELUM TENTU ADA HAL ITU.

      3. Bgmn kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar terjadi di tahun2 sebelumnya. Misal thn 1428H lailatul qadar terjadi pd malam 25, thn 1427 H pd malam 27 dst.. .

      IBADAH DALAM ISLAM TIDAK MENGENAL SPEKULASI, GAMBLING DAN MENDUGA-DUGA. SEGALA KEUTAMAAN SUDAH DIJELASKAN DAN PASTI. TERMASUK KEUTAMAAN 1/3 MALAM, KEUTAMAAN HARI JUMAT, KEUTAMAAN RAMADHAN DAN WAKTU KAPAN TERJADINYA LAILATUL QODR.

      Kapan Lailatul Qodr?

      Malam lailatul qodr itu saat turunnya Al Quran pada bulan Ramadhan, yang hal ini dikuatkan oleh firman Allah :
      1. Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an (Al Baqarah : 185)
      2. Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada Lailatul Qadr (Al Qadr : 1)
      3. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan (Ad Dukhan:3).

      Riwayat para imam hadits, dari Abu Qatadah Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasalaam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Beliau menjawab, “Pada hari inilah aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu (yang pertama) kepadaku.” dalam lafazh lain disebutkan, “Itulah hari aku dilahirkan dan pada hari itu pula aku diutus sebagai rasul atau turun kepadaku wahyu,” Lihat shahi muslim 1/268; Ahmad 5/299; Al Baihaqy 4/286-300; Al Hakim 2/602.

      Hazrat Aisha Radiallah Anha menyatakan bahwa Rasul Allah saw berkata, “Lihat Lailat-ul-Qadr di malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (Bukhari) (HR Bukhari)

      Hari senin dari bulan Ramadhan pada tahun itu berdasarkan penelitian ilmiah? jatuh pada tanggal 7, 14,21 dan 28. Pertama kali diturunkannya adalah surat Al-Alaq, ketika Rasulullah SAW berada di gua Hira, yaitu sebuah gua di Jabal Nur, yang terletak kira-kira tiga mil dari kota Mekah. Ini terjadi pada malam Senin, tahun ke 41 dari usia Rasulullah 13 tahun sebelum hijriyah.

      Jadi jika kita membandingkan antara firman Allah, hadits nabi dan penelitian ilmiah yaitu malam lailatul qodr itu saat turunnya alquran pada bulan ramadhan pada hari senin pada malam ganjil maka jelas pilihannya diantara tanggal 7, 14, 21, dan 28 yaitu jatuh pada malam tanggal 21

      Adapun hadits yang menyatakan seperti ini :

      Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).

      Juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia berkata), “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR Muslim 1174).

      hadits itu menunjukkan eskalasi peningkatan ibadah rasulullah saw yang memang seharusnya demikian ibadah seorang yang bertaqwa semakin meningkat yang momentum titik tolaknya pada tanggal 21. Jadi tidak ada kemalasan ketika bukan malam ganjil dan tidak ada spekulasi / gambling di malam-malam ganjil. Sebagaimana sabda rasulullah saw

      Hazrat Aisha Radiallah Anha menyatakan bahwa sebanyak Rasul Allah saw berusaha (Ibadat) di Asyrah terakhir (sepuluh hari) dari Ramadhan, tidak mencoba dalam salah satu dari Asyrah. “(Muslim)

      Terima kasih juga saya haturkan.

      Salam,
      http://afzanpublishing.wordpress.com

      Suka

  • My Paradise 8:04 pm on 15 May 2008 Permalink | Balas
    Tags: , Lailatul Qadar, Nisfu Sya'ban   

    Kreasi-Inovasi Keagamaan 

    ArabianKreasi-Inovasi Keagamaan
    Oleh Shodiqiel Hafily
    11 Mei 2008

    Dalam kajian ushul fiqih tentang ma udlif ila shahib al-syari’at (segala sesuatu hal yang dihubungkan dengan Nabi saw, para ulama berbeda pandangan; 1) Golongan berpendapat bahwa apapun yang dihubungkan dengan Nabi terkait sabda, tindakan-perbuatan, perilaku, atau pengakuan (iqrar, legitimasi) terhadap sesuatu hal tertentu termasuk dalam kategori sunnah (keteladanan yang baik dan berpahala). 2) Kalangan yang membatasi pada aspek-aspek syariat keagamaan saja (seperti segala macam ibadah mahdlat).

    (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal