Tagged: Sex Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • My Paradise 11:45 am on 7 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: Kawin, Nikah, Sex   

    Penasaran Kawin Kontrak? 

    Kawin Kontrak, Penasaran?
    Oleh Shodiqiel Hafily
    07 Maret 2009

    Penasaran dengan kawin kontrak?Alasan paling simpel adalah bahwa zina terlalu besar dosa dan resikonya, ketidakjelasan nasab bila terjadi kehamilan, potensi HIV/AIDS dari sarang pelacuran dan hilangnya kehormatan dan harga diri (bagi yang masih peduli dengan harga diri dan kehormatan segala).
    (More …)

     
  • My Paradise 6:58 am on 11 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: Aborsi, Keperawanan, Seks Pranikah, Sex, Virginitas   

    Gadis Bukan Perawan 

    Kata Nabi, vagina ibarat botol celak, hanya tutup miliknya yang boleh masukGadis Bukan Perawan
    Oleh Shodiqiel Hafily
    15 Muharram 1430

    Diantara pertanda wanita perawan, kata orang-orang tua (kuna), adalah roman mukanya tidak jauh-jauh beda kecerahannya dengan wajah bayi. Tekstur guratan dahi yang halus, padat dan licin. Pertanda-pertanda ini sangat membutuhkan kejelian, keahlian dan pengalaman karena teramat samar bagi sebagian orang (apalagi oleh yang telah dibutakan cinta). Dan, memang, melihat wajah lebih ditujukan untuk ‘mengukur’ seberapa tertarik kita pada paras wanita yang akan kita nikahi (karena cinta itu dari mata turun ke hati).

    (More …)

     
    • sekolahseks 6:39 pm on 11 Januari 2009 Permalink

      wah ngeri tuh..

      + Prilaku buruk dihindarkan ada kalanya karena ngeri terhadap bahaya-akibatnya, takut dosa dan kesadaran diri untuk menjadi insan mulia. Ketiganya menggambarkan kadar kualitas berbeda.

      Suka

    • miftah 4:23 am on 13 Januari 2009 Permalink

      Astaghfirulloh… segitu parahnya ya perilaku (moral) remaja. Jadi perlu ikhtiar lebih keras lagi dalam menjaga (mendidik) anak-anak kita.

      Suka

    • Cooling 9:46 pm on 15 Januari 2009 Permalink

      Sebelum kita menasehati orang alangkah baiknya kita berkaca kepada diri kita sendiri….!!!
      Janganlah beranggapan semua itu mudah tapi dibalik itu tak luput dari kesadaran diri dan pengaruh dari agama masing-masing.

      + Dan alangkah baik sekiranya orang bersedia membuka pikiran dan menerima hal positif, walau keluar dari dubur ayam.

      Jangan bikin suasah sesuatu yang memang susah diatasi.

      Suka

    • fuadi lkirom 7:31 pm on 26 Januari 2009 Permalink

      Masya Allooooh.., prilaku anak muda sekarang yang cenderung serba bebas dalam bergaul, orangtua serba permisif dengan pergaulan anak muda yang sepertinya tanpa ada rasa malu sedikitpun, juga pegaulan cowok-cewek tanpa kendali dalam pergaulan, tontonan tak bermoral, bokep-bokep istilah sekarang, yang sedang menjamur pada saat ini, pakaian anak muda yang cenderung lebih terbuka, lebih menantang lawan jenis, na’udzubillah mindzalik.. . Saya ingin bertanya, siapa nih caleg-caleg yang punya visi-misi bisa merjuangin mengembalikan moral anak muda yang ‘dah banyak yang kacau seperti ini pada norma-norma dienul islam yang lurus..?

      + Kata orang, jangan berharap pada para caleg dengan janji-janji sekedar propaganda tanpa bukti. Tahu-tahu, begitu jadi, rajin korupsi dan lebih sibuk dengan pemenuhan kesenangan diri sendiri. Begitupun masyarakat dunia, jangan gantungkan harapan pada seorang Obama. Mandiri dan mulai ‘perjuangan’ dari diri sendiri, itulah kata kunci yang ‘sakti’.

      Suka

    • Amar 9:45 pm on 29 Januari 2009 Permalink

      Assalamu’alaykum..,
      apa kabar?
      Semoga senantiasa dalam naungan berkah, rahmah, taufiq, hidayah, inayah, magfirah dan cinta Allah ‘Azza Wa Jalla.

      Maraknya “budaya” pacaran (baca:pintu zina) sungguh sangat ironis, dimana sebagian besar adalah remaja, dan diperparah dengan mulai beredarnya di kalangan saudara/saudari kita yang ikut terjebak oleh rayuan syetan ini.

      Sebenarnya peran pemerintah dalam hal ini MUI yang seharusnya lebih konsen kepada masalah akhlak ini bukan malah memikirkan masalah politik seperti yang sedang dibahas saat ini.

      Semoga saya masih memiliki kesempatan untuk menerbitkan postingan seputar peranan pemerintah, masyarakat, dan juga MUI untuk memerangi kemorosotan akhlak di kalangan remaja muslim khususnya dan remaja non-muslim umumnya agar tidak berimbas lebih meluas lagi.

      Mohon bantuannya untuk sama-sama ber JIHAD dalam memerangi kemorosotan akhlak ini, tentunya dengan cara-cara yang telah ditetapkan Islam, kita tentu tidak ingin lebih banyak lagi kaum wanita, saudari-saudari kita yang terjebak dan merugi karena “budaya syetan” ini.

      Syukron sebelumnya. Semoga dengan langkah kecil kita ini dapat menyebar untuk menghapuskan dan melenyapkan “budaya syetan:” ini minimal di dalam lingkup sahabat-sahabat kita dulu kita tanamkan nilai-nilai moral, akhlak Islami (akhlakul karimah)

      Jazakumullah Khairan Katsiiraan…

      ^_^

      + Amin.., ya Mujib Al-Sa’ilin

      Suka

    • bangunt 10:18 pm on 10 Agustus 2009 Permalink

      Menurut saya, perawan dan tidak perawan itu sama saja. Tergantung bagaimana kita membaca situasinya. Tapi artikelnya bagus pak, acung dua jempol ….

      Suka

    • siuma 12:34 am on 14 Agustus 2009 Permalink

      jangan ngomongi perawan terus dong. Saya sampai sekarang belum pernah melihat secara langsung wajahnya seperti apa

      Suka

    • yanto 8:03 am on 27 Oktober 2009 Permalink

      akujuga pingin yang perawan tapi kok gak kesampean ya….

      Suka

    • chandra 8:10 am on 2 Desember 2009 Permalink

      saya setuju…

      jika saya mempunyai anak, maka semua anak-anak saya akan saya jaga, entah itu dia berada. akan saya berikan intel bila perlu. sopir pribadi untuk antar jemput dia. dan tentunya di sekolah kan di pondok pesantren modern yang super ketat peraturannya.

      mungkin cara itu yang akan saya lakukan bila punya anak nanti. itu juga yang di cita-citakan pacar saya. amin.

      jangan lupa berkunjung ke blog kita di http://www.abby-ummy.co.cc di tunggu.

      Suka

    • yep.yep 5:26 pm on 18 Oktober 2010 Permalink

      astghfirullah…..hindarkn hmba n psngn hmba dri prilku tsb y Allah amieeen

      Suka

    • Revalita Permana 9:45 pm on 7 Desember 2010 Permalink

      Saya salah satu korban nya, mungkin anda2 menyangka saya hidup dalam pergaulan bebas. Entah kenapa, saya sampai bs tergelincir kedalam sex pranikah, sedih sih & menyesal diujung waktu. Terlalu percaya dgn rayuan laki2 & akhirnya dia menghianati janjinya pergi meninggalkan saya serta memilih utk menikahi wanita lain, setelah hubungan saya hampir 3thn harus kandas dgn derita air mata. jujur, saya tdk melakukan dgn banyak lelaki tp itu pun saya hanya melakukan dgn dgn laki2 yg amat saya cintai, meskipun akhirnya menyesal karna saya salah mencintai seseorang. Sedih rasanya dunia serasa runtuh, saya sangat takut jika laki2 yg saya temui nanti tdk mau terima dgn keadaan saya. Sungguh sya sangat menyesal dgn dosa apa yg pernah sya lakukan, tp nasi sdh menjadi bubur, biarlah smua ini saya pasrahkan pada Tuhan, saya hanya berharap Tuhan lah yg akan menyadarkan dia, serta menegur dia utk menyadari perbuatannya. Karna Tuhan maha adil & maha segalanya.

      Suka

    • ali oncom shodikin 10:10 am on 18 Desember 2010 Permalink

      Demikian ‘parah’ mental remaja kita (kalau tidak dikatakan ) bangsa ini. Siapa yang salah? siapa yang bertanggung jawab? siapa yang mustinya ikut harus gembar gembor mempropagandakan “agama”?
      Sepertinya sudah banyak yang melakukan itu semua… tapi alhasil (bukannyannihil) namun perjuangan memang tetep harus dilakukan sepanjang nafas ini dikaandung badan. oleh siapa saja, tak peduli darin golonga mana, kebenaran harus diteriakkan.
      Kalau sudah begini… penyesalan sudah tak berarti. Ke depan kita tatap kehidupan yang lebih cerah, lebih berhati2 dalam melangkah, kita yakinkan dihati bahwa Tuhan maha pengampun dan penerima taubat (yg betul2 nasuha).
      Semoga Allah menerima tobat kita, dan kita senantiasa dijaga dalam meniti kehidupan ini.
      bagus juga njika tulisan sampeyan ini diputar (didiskusikan) di forum halaqoh kita. SELAMAT UNTUK PAK SHODIQ, TULISANNYA BAGUS. SAYA MASIH BELUMM BISA BEGINI. AJARI (LEWAT APA PUN)
      SEMOGA ALLAH MERAHMATI SAMPEYAN…

      Suka

    • frila ayu palsa 10:07 pm on 8 Januari 2011 Permalink

      saya juga salah astu korbannya,,
      saya terlalu percaya akan rayuan laki2,, dan akhirnya menjatuhkan saya pada penyesalan yang tak berujung,,
      sampai sekarang saya merasa seperti orang gila yang diterpa dengan noda dan dosa yang tak pernah saya lupakan …
      saya berdosa dengan diri saya , keluarga saya, orang2 yang mengharapkan saya, bahkan saya mersa diri saya tak jauh lebih rendah dari seekor binatang yang hina,,,,

      Suka

    • M.Imam Baskoro 1:19 pm on 13 Januari 2011 Permalink

      ”Demi menjaga kesucian kaum adam dan hawa(khususnya kaum remaja yang belum menikah),maka dari itu jauhilah yang namanya zinah,karena perbuatan tersebut merupakan,perbuatan yang di larang oleh agama,yang akan merusak mental atau pun moral anak bangsa di masa yang akan datang”

      Suka

    • Chaichal 9:12 pm on 19 Juni 2011 Permalink

      Ya Allah maafkanlah atas sgala perbuatan hamba muu ini,,,
      maafkan akuu mamah,,
      maafkan akuu papah,,
      aku sdh terlanjur melakukan hal bejat ini,,,

      Suka

    • serdadukecil 11:10 pm on 22 Oktober 2011 Permalink

      Memang jaman udah Rusak….
      Bagus cepat kiamat……

      Suka

    • sobat_alam 2:43 pm on 3 Desember 2011 Permalink

      miris..prihatinnn..kasihan..
      apa ajalah pokoknya serba negatif kata2 untuk menggambarkan kondisi ini. alhamduliallah saya tidak pernah melakukan hal bejat itu,, dan semoga tidak sampai!! sederhana saja, saya tidak ingin mendholimi siapapun, baik diri sendiri maupun orang lain (bc:pacar,pasangan pranikah, de-el-el..cz emg tdk pny! haha). saya ingin bagi saran aj bwt sob2 n girl2 smw dmnapun berada…JANGAN SEKALI-KALI MUDAH PERCAYA RAYUAN GOMBAL SEORANG COWOK!!!! SEBAGUS APAPUN TAMPILAN LUARNYA, APALAGI JANJI SETIA CAP KAIN GEMBEL untuk MENYAYANGI ANDA SEMUA sebelum ada pelaksanaan IJAB QOBUL yang SAH…. meskipun saya sendiri adl seorang laki, dan artinya memang saya tahu betul sejatinya para cowok jaman sekarang (dari cerita fakta riil yang diceritain tmn2 sy yg laki dan mereka secara terang2an meng-iya-kan nya…naudzubillah..). So, Anda, dan saya mari lebih ekstra hati2. Setan jaman sekarang sangat CERDIK mengelabuhi mangsanya. Terutama bg saudara2 sy kaum hawa, mari kita jaga HARTA BERHARGA KITA. mumpung belum terlambat..ketika kita masih bisa menghirup udara segar ini…InsyaAllah Dia masih amat sayang kepada kita semua..dengan masih memeberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri…menjadi yang lebih baik..Amin. Ayo Indonesia Bisa!

      Suka

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal